
warung Yanti sudah hangus tanpa sisa. Kini hanya tinggal puing-puing dan juga debu yang tampak menyisakan berbagai material yang hanya tinggal abu saja.
Polisi kembali datang dan mencoba menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi.
Serpihan debu dari sisa kebakaran tak luput dari penyelidikan.
Dan saat salah seorang polisi berjalan ke arah bagian dapur, Ia melihat di bagian sebuah ruangan yang dipastikan itu kamar terdapat 4 tumpukan serpihan debu berbentuk jasad manusia, dan satunya menyerupai gorilla dan satu serpihan debu berbentuk bintang.
Penyidik itu memanggil rekannya, lalu memotretnya dan meminta 4 kantong transfaran untuk memisahkan beberapa bagian debu milik jasad yang terbakar tersebut.
Lalu dua kantong lagi untuk serpihan debu yang mirip dengan gorilla dan tulang binatang reptil.
Polisi melihat jika ini adalah hal yang ganjil. Mereka mencoba mencari siapa pemilik dari warung tersebut, sebab warung ini disinyalir menjadi tempat pembunuhan berantai.
Lalu polisi membawa sample yang ditemukan untuk diselidiki dan dijadikan barang bukti yang mana akan memperkuat jika pemilik warung adalah seorang phsycophat.
Polisi bekerja keras mengungkap kejadian yang sangat mencurigakan diwarung Yanti dan menguji laboratorium demi mendapatkan hasil yang dapat memperkuat jasad siapa itu sebenarnya.
Sementara itu, Didi dan Dino mendengar warung Yanti terbakar, keduanya saling pandang. Bahkan desas-desus jika ditemukan adanya serpihan debu jasad mirip gorilla dan beberapa tulang belulang jasad manusia yang juga berada disatu tempat yang sama dan tulang hewan reptil juga.
"Din.. Apa yang disebut-sebut jasad yang sudah menjadi debu mirip gorilla itu yang kita temukan waktu itu?" tanya Didi pada sahabatnya.
Dino tampak diam, mencoba memikirkan apa yang dikatakan oleh sahabatnya.
"Mungkin bisa jadi. Dan hewan reptil itu biawak yang dibelinya dari kita waktu itu" jawab Dino.
"Dan 4 jasad yang bertumpuk dan kini sudah menjadi debu adalah korban yang dikorbankan?" Didi mencoba menganalisa pemikirannya dari peristiwa aneh tersebut.
Seketika keduanya merinding membayangkan jika sampai itu benar-benar terjadi.
"Kalau begitu, berarti Mbak Yanti phsycophat atau juga melakukan ritual pesugihan" Didi mulai mencari keterkaitan diantara semua peristiwa yang terjadi.
"Dan waktu itu, Dia mencoba menjebakku untuk menjadikan tumbal yang berikutnya" jawab Dino menimpali ucapan Didi.
Seketika Ia menyesal akan perbuatannya yang waktu itu telah berprasangka buruk kepada sahabatnya.
Padahal secara tak langsung Didi telah menyelamatkan nyawanya dari sesuatu yang mengerikan.
"Aku curiga jika masih ada jasad lain yang disembunyikan Mbak Yanti disekitaran warungnya. Dan biawak itu untuk apa dipeliharanya coba?"Didi kembali menganalisanya.
"Biawakkan memakan daging, apakah biawak itu dipelihara untuk memakan daging korbannya?" Dino ikut menganalisa.
Keduanya kini larut dalam pemikiran mereka dan merasa sangat bergidik jika membayangkannya.
Siapa sangka nantinya jika Yanti adalah pelaku tindak kejahatan yang mengerikan.
"Dan warungnya dijadikan sebagai formalitas untuk mencari korban dengan cara sangat mudahnya, sebab korban yang akan datang sendiri untuk menyerahkan nyawanya." Didi kembali berfikir.
Malam telah datang.. Kegelapan dan kesunyian yang mencekam menemani insan kesepian.
Sementara itu, Yanti masih berada dibawah pohon beringin. Ia akan memulai aksinya mencari tumbal janin untuk melancarkan penyempurnaan Nini Maru.
Dengan cepat Ia melesat keluar dari hutan dan menyelinap dari balik pohon satu ke pohon lainnya.
Setelah mencapai desa. Suasana sepi hening dan karena warga sudah terlelap dengan tidurnya.
Wanita setengah iblis itu berjalan melesat menuju sebuah rumah yang dihuni oleh seorang wanita yang kini sedang hamil besar.
Lalu sang genderuwo itu datang dengan cepat dan mematuhi ucapan Yanti yang kini dalam pengaruh Nini Maru.
"Ayolah, Ki.. cepat berubah menjadi suaminya" titah Yanti tak sabar.
Iblis jantan itu menganggukkan kepalanya dan segera merubah wujud menjadi Paijo suami dari Lisa.
Dengan bantuan sebuah sebatang kayu, Kakke Nugroho yang sudah merubah wujudnya menjadi paijo kini mengetuk pintu tersebut menggunakan batang kayu "Dik Lisa.. Dik Lisa.. Buka pintunya, ini Mas paijo pulang dik"
Lisa yang saat ini sedang hamil besat dan sangat sulit tidur mendengar suara suaminya pulang.
Tanpa berfikir panjang Ia bergegas membuka pintu kamar dan menuju pitu utama dengan berjalan tertatih.
"Dik.. Dik Lisa cepat buka pintunya" terdengar suara paijo yang kini semakin jelas ditelinganya.
Lalu Ia segera membuka pintu utama tersebut dan melihat Suaminya yang sudah lama merantau kembali pulang. Namun Ia berda menjauh dari pintu.
"Dik.. Kemarilah Dik.. Ada sesuatu yang Mas bawa untuk oleh-oleh" ucap Paijo palsu dan dan berjalan menggiring Lisa ke bawah sebuah pohon.
Lisa menganggukkan kepalanya, dan mengikuti Paijo.
Sesampainya dibawah pohon Paijo palsu mendekap Lisa dan mencumbu wanita itu.
"Mas, udah kangen sama adik" bisik Paijo palsu dengan rayuannya.
"Tapi, Mas.. Maafkan Lisa karena mengan..." ucapannya terputus saat paijo membungkam mulutnya dengan cumbuannya.
Lisa merasa senang, sebab Ia menganggap Paijo memaafkannya meskipun Ia mengkhianati pernikahan mereka.
Paijo palsu terus membuat Lisa melayang. Ia sengaja membuat Lisa berulangkali mencapai puncaknya untuk membuat resiko kontraksi.
Tanpa sadar Lisa berulangkali mencapai puncak surgawinya yang mana paijo tanpa ampun memberi jeda kepada Lisa.
Akibat terus menerus mencapai puncaknya yang berlebiha, seketika Lisa mengalami kontraksi, dan saat itu Yanti datang dengan cepat menjulurkan tangannya masuk melalui jalur rahim dan menarik paksa janin itu keluar dari rahim tersebut.
Lisa yang kini masih dicumbu terus menerus oleh paijo palsu merasakan perutnya seperti diaduk-aduk dan sakitnya sangat luar biasa.
Paijo membekap mulut Lisa agar tak berteriak saat Yanti berhasil mengeluarkan janin tersebut dari rahim Lisa.
Sesaat Lisa tak sadarkan diri dan tersandar dibatang pobon.
Yanti segera melahab janin tersebut dengan rakusnya, hingga membuat penyatuan Ia dan Nini Maru semakin kuat.
Sementara itu selesai memakan janin tersebut, Yanti menyesap darah Lisa dari jalan lahir itu, dan melumurkannya keseluruh tubuhnya hingga mmebuatnya tak terlihat oleh siapapun.
Setelah puas, Ia masih menginginkan placenta atau ari-ari yang masih berada didalam rahim. Ia kembali merogoh jalur lahir tersebut dan dengan cepat dan kembali memakannya.
Setelah menyelesaikan semuanya, Kakek Nugroho pergi menghilang, begitu juga dengan Yanti yang meninggalkan Lisa sendirian di bawah batang pohon sendirian.
Yanti melesat cepat dan menuju hutan. Rasanya sangat lega ketika mendapatkan tumbal janin itu kembali dengan sangat memuAskan.
"Bagus Yanti.. Semakin cepat mendapatkan jumlah yang seharusnya, maka kekuatan Kita akan semakin sempurnah" bisik Nini Maru dengan parau.
Yanti yang kini sudah setengah iblis merasa bangga karena dapat membalaskan dendamnya dengan Lisa yang telah kabur dari warungnya.