MIRNA

MIRNA
episode 181



Rina berjalan mondar-mondir dikamarnya. Jantungnya begitu sangat berdebar tak menentu. Ia merasa bingung dengan apa yang dilakukannya.


Semua itu tak lepas dari sesuatu yang disembunyikankannya dibawah kolong ranjangnya.


Rina melirik seonggok daging yang mulai membusuk dan tentunya menegeluarkan aroma busuk yang sangat menyengat.


Belatung sudah berkeluaran dari daging yang sudah membusuk tersebut.


Ia kembali mengingat peristiwa saat malam itu, saat malam terakhir Ia bercinta dengan sosok Jali sebelum Ia ditemukan tewas mengenaskan.


Setelah bercinta dengan Jali, Ia merasa kelelahan dan semilir angin yang bertiup dan sangat dingin membuatnya sangat mengantuk dan akhirnya Ia tertidur lelap.


Setelah pukul 3 pagi Ia terbangun dan merasa sesak pipis. Ia menggeliatkan tubuhnya karena merasa begitu sangat pegal dan kelelahan setelah Jali menggempurnya dengan sangat liar.


Saat Ia menunrunkan satu kakinya dari ranjang, Ia merasakan menginjak seauatu yang lengket dan merupakan cairan kental yang sangat membuatnya merasa sangat penasaran serta aroma amis menyeruak memenuhi ruangan kamar kontrakannya.


Saat Ia melongok kebawah tepian ranjangnya, Ia melihat Jali sudah tersungkur dilantai dengan bersimbah darah dan tubuhnya sudah mulai kaku.


Rina menjadi panik dan tak ingin jadi tersangka apalagi dipenjara dengan tuduhan sebagai pemnunuh Jali.


Karena panik, Ia menyembunyikan jasad Jali dikolong ranjangnya.


Namun jasad itu semakin lama mengegluarkan bau menyengat dan membuat Rina semakin panik.


Dan saat ini Ia kembali gelisah, sebab aroma busuk dan juga belatung yang mulai mengerumuni jasad Jali tak lagi dapat disembunyikannya.


Rina sudah mencoba menghilanglan aroma bau tersebut menggunakan cairan spray pembasmi nyamuk, namun tak juga dapat menutupi aroma busuk tersebut.


Akhirany Rina memutuskan untuk pergi dari rumah kontrakan dan memilih untuk merantau agar tidak dapat ditemukan.


Ia mengemasi pakaiannya dan membawa sepeda motornya untuk pergi menjauh dari desa itu sebelum dicurigai warga karena aroma busuk dari jasad Jali sangat semakin mengganggu penciumannya.


Dan beberapa tetangganya mulai bertanya-tanya tentang aroma yang tercium begitu sangat menyengat.


Rina selalu mengatakan jika itu adalah aroma bangkai tikus yang ada diplafon rumahhnya.


Malam ini Rina merencanakan pelarian dirinya, Ia melihat para tetangganya sudah tertidur lelap, dan Ia menggunakan sepeda motornya mengendap-endap layaknya maling segera bergegas mendorong sepeda motornya hingga menjauh ke simpang, lalu dengan segera tancap gas.


Dalam kondisi tubuh begetar karena ketakutan, Ia mengendarai motornya tidak tahu kemana arah tujuan. Hingga akhirnya Ia memasuki sebuah jalanan sunyi dan tanpa sadar memasuki area pedalaman yang tumbuhi dengan semak belukar dan juga hutan dikanan dan kiri jalan yang Ia lalui.


Setelah memakan waktu hampir 1 jam lamanya dari pelariannya tersebut, Ia melihat sebuah rumah dengan cahaya lampu temaram yang terbuat dari kaleng minuman, tidak ada listrik yang meneranginya. Karena malam semakin larut, Ia berniat untuk menumpang istrihat sejenak dirumah itu, sebelum esok melakukan perjalanannya kembali.


Rina memarkirkan motornya didepan halaman rumah bertungkat yang terbuat dari kayu.


Ia mencoba mengetuknya, berharap sang pemilik rumah berkenan membuka pintu untuknya yang kini dalam kondisi kedinginan dan juga rasa takut yang melandanya.. Rina menapaki anak tangga yang terbuat dari kayu tersebut, lalu dengan harapan jika sang pemilik rumah membukakam pintu untuknya.


Tok..tok..tok..


Rina memberanikan dirinya mengetuk pintu rumah tersebut. Tak berselang lama Ia mendengar suara derap langkah kaki seseorang yang menuju kearah pintu depan.


Kreeeek..


Pria itu menatap Rina dengan tatapan seringai dan juga liar.


Bagaimana mungkin ditengah malam selarut ininada seorang mangsa yang menyerahkan dirinya.


"Maaf, Pak.. Apakah Ibu ada dirumah?" tanya Rina yang tampak gelisah dan juga sedikit risih karena tatapan Pria itu yang terlihat sangat mencolok.


"Ada keperluan apa?" tanya sosok pria yang tak alin adalah Ki Brewok.


"Anu, Pak.. Mau numpang tidur untuk malam ini saja, sebab saya kemalaman dijalan" ucap Rjna dengan tubuh bergetar.


Tanpa menunggu lama, Ki Brewok menarik Rina masuk kedalam. Ia sudah tahu apa yang menjadi tujuan dari wanita itu, maka Ia mencoba memanfaatkannya.


"Jika hanya menumpang tidur, saya masih sanggup menerimanya" Jawab Ki Brewok, lalu menggiring Rina memasuki kamar yang tampak gelap.


Dan ternyata Rina telah salah dalam memilih tempat berteduh, sebab sejak malam ini dan seterusnya, Ia akan menjadi santapan bagi Brewok dan juga anak lelakinya yang mendapatkan seorang pemuas hasrat mereka.


Rina tak lagi dapat melepaskan dirinya, saat dua orang pria itu menyergapnya dan tak memberikan jeda waktu untuknya dalam mengambil waktu beristirahat.


Keesokan paginya, warga mulai merasa curiga dengan aroma busuk yang terus menyeruak. Tetangga mulai mendekati rumah kontrakan Rina yang mana sudah pukul 9 pagi juga belum terbuka pintunya. Mereka mengetuk rumah itu berulang kali, namun sang pemilik rumah tak juga tampak ada tanda-tanda didalam rumah.


Dengan rasa penasaran dan kecurigaan yang sangat besar, akhirnya mereka mendobrak pintu tersebut dengan beramai-ramai. Setelah bebeapa detik, akhirnya pintu terbuka dan mereka mencim aroma busik itu semakin sangat menyengat dan membuat mual pada perut.


Sebagian tetangga mengalami muntah-,muntah karena tidak tahan mencium aroma busuk tersebut.


Mereka tidak menemukan keberadaan Rina, lalu warga mencoba menelusuri sumber bau tersebut, dan saat mereka membuka pintu kamar, mereka dikejutkan dengan banyak belatung yang berkerumun dari balik kolong ranjang.


Dan yang paling menjijikkan, belatung-belatung itu menyebar hampir keseluruh lantai kamar.


beberapa emak-emak berteriak karena merasa ge-li juga jijik melihat belatung yang kini sudah bergerak-gerak hendak keluar dari kamar.


Salah seorang dari warga mengambil phonselnya dan menghidupkan senter untuk memeriksa apa yang berada dibawah kolong ranjang, dan saat Ia mencoba mendekatinya, ternyata itu adalah bangkai manusia dalam kondisi tanpa sehelau benangpun.


Aaaaargggh..


Ia beringsut mundur dan segera ngacir keluar dari kamar sembari berteriak "Mayat.. Ada maya dibawah ranjang Rina" teriak pria tersebut.


Teriakannya tentu mengundang tetangga lainnya dan mereka yang berkumpul dirumah Rina penasaran dengan isi kolong ranjang tersebut.


Seketika mereka berhamburan setelah mengetahui itu adalah jasad yang membusuk dan dipenuhi oleh belatung.


Pria yang pertama menemukan jasad Jali barusan segera menghubungi kepolisian dan menginformasikan adanya penemuan jasad membusuk dirumah kontrakan yang dihuni oleh Rina.


Dengan cepat polisi datang kelokasi kejadian penemuan jasad membusuk tersebut.


Polisi memasang garis polisi dirumah kontrakan tersebut.


Rina menjadi orang paling dicurigai karena Ia menghilang saat penemuan jasad dibawa kolong ranjangnya.


Hal ini menambah daftar panjang banyaknya pembunuhan sadis di desa tersebut.