MIRNA

MIRNA
episode 164



Warga tersentak kaget mendengar ucapan Rusli yang kini sedang menggendong istrinya.


Mereka tidak menyangka mereka malam ini kecolongan dua warganya dalam satu malam saja.


Seprtinya Yanti sengaja membuat kerusuhan dengan mendahulukan korban pria, dan membuat fokus mengurus jenazah korban pria, lalu melupakan patroli untuk warga hamil.


Warga semakin sangat resah dengan peritiwa yang terus terjadi dengan sangat beruntun.


Semakin lama, Desa ini akan menjadi desa mati yang perlahan akan ditinggalkan oleh warganya dan mengungsi ke tempat yang aman.


Ambulance datang membawa Yuni yang tampak sangat pucat kehabisan darah karena disesap oleh makhluk menjijikkan tersebut.


Yuni dipasangin safetybell dan Rusli terus menggenggam jemari tangan sanga istri dan terus berdoa untuk keselamatannya.


Ia bahkan tak dapat lagi mengurai air matanya, sebab Ia juga harus kehilangan janinnya tanpa jejak.


Saat pertama kali melihat Yuni tanpa sehelai benangpun, ada rasa curiga jika Yuni berma-in gila dengan pria lain, namun saat melihat Yuni berlumuran darah dari jalan lahirnya dan janin mereka menghilang, maka Rusli menyimpulkan jika janinnya sudah diambil sang kuntilanak tersebut.


Sesampainya di puskesmas, Yuni mendapatkan perawatan dengan cepat untuk mengembalikan darahnya yang terserap.


Sementara itu, kakek Nugroho kink menjadi buronan sebagai orang yang tertuduh melakukan praktek ilmu hitam dan orang yang melakukan pembunuhan berantai sebagai pencabut organ vital bagi kaum lelaki.


Warga yang mendengar issu tersebut, lalu beramai-ramai membakar gubuk reot kakek Nugroho.


Bahkan warga akan menegakkan hukum rimba andai saja menemukan kake Nugroho berkeliaran disekitar desa.


Kakek renta itu menyaksikan gubuknya dibakar warg dari kejauhan. Ia semakin menaruh dendam kepada wajah-wajah yang sudah membakar gubuknya tersebut.


Sosok renta itu melesat memasuki rumah Lela, lalu bersemayam di diabalik pintu kamar sang janda.


Yuni mengerjapka kedua matanya, Ia menatap sekelilingnya, dan menyadari jika Ia sedang dirawat di puskesmas dengan jarum infus ditangannya.


Sesaat Ia menatap pada Rusli sang suami, dan Ia berteriak histeris. Sepertinya Ia mengalami trauma saat melihat wajah Rusli.


"Sayang.. Tenanglah.. Ini Abang, Sayang.." ucap Rusli mencoba menenanngkan istrinya


"Ha-hantu" ucapnya lirih dengan tubuh menggeletar.


Seketika Rusli meyakini jika yang dilihat istrinya adalah sesuatu yang sangat sangat menakutkan sehingga Yuni masih tampak sangat ketakutan.


Rusli mencoba menyentuh Yuni, namun dengan cepat wanita itu menepiskan tangan sang suami yang mana Ia masih mengingat bagaimana malam itu sang suami yang mengajaknya bercinta dengan sangat kasar, namun tiba-tkba merubah wujud menjadi makluk mengerikan.


Rusli mencoba meyakinkan Yuni jika Ia adalah suaminya.


Namun Yuni seolah tidak menerima penjelasan sang suami dan dengan wajah ketakutan Ia berteriak meminta Rusli segera pergi meninggalkannya.


Rusli sangat takut jika nanti Yuni mengalami babyblues yang mana dapat menyerang mental Istrinya.


Sesaat Rusli memilih untuk pergi dan mencari seorang ustaz untuk menenangkan Yuni yang tampak sangat ketakutan.


Setelah mendatangkan seorang ustaz, Yuni dibacakan doa-doa ruqyah dan akhirnya Yuni sedikit mulai berangsur tenang.


Yuni mulai dapat menerima kehadiran Rusli, lalu dapat diajak komunikasi.


Yuni mengatakan jika malam itu Rusli pulang kerumah dan mengagakan rindu kepadanya, lalu meminta jatah malamnya dan Yuni memberinya secara sukarela..


Namun semakin lama Rusli berubah kasar hingga membuatnya kontraksi dan Ia merasakan sangat sakit hingga membuatnya tak sadarkan diri, namun saat sebelum Ia pingsan, Ia sempat melihat Ruslj merubah wujudnya menjadi sosok menakutkan hingga akhirnya Ia tak sadakan diri.


Seketika mereka tersentak mendengar penuturan dari Yuni.


Akhirnya mereka menyimpulkan Yuni digauli oleh makhluk mengerikan bernama genderuwo.


Seketika Yuni bergidik ketakutan, lalu tersadar jika dia tak lagi memiliki janin dalam rahimnya, sebab perutnya sudah terlihat sudah rata, dan Yuni menangis hiteris.


Rusli mendekap kepala Yuni, lalu membelainya dengan lembut.


"Sabarlah, sayang.. Kita belum diberi kepercayaan untuk mendapatkan buah hati" ucap Rusli mencoba menguatkan hati sang istri, meskipun hatinya sendiri rapuh.


Yuni terisak dalam dekapan sang suami yang mencoba menenangkannya.


Sementara itu, kakek Nugroho yang kini dalam wujud mengerikan masih betah dibalik sudut dinding dibalik pintu kamar dan akan kembali menanti malam untuk dapat berkeliaran.


Lela masih melayani pelanggan warungnya setiap saat selalu ramai, namun untuk saat ini hanya sebatas siang saja, sebab jika menjelang maghrib, maka warga tidak lagi akan ada yang berani keluar rumah, dann warungnya menjadi sepi tanpa pelanggan.


Oleh sebab itu, akhirnya Lela untuk saat ini membuka warungnya hingga pukul 6 sore saja.


Setelah menutup warung, maka Lela akan melayani hasrat untuk sang genderuwo sebagai setoran untuk imbalan jika makhluk mengerikan itu telab membantu membuat warungnya ramai.


Makhluk iblis itu melihat Lela memasuki kamar, maka seperti biasa, sosok genderuwo itu akan menyergap Lela yang mana kali ini baru saja akan menyimpan uang hasil berdagangnya.


Lela hanya pasrah. Saat pria dalam wujud berbulu itu mendekapny. makhluk itu memberikan cumbuan rayuannya yang sangat memabukkan.


Lela tak dapat membantah jika Ia benar-benar menyukai cumbu rayu dari sang genderuwo.


Disisi lain, Rusli terus membacakan doa-doa ruqyah kepada Yuni agar tetap sabar dan sadar dari segala tipu daya setan yang menyesatkan.


meskipun masih dalam sesenggukkan, akhirnya Yuni kembali tenang dan mulai mengontrol dirinya.


Dalam hati Rusli berdoa agar siapapun yang melakukan perbuatan menculik bayinya medapatkan hukuman yang seberat-beratnya dari sang Rabb penguasa alam semesta.


Rusli tidak merelakan jika janinnya dijadikan tumbal untuk persekutuan dengan iblis. Meskipun Ia sudah mengatakan kepada Yuni iatrinya dengan kata sabar, namun tetap saja hatinya merasa sakit.


Disisi lain, Wanda yang juga saat ini sedang mengandung 5 bulan merasa was-was setelah mendengar kabar kegemparan dari warga desa.


Wanda tak henti-hentinya terus berdzikir dan memohon perlindunganya.


Tak hanya itu, Ibu Didi juga semakin intens membaca ayat suci Al-Qur'an yang semakin membuat para iblis tak dapat menembus kedalam rumah mereka.


Selain itu, Didi menjadi suami siaga, Ia tidak akan meninggalkan Wanda sendirian dimalam hari, sebab Ia tidak ingin kecolongan seperti warga lainnya.


Ia juga.tidak rela jika janinnya hilang dijadikan sebagai tumbal kekayaan yang ataupun ilmu hitam dari manusia laknat.


Didi akan terus ada untuk menjaga Wanda dari segala apapun itu.


Setelah membacakan ayat ruqyah untuk sang istri, maka Wanda mulai terelap dalam tidurnya, dan Didi meniupnya ketelapak tangannya, lalu menuapukan keseluruh tubuh wanda sebagai mana pesan Rasulullah, agar terhindar dari sihir, santet, dan juga gangguan makhluk ghaib.