
Yanti menyusuri hutan dengan tubuh menggigil. Ia kedinginan, sebab hanya menggunakan underware saja.
Jalanan semak dan berpotensi adanya hewan buas dan berbisa dapat saja mengincarnya. Namun karena Ia sudah melakukan berbagai ritual saat mempersembahkan tumbal, maka rasa takut terhadap makhluk astral dan binatang buas seperti tak lagi Ia hiraukan.
Saat Ia sudah memasuki hutan. Ia mendengar rintihan tangisan yang memilukan. Yanti mencoba menajamkan indera pendengarannya dan juga penglihatannya ditengah malam gelap gulita.
Tampak di tak jauh dari hadapannya, sosok wanita dengan rambut panjang terurai dan memunggunginya sedang menangis terisak dan terdengar memilukan.
Yanti mencoba menghampirinya dan saat jarak mereka sudah semakin dekat, Yanti mencium aroma kembang kenanga dan membuatnya mengenali siapa sosok wanita yang sedang menangis itu"
"Nini..?" sapa Yanti dengan lirih.
Seketika sosok itu memalingkan wajahnya dan menatap pada Yanti.
Seketika sontak Yanti terkejut dengan apa yang dilihatnya. Wajah Nini Maru kian hancur dan tampak luka hampir memenuhi wajahnya dan yang paling mengejutkan lagi Ialah Nini Maru tanpa busana dan menampilkan tubuhnya yang keriput penuh dengan kerutan dan tubuh ceking serta kulit yang mengendur.
"Kenapa Nini sampai seperti ini?" tanya Yanti dengan penasaran.
"Ini semua karena Satria, dan Ia harus membayarnya" ucap Nini Maru kesal.
"Sa-satria? Apakah Ia yang membakar warungku?" tanya Yanti dengan penasaran.
"Ya.. Dia yang membakar warungmu" jawab Nini Maru dengan cepat.
Nini Maru menatap Yanti dengan seksama, dan Ia sepertinya sedang merencanakan sesuatu.
"Kita harus membalas perbuatan Satria" ucap Nini Maru dengan penuh ambisi.
"Bagaimana caranya?" tanya Yanti dengan penasaran.
Nini Maru tersenyum menyeringai "Aku menumpang ditubuhmu" jawab Nini Maru dengan tatapan licik.
Yanti tersentak dan Ia merasa ini adalah hal yang mustahil.
"Bagaimana mungkin.. Nanti kalau Aku keriput sepertimu bagaimana?" tanya Yanti dengan protes.
"Tentu saja tidak. Kau tetap dalam wujudmu dan dan Aku hanya menumpang dalam tubuhmu karena gaunku telah hilang" ucap Nini Maru meyakinkan.
"Percayalah.. Polisi tidak akan menemukanmu dan Kau akan aman.. Bagaimana?" tanya Nini Maru dengan penuh janji.
Yanti merasa ragu, namun Ia juga tak ingin jika Ia sampai ditangkap polisi dan dijebloskan kedalam penjara.
"Emm.. Baiklah.. Aku menyanggupinya" jawab Yanti dengan yakin, sebab Ia tidak ingin berurusan dengan polisi apalagi masuk kedalam jeruji besi.
Lagipula Ia tak memiliko pilihan lain selain mengikuti arahan dari Nini Maru.
"Kalau begitu ikutlah denganku" ucap Nini Maru, lalu mengulurkan tangannya dan meminta Yanti menggenggam jemarinya, dan Yanti menyambut uluran tangan dari Nini Maru dan dalam hitungan detik, mereka telah sampai dibawah sebuah pohon beringin.
"Duduklah dibawah pohon itu dengan duduk bersila dan biarkan aku yang mengurus sisanya" titah Nini Maru kepada Yanti.
Wanita itu menganggukkan kepalanya dan menuruti segala apa yang diperintahkan oleh Iblis betina tersebut.
Tanggalkan semua pakaianmu, dan duduklah dengan memejamkan mata serta berfokus dengan menghilangkan segala fikiranmu" titah Nini Maru yang mulai mensugesti Yanti agar terus fokus dan menghilangkan segala semua fikirannya.
Yanti duduk bersila dibawah pohon beringin tanpa sehelai benangpun sembari memejamkan kedua matanya dan mengatupkan kedua tangannya didepan dada seolah sedang bersemedi.
Lalu Nini Maru melakukan hal yang sama dengan Yanti, dan seaat kemudian, Nini Maru melayang menyerupai asap, lalu meresap masuk kedalam tubuh Yanti melalui ubun-ubun Yanti dan terus merasuki untuk melakukan penyatuan.
Rasa sakit disekujur tubuhnya yang baru saja menerima sesuatu yang baru.
Setelah penyatuan selesai, Yanti membuka matanya. Seketika Ia dapat melihat semua yang ada dihadapannya tentang makhluk astral.
Semua bentuk dan rupa makhluk astral terpampang jelas dihadapannya dengan berbagai bentuk dannrupa yang menyeramkan.
Yanti meraskan dirinya tak memiliki rasa takut apapun dan Ia merasaka jika memiliki kekuatan lain dalam tubuhnya.
Yanti beranjak dari duduknya, berdiri tegak dengan tatapan menantang. Ia merasa jika Ia kini seolah memiliki kekuasaan untuk memerintah.
Ia melihat satu sosok kuntilanak putih yang melintas dihadapannya, dan dengan cepat Ia menghardiknya.
"Kemarilah..!!" titah Yanti tanpa rasa takut sedikitpun.
Sosok kuntilanak putih itu menatap Yanti dan melihat siapa yang berada dihadapannya.
"Ada apa, Ni?" tanya kuntilanak putih tersebut.
"Berikan gaunmu.!!" titah Yanti denagan nada perintah.
"Tapi, Ni?" ucap kuntilanak putih mencoba menolak.
"Apakah Kau ingin membantahku?" ucap Yanti dengan nada penuh penekanan.
Seketika Kuntilanak Putih ketakutan dan kemudian melepaskan gaunnya untuk diberikan kepada Yanti yang kini sedang dirasuki oleh Nini Maru.
Dalam kasta perkuntilanakan, kuntilanak merah adalah yang terkuat, dan kuntilanak putih dapat dijadikan budak oleh kuntilanak merah.
Maka oleh sebab itu, kuntilanak putih tidak dapat membantah apa pun yang diperintahkan oleh kuntilanak merah.
Yanti meraih gaun dari kuntilanak putih, lalu memakainya, dan kuntilanak putih segera menghilang dari hadapan Nini Maru untuk menghindari perbudakan selanjutnya.
Yanti merasa gaun itu terlalu sangat panjang, dan tampak tidak sangat modis.
Maka Yanti merobeknya hingga sampai diatas lutut.
"Nah.. Sekarang gaun ini sudah terlihat modis" ucap Yanti dengan perasaan senang dan merasa paling cantik.
"Kau harus melakukan pertapaan dan juga mencari tumbal lebih banyak lagi, sebab gaunku harus kembali lagi menjadi merah" bisik Nini Maru dari dalam tubuh Yanti.
"Lalu apa yang sekarang harus aku lakukan?" tanya Yanti dengan penuh penasaran.
"Lisa.. Temui Lisa.. Ia saat ini sedang hamil besar, dan jadikan janinnya tumbal yang akan membuatmu dan aku semakin kuat" titah Nini Maru dari dalam tubuh Yanti.
"Lisa? Dimana Ia sekarang?" tanya Yanti penasaran, sebab Ia sudah lama mencari keberadaan wanita itu dan tak menemukan keberadaannya.
"Ia berada dirumahnya" jawab Nini Maru.
Yanti mengerutkan keningnya "Tetapi rumahnya selalu tertutup dan tidak tampak ada penghuni didalamnya" ucap Yanti yang sangat yakin jika Ia tak melihat keberadaan Lisa selama ini.
"Iya dilindungi oleh kekuatan ghaib yang diciptakan oleh Mirna, maka Kau harus dapat membuatnya keluar dari rumah agar dapat menjebaknya. Jika Ia keluar dari rumah itu, maka pelindungnya hanya sebatas didalam rumah saja, dan diluar rumah Ia tidak terlindungi" Nini Maru menjabarkan semuanya.
Yanti menganggukkan kepalanya "Pantas saja Aku tidak dapat menemukan keberadaannya selama ini, ternyata Ia dilindungi oleh kekuatan ghaib, dan pelakunya adalah anak Nini Sendiri" jawab Yanti mencibir.
"Diamlah..!! Aku sulit menjebak Mirna, sebab Ia dijaga oleh Chakra Mahkota yang terus mengawasinya" jawab Nini Maru yang saat ini sangat sulit mendekati Mirna agar kembali menjadi abdinya.