MIRNA

MIRNA
Episode 76



Yanti merasa sangat menjadi wanita yang paling laris dan cantik karena menjadi rebutan para pria untuk saling menggarapnya.


Sebuah kebanggan tersendiri bagi Yanti menjadi bulan-bulanan para pria tersebut. Setelah mencapai puncak surgawinya, kini Yanti dan dan para pria yang diperkirakan berjumlah 10 orang itu terkapar karena kelelahan.


Mirna yang masih terjaga melihat dengan mata bathinnya tentang semua kejadian itu. Ia hanya menggelengkan kepalanya.


Sesaat Ia melihat sekwlebat bayangan hitam memasuki warung tersebut.


Ia mengerti apa yang akan dicari oleh sosok tersebut untuk mengambil lato-lato dari para pria yang terkapar tak sadarkan diri tersebut.


Mirna tidak ingin sosok itu begitu cepat menyempurnakan dirinya menjadi sosok terkuat. Ia segera melesat keluar dari ruamhnya.


Disaat semua orang terlelap, Ia masih berusaha terjaga. Dengan cepat Mirna melayang menuju warung tersebut.


sosok bayangan itu dengan cepat hendak menyambar salah satu lato-lato milik pria yang paling besar dan belum sempat tangan tanp bayangan itu menarik paksa lato-lato tersebut, tiba-tiba sebuah selendang melesat menghantam tangannya.


Wuuuuuuush... Taaak...


Suara desiran angin yang berhembus kuat menerpa tangan tak terlihat tersebut.


Sosok bayangan yang tak lain adalah Rey menoleh kearah pemilik selendang dan menatap Mirna dengan penuh kesal.


Ia bingung antara kesal dan juga cinta dengan sosok itu.


Ia berusaha menyempurnakan tumbal lato-lato untuk mendapatkan wujud sempurnah agar dapat memiliki Mirna.


Namun wanita yang diinginkannya justru menghalangi rencananya.


Sosok Rey melesat keluar menghampiri Mirna. Tatapannya penuh arti. Wajah buruk rupa dan sedikit berbulu yang hampir menutupi seluruh tubuh dan wajahnya menambah kesan menjijikkan dimata Mirna.


Ditambah lagi wajah Rey yang setengah rusak akibat hantaman ajian segoro geni milik Satria.


"Mengapa Kau menghalangi rencaku cantik? Tidakkah Kau ingin bersanding hidup denganku. Melahirkan anak-anak tangguh dan menguasai dunia hitam kejahatan" ucapnya parau.


Keinginnannya akan lato-lato yang begitu banyak tersaji dihadapannya membuatnya sedikit kehilangan fokus.


Bahkan Rey berniat menyantap satu korban seluruhnya. Naluri kanibalismenya kembali menyeruak dan tak tertahankan.


Mirna diam membisu, Ia menjulur selendangnya, lalu ujung selendang itu mengeluarkan kekuatan ghaib yang menghantam Rey denga sangat kuat.


Rey terpental jauh ke halaman yang ditumbuhi rerumputan.


Aaaaarggh..


"Tidak bisakah Kau sedikit lembut kepadaku, Hai wanita Cantik?" ucap Rey Marah. Ia meringis kesakitan, sebab dadanya mendapatkan hantaman tiba-tiba dari Mirna.


Ia memegamgi dadanya, lalu berusaha bangkit dan berdiri dengan sempoyongan.


Wujudnya kadang nyata dan kadang ilusi berganti-ganti dengan sekejap.


Mirna melayang dan kembali menjulurkan selendangnya, lalu mengikat pinggang Rey dengan sendirinya dan memutarkan tubuh itu layaknya gasing, lalu menghempaskannya ke sebatang pohon yang membuat dentuman yang sangat keras.


Seketika Rey terpekik kesakitan, lalu tubuh itu ditarik lagi dilemparkan sejauh mungkin. Nakun satu sosok wanita bergaun merah datang meyambar dan menangkapnya, lalu meletakkannya disebatang dahan.


"Mirnaaaa..." Teriak wanita bergaun merah itu dengan berang. DasarKau penkhianat..!! Enyahlah Kau..!" teriak wanita bergaun merah dengan rupa setengah terbakar.


Mirna tersentak kaget mendengar suara teriakan tersebut dan tak menduga jika pemilik suara itu adalah Nini Maru.


Sosok itu memberikan serangan tak terduga kepada Mirna, Ia menyasar pada perut dan ingi merusak janin dalam kandungan Mirna. Namun dengan cepat Sosok cahaya putih keperakan datang menyelematkannya, dan menghantam sosok Nini Maru.


"Aaarrrrggh.. sakit Ni.." teriak Sosok Rey saat Nini Maru menindihnya.


"Berisik..!! Kamu fikir kamu saja yang sakit" ucap Nini Maru ketus kepada Rey.


"Ayo, pergi dari sini. Chakra Mahkota mulai ikut campur" Titah Nini Maru kepada Rey.


Rey berusaha menyingkirkan tubuh tak kasat mata Nini Maru "Menyingkirlah, Ni.. Kau sangat berat sekali" cibir Rey dengan meringis.


"Enak saja Kau katakan Aku berat, Aku ini sangat ringan, sebab tubuhku langsing" jawab Nini Maru dengan tak suka, lalu menyingkir dari tubuh Rey.


Rey akhirnya lega "Mungkin keberatan dosa kali, Ni" jawab Rey sekenanya.


Seketika Nini Maru menjitak kepala Rey "Sialan Kau! Sesama pendosa mengataiku banyak dosa, lalu Kau itu bersih dari dosa?!" ucap Nini Maru kesal.


Dalam sekejab Nini Maru melayang dan meninggalkan Rey dengan kesal.


Rey beranjak pergi mengikuti Jejak Nini Maru, Sebab Ia tak ingin jadi korban Chakra Mahkota.


Setelah memastikan kedua makhluk laknat itu pergi, Chakra Mahkota juga menghilang dan meninggalkan Mirna.


Seaaat Mirna memandangi kearah warung Yanti dan melihat para manusia pendosa itu bergeimpangan di lantai dan dimanapun tempat dengan kondisi tanpa sehelai benangpun.


Mirna mehatap speaker yang masih berdentum dengan keras dan Mirna menggerakkan sebuah jerigen putih berisi 30 liter air fermentasi yang tak lain adalah tuak, lalu mengguyur kepada kesebelas orang tersebut.


Mereka terjaga dan kedinginan, namun kembali tertidur lagi.


Mirna melesat pergi meninggalkan warung dan menuju kamarnya.


Didalam kamarnya,Ia membelai lembut perutnya yang kini sedang berkembang sebuah sosok tangguh yang akan lahir kedunia.


Mirna merindukan Satria, ingin rasanya Ia menghampiri sang suami, namun Ia tak ingin menganggangu lelap tidur sang pria pujaannya.


Mirna memejamkan kedua matanya dan tertidur dalam buain mimpi indahnya.


Sementara itu, Lisa mengucek kedua matanya. Ia merasa sesak pipis dan ingin buang air.


Ia menyingkirkan tubuh pria yang memeluknya. Ia beranjak dan mengenakan daster pendek lalu keluar dari kamar plus-plus dan menuju kamar mandi.


Saat melintasi ruangan karoeke, Ia melihat tubuh pria dan juga Yanti yang berserakan dilantai tanpa busana.


Lisa mencium aroma asam menyengat yang berasal dari tuak yang tumpah berceceran dilantai dan membasahi tubuh kesebelas orang tersebut.


Yanti terlihat sangat kacau sekali, tubuhnya penuh memar karena digarap sepuluh orang pria. Lisa bergidik membayangkannya, bagaimana mungkin Yanti dapat melayani sepuluh orang pria sekaligus, satu orang saja rasanya sudah seperti kewalahan, Namun Yanti tampak biasa saja.


Lisa tidak mengetahui jika sebenarnya sosok Yanti audah berdampingan dengan iblis laknat yaitu Nini Maru, sehingga membuatnya memiliki tenaga yang tak biasa dari wanita pada umumnya.


Bahkan Yanti sudah melakukan ritual mandi darah ayam cemani yang bercampur darah burung gagak hitam dan juga meminumnya.


Lisa menuju kamar mandi dan menyampaikan hajatnya untuk buang air kecil.


Setelah itu Ia kembali kekamar, dan mendapati pria yang bersamanya masih tertidur pulas.


Lisa membelai perutnya, berharap pergumulannya malam tadi bersama pria itu mendapatkan benih yang akan tumbuh didalam rahimnya, dan dalam tiga bulan ke depan, Ia akan menjadi kaya mengikuti jejak Yanti.


Lisa kemudian tertidur kembali di atas ranjang disisi pria yang baru saja menggarapnya.