
Waktu menunjukkan pukul 9 malam. Mirna bary menyadari jika Ia lupa membeli bahan untuk sarapan esok pagi dan stok bahan dirumah sudah habis.
Kedua anaknya sudah tidur, dan Satria tampaknya masih dengan pekerjaannya. Karena terburu-buru, Mirna pergi ke luar untuk membeli bahan masakan untuk esok, agar kedua anaknya tetap sarapan dan membawa bekal pergi ke sekolah.
Mirna menghidupkan mesin motornya, dan ternyata Ia kehabisan bahan bakar, maka dengan terpaksa Ia berjalan kaki menuju toko sembako milik pak Joko.
Saat menutup pintu gerbang rumah, tampak kang Ujang masih berjualan dipinggir jalan dibawah pohon rambutan.
Warung kang Ujang yang hanya menggunakan tenda itu tampak sepi, sebab warga masih merasa takut berkeliaran malam karena teror jin qorin Yanti masih merebak dimasyarakat dan membuat warga merasa takut.
Namun sepertinya Kang Ujang tidak patah semangat dan terus berusaha untuk menjemput rezekinya.
Mirna berjalan menuju utara yang berlawanan dari arah warung bakso Kang Ujang, sebab Ia akan menuju toko sembako milik Pak Joko.
Suasana sepi dan juga lumayan gelap. Lampu jalan yang berjarak seratus meter itu menajdi pencahayaan yang menuntun jalannya.
Seketika Mirna merasakan jika ada sekelebat bayangan yang sedari tadi terus mengikutinya, namun Ia mencoba mengabaikannya.
Suasana yang sangat begitu sepi dan juga mencekam menambah kengerian malam ini. Namun tidak bagi Mirna, Ia merasa biasa saja menyusuri jalanan sepi tersebut.
Wajah cantik Mirna terbias cahaya rembulan yang menambah pesona ke anggunannya. Sebuah gamis yang Ia kenakan dengan hijab sederhana, tak membuatnya berkurang kecantikannya.
Sebuah mobil berhenti dengan tiba-tiba dan tampaknya itu adalah orang luar desa yang tanpa sengaja melintas atau memiliki niat lain saat melihat wanita cantik penuh pesona berjalan sendirian di jalanan sepi karena warga sudah menutup pintu rumah mereka di saat waktu belum menujukkan tengah malam.
Mobil itu berisi lima orang pria bertubuh kekar yang tampaknya memiliki sebuah tujuan yang tidak baik datang ke desa ini.
Mirna mencoba untuk terus berjalan, namun tampaknya mobil itu terus mengukutinya dan hingga akhirnya berhenti tepat menghalangi jalan Mirna dan membuka pintu.
Lalu keluar dua orang pria bertubuh kekar dan mencoba menghadang langkah Mirna.
"Hallo, Mbak cantik.. Malam seperti ini mengapa harus berjalan sendirian? Bisa temani Kita?" Ucap salah seorang diantara mereka dengan pandangan mata yang menjelajahi tiap lekuk tubuh Mirna.
Mirna mengeheka nafasnya, disaat bersamaan Ja melihat sekelebatan bayangan sosok hitam yang Ia tau siapa sosok tersebut.
Mirna tak menjawab pertanyaan dari pria itu, Ia mencoba menyingkir dari jalan mereka dan memilih mengambil jalan pinggir.
Namun sebuah tangan kekar mencekal lengan rampingnya. Meskipun Mirna menutup tubuhnya dengan gamis dan hijab, namun ke lima pria itu mengetahui jika Mirna memiliki tubuh dan wajah indah penuh pesona.
Pria itu dengan cepat menarik tubuh ramping Mirna dengan sekali hentakan dan satu pria lainnya mencoba menarik Mirna masuk kedalam mobil.
Namun sepertinya mereka salah sasaran, karena Mirna menghentakkan kedua lengannya, lalu menyiku kedua dada kekar pria itu dengan tenaga dalamnya hingga membuat keduanya terpekik kesakitan.
Erangan keduanya membuat ketiga rekannya yang masih berada didalam mobil ikut membantu dan mencoba menarik hijab Mirna. Alangkah terperangahnya mereka saat melihat wanita itu begitu sangat anggun.
Mereka semakin bersemangat dan ingin merasakan wanita cantik itu dalam kehangatan malam ini.
Saat satu pria mencekal pundaknya, Mirna menarik jemari pria itu, lalu mematahkannya dengan menekuknya berlawanan arah, sehingga membuat jeritan yang sangat miris.
Mirna menarik satu pria yang menahannya didepan pintu mobil, lalu memutar tubuh pria itu dan melayangkan tendangannya hingga tubuh kekar tesebut tersungkur ditepi jalan dan membentur aspal jalanan.
Lalu satu orang pria lainnya mengeluarkan sebilah badik yang sedari tadi dipegangnya dan menggores punggung Mirna.
Aaaaaarrrrgh...
Pria itu terpekik kesakitan dan melihat darah mengucur dari telapak tangannya dan Mirna melayangkan tinjunya ke dada pria itu hingga terhuyung.
Lalu ketiga pria yang berada didalam mobil berhamburan turun dan berusaha menangkap Mirna.
Ini sangat memalukan bagi mereka karena seorang wanita mengalahkan mereka yang terkenal sebagai begal yang penuh kesadisannya.
Sesaat dua pria menangkap lengan Mirna dan berusaha mengungkung Mirna agar tidak dapat memberontak.
Namun dengan mudahnya Mirna menghempaskan kedua pria hingga kelala keduanya beradu membentur dan Mirna kembali memutar tubuhnya lalu menekan sikunya ke wajah kedua pria itu, hingga membuat hidung keduanya berdarah.
Belum sempat keduanya sadar akan apa yang terjadi, Mirna melayangkan tendangannya kepada keduanya hingga terjerambab ditepian jalan.
Sesaat sopir dari mobul tersebut mengeluarkan sebuah senjata api dan mengarahkannya tepat dikepala bagian belakang Mirna dan menarik pelatuknya.
Mirna yang menyadari hal tersebut, merundukkan kepalanya, dan..
Dooooor...
Peluru itu menyasar mengenai badan mobil. Lalu kini mereka berhadapan dan saling tatap satu sama lain.
Kedua mata mereka beradu. Pria itu merasa serba salah menghadapi Mirna. Wajah cantik itu begitu memesonanya, namun Ia juga ingin merasakan bagaimana hangatnya sang wanita.
"Pergilah..!! Bawa teman-temanmu atau Kau akan melihat kematian yang menyakitkan" Ucap Mirna dengan nada penuh ancaman.
Pria itu tak mengindahkan ucapan Mirna, Ia kembali meluncurkan tembakannya, namun Mirna berhasil menangkap peluru tersebut dengan menggunakan jemari telunjuk dan jemari tengahnya.
Pria itu terperangah dan tidak menduga jika wanita dihadapannya memiliki keahlian yang sangat berbeda, bahkan wanita dihadapannya tidak memiliki rasa takut sedikitpun.
Mirna melemparkan peluru tersebut ke arah pria itu, namun sasarannya sebuah pohon rindang dibelakangnya, dan Ia ingin membuat pria itu takut.
Seketika pria itu bergetar tubuhnya, dan Mirna berjalan mengahmpirinya, membuat tubuh pria itu kaku gak bergerak.
Setelah jarak mereka cukup dekat, Mirna menarik kerah baju sang pria, lalu mengangkat tubuh pria kekar itu dengan satu tangannya saja.
Pria itu benar-benar tidak menduga wanita secantik dan seramping Mirna dapat mengangkatnya dengan mudah.
Lalu Mirna melemparkan tubuh pria itu ke atas badan mobil dan..
Braaaaak...
Tubuh pria itu terdampar diatas atap mobil dengan pinggangnya yang terasa sangat sakit.
Saat bersamaan, Mirna merasakan Rey berada di sekitarnya.
Ia mengetahui jika sosok itu sedang mengincar lato-lato kelima pria itu. Maka Ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Tak berselang lama, sebuah mobli patroli tampak melintas dikejauhan, Ia mengetahui polisi sering melakukan patroli sejak kejadian teror jin qorin Yanti dan juga menghilanglanya lato-lato pria yang menjadi korban kesadisan sosok yang belum terungkap.