
Sersan Adhit terjepit dibadan mobil dan tidak dapat melepaskan diri. Pandangannya tampak samar. Ia meliri ke arah sersan Jefry yang tampak mengerang kesakitan karena terbentur pintu mobil.
Saat ini Yanti telah melepaskan ikatan borgolnya yang sangat dengan mudah baginya untuk melepaskannya.
Yanti menghampiri sersan Jefry mana Ia mengalami patah tulang dibagian rusuknya karena terbentur jok depan. Dan kini posisi mereka sedang terbalik.
Sersan Jefry bahkan tak memiliki tenaga sekedar hanya untuk melepaskan saftybell nya dan saat Yanti menghampirinya dengan seringai, Ia hanya pasrah dan tak bergeming dengan tatapan yang nanar.
Yanti menarik resleting celana milik sersan Jefry dan saat ini Sersan Adhit hanya dapat melirik penuh kengerian. Ia juga tak dapat berbuat banyak, sebab dalam kondisi yang sama sulitnya.
Yanti mengeluarkan senjata sersan Jefry dan memacingnya agar segera bangun.
Namun karena kondisi yang memprihatikan, membuat senjata itu tak juga bangun.
Sekelebat bayangan hitam datang, dan dengan senyum menyeringai sosok bayangan hitam yang tak lain adalah Rey mencabut paksa senjata plus lato-lato milik sersan Jefry dengan sangat biadab.
Seketika kedua mata sersan Jefry membeliak dan meringis tertahan menahan rasa sakit yang sangat luar biasa.
Saat bersamaan, sekelebat bayangan wanita bercadar datang dan mengehentakkan selendangnya kepada dua makhkuk iblis itu dan dengan cepat dua mkahluk iblis itu menghilang.
Seketika orang-orang berdatangan dan menelfon mobil ambulance dan kesatuan unit polisi lalu mencoba mengevakuasi kedua polisi tersebut.
Tak berselang lama, unit bantuan datang dan menolong menyelamatkan kedua polisi malang tersebut.
Setelah berhasil mengevakuasinya, kemudian dibawa kerumah sakit dan dengan menggunakan ambulance.
Sesampainya dirumah sakit keduanya mendapatkan pertolongan dengan segera dan akhirnya keduanya terselamatkan, meskipun sersan Jefry harus kehilangan senjata ampuhnya.
Yanti menghilang menembus kegelapan malam dan menuju kedalam hutan, sedangkan Rey masih menikmati senjata milik Sersan Jefry dengan sangat rakusnya.
Kejadian yang menimpa sersan Jefry, tentu membuat kegemparan yang sangat menghebohkan. Dimana Sersan Jefry satu-satunya korban kehilangan lato-lato yang masih hidup dan saksi kunci siapa pelakunya.
Begitu juga dengan sersan Adhit yang menyaksikan bagaimana sosok bayangan hitam yang dengan sangat sadis mencabut paksa senjata pamungkas milik sersan jefry.
Selama ini, kematian para korban yang kehilangan lato-latonya adalah kehabisan darah karena setelah dicabut pakasa tidak mendapatkan pertolongan dan Yanti membiarkan korbannya hingga meregang nyawa.
Keesokan harinya, dua orang penyidik dalam satuan unit mengunjungi keduanya. Yang mana kini keduanya sudah tampak membaik dan mulai bisa diajak berkomunikasi dengan lancar.
Keduanya ditanyai bagaimana peristiwa itu terjadi. Namun para sesama rekan penyidik menemukan phonsel mereka dan melihat hasil rekaman cctv yang memperlihatkan bagaimana mereka dapat menangkap sang buronan yang tampak tidak melakukan perlawanan apapun.
Namun borgol ditemukan terbuka tanpa melepas kuncinya. Dan ini sangat sesuatu yang aneh dan tidak masuk akal.
Sersan Adiht dan juga sersan Jefry menjelasakan apa yang terjadi dengan sebenarnya. Namun dalam dunia kepolisian, tentu hal itu sangatlah hal yang mustahil.
Namun mereka akan segera melakukan pengejaran kepada Yanti juga sosok bayangan hitam yang disebutkan kedua Sersan itu.
Haruskah pihak kepolisian menggunakan bantuan paranormal untuk mengatasi kasus yang yang sedang terjadi dan pelakunya dianggap menganut ilmu aliran hitam.
Mereka berkumpul dan membahas masalah ini. Bahkan mereka memanggil Badu sang ayah Yanti untuk dimintai keterangan.
Dengan tegas Badu membantah tudingan warga yang kini menyudutkan atas kesalahan yang dibuat oleh puterinya.
"Saya tidak tahu masalah ini. Sebab saya sudah lama tidak bertemu atau berkomunikasi dengan puteri saya.."jawab Badu mencoba membela dirinya dari segala tudingan yang diarahkan kepadanya.
Dengan segala caci maki dan juga hujatan yang sangat menyakitkan dari warga, membuat Badu dan membawa serta istrinya mengasingkan dirinya kembali kekampung halamannya dan memilih untuk tidak bergaul dan mengurung diri dirumah orangtuanya.
Sementara itu, Yanti juga tak dapat ditemukan.
Bila malam hari. Warga tak ada yang berani beraktifitas sendirian diluar rumah. Mereka merasa ketakutan dan juga was-was jika suatu saat Yanti muncul didesa ini, dan mereka sepakat akan membakarnya saja.
Sementara itu, Yanti duduk bersila dan mengatupkan kedua tangannya layaknya orang sedang melakuka semedi.
Wanita itu memejamkan kedua matanya dan dengan segera membacakan mantra untuk membuatnya semakin kebal dan menambah energi negatifnya.
Lela melihat warungnya sangat sepi. Bahkan Didi dan juga Dino tak pernah lagi singgah ke warungnya sejak saat Didi memergoki Dino sedang menggarapnya didapur.
Desas-desus tentang Yanti yang menganut ilmu hitam dengan menumbalkan organ vital milik para pria, membuat Lela merinding ketakutan.
Sebab dimana Yanti pernah sempat bekerja dengannya diwarung ini dan membuka jasa plus-plus. Namun akhirnya Yanti membuka warung sendiri dan menjadi pesaingnya kala itu.
Lela menatap dagangannya yang masih banyak dan belum juga ada yang datang membeli. Sementara ini, Lela mengandalkan warungnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Biasanya Didi dan Dino setiap malam akan selalu nongkrong diwarungnya bermain phonsel dan memesan makanan dan minuman yang setidaknya membantu dagangannya terjual
kini suasana sunyi dan juga sepi. Warga juga tidak ada yang berani yang melintas karena sudah mendapat peringatan agar tidak berkeluyuran malam hari jika tidak ada keperluan yang mendadak dan sangat penting.
Warung sembako dan lainnya juga akan segera tutup sebelum pukul 6 sore. desa mereka seolah desa mati yang tak berpenghuni pada malam hari.
Saat Lela dalam kebingungan. Kakek Nugroho datang menghampirinya. Ia memesan kopi hitam kepada Yanti dan memilih duduk dibangku kosong dengan tatapan nyalang.
Yanti menyeduh kopi hitam permintaan dari kakek Nugroho, lalu mengantarkannya kepada pria senja itu.
"Bagaimana ini, Kek.. Warungku sepi sekali. Aku tidak dapat pemasukan untuk beberapa hari ini. Bagaimana aku harus memutar modalku dan memenuhi kehidpanku jika warung sepi terus-terusan seperti ini" Lela mengeluhkan nasibnya yang tak beruntung.
"Jangan takut, selama ada kakek disini, kamu akan baik-baik saja, dan semua kebutuhanmu akan kakek penuhi, asalkan kamu tetap melayani kakek" jawab Kakek Nugroho dengan senyum seringainya.
Lela menatap pria senja itu dengan senyum sumringah dan mata yang berbinar.
"Apakah kakek butuh pelayanan sekarang?" tanya Lela dengan tak sabar.
Pria senja itu tanpa menjawab apapun menggiring Lela kedalam rumah dan mengunci pintu kamar untuk berbagi peluh dengan sang janda yang juga kesepian dan haus akan belaiAn pria. Bahkan janda itu rela menggadaikan tubuhnya dengan pria senja tersebut yang mana Ia juga mengetahui jika pria itu adalah jelmaan dari sang genderuwo.