MIRNA

MIRNA
episode 105



Syafiyah masih teringat akan kejadian malam itu. Bagaimana mungkin Ia bisa bercumbu dengan pria yang Ia kira Satria dan ternyata adalah Sosok makhluk mengerikan dan juga menjijikkan yang tak lain adalah genderuwo.


Syafiyah buru-buru membersihkan tubuhnya, Ia sudah sangat terlambat ke kantor, sebab Ia tertidur pulas setelah Mirna menungguinya.


Syafiyah mengenakan pakaiannya dengan tergesa-tesa, lalu berdandan seadanya dan meraih tas dan kunci mobilnya.


Ia segera beranjak dari kamarnya dan ingin pergi segera ke puskesmas.


Saat akan keluar dari rumah, terdengar Mirna memanggilnya "Mbak.. Sarapan dulu" sapa Mirna dengan ramah.


Syafiyah hanya menoleh saja tanpa ekspresi apapun, lalu bergegas menuju mobi dan memanaskam mesin sejenak lalu mengemudikan mobilnya dengan melaju kencang.


Mirna memandangnya dengan senyum tipis yang tetap menghiasi wajahnya.


Sesaat Mirna merasakan sesuatu sedang mengincar Syafiyah. Ia melihat sebuah kelebatan bayangan hitam sedang mengejar mobil Syafiyah, dan Mirna segera meletakkan piring sarapan yang tadinya dipegang untuk mengambilkan sarapan Syafiyah.


Sementara itu, Syafiyah merasakan bulu kuduknya meremang dipagi ini, dan sungguh aneh baginya karena merasa tak nyaman. Ia merasakan punggungnya seperti berat dan serasa ada yang menempel dibelakangnya.


Sesaat Syafiyah menyapu tengkuknya yang serasa berat dan terus gelisah.


Syafiyah melirik kaca dashbor, dan alangkah terkejutnya Ia saat melihat sosok mengerikan berada dibelakang Jok mobilnya sedang menatapnya dengan tatapan tajam dan penuh dendam.


Seketika Syafiyah membanting stirnya dan menepi ke sisi kiri jalan dengan cepat.


Nafas Syafiyah memburu dan terasa sesak didadanya. Ini ketiga kalinya sosok wanita dengan wajah hancur tersebut sedang mengganggunya dengan wajah yang sangat mengerikan.


Syafiyah merasakan teror yang terus menerus dan membuatnya hampir stres, apalagi waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi dan Ia sudah terlambat.


Sesaat Syafiyah melirik kembali ke kaca dashbor dan melihat sosok itu tak lagi berada dibelakang jok mobil. Namun Ia masih merasakan hawa kehadiran makhluk itu.


Dan saat Ia mencoba menoleh kearah jok samping kemudi, Ia dikejutkan dengan sosok mengerikan itu sudah berada disebelahnya dan sedang meliriknya dengan tatapan yang mengerikan.


Syafiyah berusaha membuka pintu mobil dan berniat akan keluar daro monil, namun pintu itu terasa terkunci dan Syafiyah tak dapat membukanya.


Ia terus berusaha membuka pintu mobil yang terkunci tersebut, dengan menarik handle pintu, namun tak juga terbuka.


Syafiyah semakin panik dan ingin segera keluar dari dalam mobil, sebab makhluk itu menoleh kearahnya, dengan kepala merunduk dan rambut yang panjang terjurai menutupi wajahnya.


Tampak tangan sosok wanita itu menjulur memanjang menggapai perut Syafiyah dan hampir saja mencapainya, hingga akhirnya...


Wuuuuuusssh....taaaak...


Suara hentakan sebuah ujung selendang mengenai makhluk tersebut dan membuat sosok itu berpaling menatap sang pemilik selendang yang sedang menghalangi jalannya.


Syafiyah yang melihat makhuk itu teralihkan oleh seorang wanita bercadar, seketika berhasil membuka pintu mobil dan berusaha keluar dan bergegas menuju tepi jalan.


Sosok wanita bergaun merah itu menatap marah, namun hendak melawan Wanita bercadar tersebut Ia belum memiliki kekuatan penuh, sebab Ia masih membutuhkan banyak tumbal dan juga energi negatif.


Sementara itu, sosok bercadar itu didampingi sesosok penjaga yang bernama Chakra Mahkota yang selalu akan melindungi wanita bercadar dan juga janin yang sedang dikandungnya.


Tak ingin berurusan dengan Chakra Mahkota, Sosok wanita bergaum merah itu segera menghilang dan pergi sebelum dilenyapkan dengan segera.


Setelah merasakan deguban jantung dan juga deru nafasnya yang tersengal membaik, Syafiyah menatap wanita bercadar tersebut dan ingin menghampirinya untuk mengucapkan rasa terimakasih.


Namun wanita bercadar itu segera melesat cepat menghilang meninggalkan Syafiyah yang merasa bingung dengan apa yang baru saja dialaminya.


Syafiyah mengedarkan pandangannya mencari keberadaan wanita bercadar yang sudah berulangkali menyelamatkannya dan kini Ia pergi bergitu saja, sebelum Ia sempat berterimakasih.


Syafiyah kembali kemobilnya, meski masih ada rasa takut yang kini menggelayuti hatinya dengan kehadiran sosok mahluk wanita bergaun merah.


Dengan terpaksa, Syafiyah kembali masuk ke mobilnya, meskipun Ia masih syok dan juga takut atas kejadian yang baru dialaminy.


Dengan cepat Ia mengemudikan mobilnya, lalu melaju kencang menuju puskesmas.


Seampainya dipuskesmas, Syafiyah berjalan tergesa menuju ruang kerjanya yang ternyata sudah banyak pekerjaan yang menumpuk karena banyak surat rujukan dari pasien yang akan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan dengan alat yang lebih canggih.


Meskipun peralatan di puskesmas sudah banyak yang canggih dan dengan fasilitas yang sangat mumpuni dengan kemampuan operasional yang terlatih.


Namun ada beberapa alat yang belum dimiliki oleh pihak puskesmas, sehingga jika para pasien membutuhkan penanganan tepat dan membutuhkan alat yang lebih canggih, maka harus dirujuk kerumah sakit.


Syafiyah menandatangani semua surat rujukan tersebut dengan cepat, agar pasien segera dapat dibawa ke rumah sakit.


Beberapa Fasilitas canggih yang ada dipuskesmas ialah pembelian dan hibah dri Satria saat menjabat sebagai kepala puskesmas dan masih berfungsi hingga kini setelah Syafiyah menjabat sebagai kepala puskesmas.


Syafiyah menyandarkan kepalanya disandaran kursi kerjanya setelah Ia selesai menandatangi surat rujukan tersebut.


Ia tidak mengerti mengapa sosok itu selalu mengikutinya dan inginkan janin didalam kandungannya.


Rasanya Syafiyah bagaikan sedang berada didalam bayang-bayang ketakutan dan tak dapat lepas dari sosok makhluk mengerikan itu.


Tak berselang lama, terdengar suara ketukan dipintu.


Tok..tok..tok..


"Masuk" jawab Syafiyah dengan singkat.


Seaat pintu terbuka dan tampak Mirna berdiri diambang pintu, dan tanpa berkata apapun, Ia masuk kedalam ruang kerja Syafiyah yang tampak bingung dengan kehadiran sang madu yang datang dengan tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.


Mirna membawa wadah makanan, lalu meletakkannya diatas meja Syafiyah, dan Ia membawa sebuah gelang tasbih yang pernah diberikan oleh Satria kepada Syafiyah.


Dengan santai Mirna berjalan menuju meja kerja Syafiyah yang mana Syafiyah masih melongo menatap wanita tersebut.


Mirna meletakkan wadah makanan itu diatas meja, lalu tanpa persetujuan Syafiyah Ia menarik pergelangan tangan Syafiyah dan memakaikan gelang tasbih tersebut ke pergelangan tangan Syafiyah.


"Jangan dilepas, Ya Mbak.. Ada banyak bahaya diluaran" ucap Mirna sembari melepaskan tangan Syafiyah setelah selesai mengenakan gelang tasbih tersebut.


"Dan ini sarapan buat Mbak, tadi belum sempat sarapan, kasihan janin yang ada didalam kandungan Mbak belum mendapatkan asupan apapun pagi ini" ucap Mirna, lalu beranjak pergi meningalkan ruang kerja Syafiyah yang membuat Syafiyah melongo dengan segala apa yang diperbuat sang madu.


Setelah kepergian Mirna, Syafiyah memandang gelang tasbih tersebut. Tasbih itu terbuat dari bulir kayu yang diukir dengan begitu halus dengan lapas 'Allahu' dan bulirnya tampak kuat dan menyimpan energi positif yang akan menjaga penggunanya.


Namun Syafiyah merasa tidak begitu menyukainya, apalagi Ia merasa gelang tasbih itu sangat menganggu penampilannya.