MIRNA

MIRNA
episode 186



Semua berada dilokadi diam dan juga terperangah atas penemuan kerangka siswi sekolah yang diperkirakan sudah sangat lama sekali terkubur didalam bak mandi tersebut.


Pihak kepala sekolah menghubungi polisi dan menginformasikan tentang penemuan kerangka manusia yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.


Tak berselang lama, pihak kepolisian datang dan untuk mengevakuasi kerangka dan memasang garis polisi pada tempat kejadian perkara.


Seketika desas-desus tentang peristiwa hilangnya seorang siswi kelas 6 pada sepuluh tahun yang lalu kini kembali mencuat kepermukaan.


Pada masa itu siswi bernama Selly dilaporkan menghilang sejak pulang sekolah secara misterius dan tidak ditemukan hingga sekarang.


Pihak keluarga sudah berupaya mencari dan juga mengusahakan melaporkan kepada pihak yang berwajib dan juga menyebarkan selebaran untuk memberikan hadiah kepada siapa saja yang menemukan puterinya berupa uang tunai yang sangat fantastis.


Namun semua tak menemukan hasil apapun. Dan kini setelah mendapat kabar adanya penemuan kerangka tersebut, pihak keluarga bergegas untuk melihat langsung kelokasi kejadian.


Sebuah kalung emas yang melingkar dilehernya dengan pahatan nama selly tersebut memberikan bukti jika itu adalah puterinya.


Isak tangis sang ibunda pecah dan tak bisa terbendung lagi saat mengetahui jika puterinya telah ditemukan menjadi kerangka.


Seketika semua mata tertuju pada Angkasa yang tidak pernah diduga jika Ia yang memberikan petunjuk tentang jasad Selly yang sudah lama terkubur dan menghilang.


Polisi akan mengusut peristiwa ini dan menemukan siapa dalang dibalik terkuburnya jasad Selly didalam bak mandi sekolah.


Seseorang yang berusia paruh baya terlihat gelisah dan juga berkeringat dingin dengan penemuan kerangka tubih Selly.


Lalu pihak kepolisian membawa kerangka tersebut untuk diusut dan autopsi tentang sebab kematiannya.


Keluarga Selly menghampiri Angkasa yang mana karena bocah itu sudah memberikan petunjuk kemana selama ini puterinya menghilang.


Keluarga Celly mengucapkan ribuan terimakasih kepada Angkasa, sebab puterinya sudah ditemukan, meskipun sudah dalam kerangka, setidaknya pihak keluarga mengetahui nasib puteri mereka dan akan memakamkan jasad Selly dengan layak.


Setelah kepolisian membawa kerangka Selly, maka pihak sekolah meliburkan siswanya untuk waktu seminggu karena kepolisian akan melakukan penyelidikan dilokasi tersebut untuk menemukan bukti lainnya yang akan memberikan petunjuk tentang kematian siswi tersebut.


Pihak kepala sekolah memanggil Angkasa. Bocah itu dimintai keterangan oleh kepala sekolah dan juga para guru yang merasa sangat penasaran atas kemampuan yang dimiliki oleh siswa mereka yang masih berusia 6 tahun tersebut.


Angkasa bagaikan orang terdakwa yang kini dikelilingi oleh para hakim dan jaksa penuntut umum yang memintai keterangannya atas apa yang dilakukannya hari ini.


Tak hanya itu, seorang penyidik juga ikut berada ditempat itu untuk menggali informasi lainnya.


Salah seorang diantara mereka semakin terlihat panik dan wajahnya memucat. Ingin rasanya Ia melenyapkan Angkasa saat ini karena terlalu banyak berbicara dan pastinya akan membongkar semua peristiwa sepuluh tahun yang lalu.


"Adik.. Bagaimana kamu dapat mengetahui jika didalam bak mandi itu ada jasad yang terkubur didalamnya?" tanya polisi tersebut.


Angkasa memejamkan keduanya matanya dan Ia melihat sesuatu yang lainnya.


"Masih ada 3 kerangka lainnya yang terkubur disini" ucap Angkasa yang semakin membuat pihak kepolusian dan juga para guru beserta stafnya terperangah.


Angkasa masih memejamkan kedua matanya dan fokus terhadap apa yang dilihatnya.


Pihak kepolisian masih menunggu jawaban dari Angkasa yang saat seperti sedang menggali penglihatn mata bathinnya yang tak dimiliki oleh semua orang.


"Dibawah lemari perpustakaan sekolah, disudut sebelah kanan, ada 3 jasad terkubur disana dan dikubur menjadi satu dalam satu liang" jawab Angkasa menjelaskan.


Seketika semuanya terperangah dan bergegas pergi menuju ke perpustakaan tempat dimana Angkasa memberi tahu kemana petunjuk itu berada.


Lalu mereka membawa Angkasa ke ruang perpustakaan dan meminta menunjukkan lemari mana Ia maksudkan.


Lalu telunjuk tangan mungilnya menujuk kesebuah lemari yang menyimpan berbagai buku dan letaknya disudut kanan tersebut.


Dengan cepat pihak kepolisian meminta untuk menggeser lemari tersebut. setelah lemari digeser dan, tampak sebuah keramik yang motifnya berberda dari yang lainnya.


Lalu kepolisian meminta untuk tim-nya menggali lantai yang dicurigai tersebut.


Setelah memakan waktu hampir satu jam, akhirnya apa yang dikatakan Angkasa benar, jika ada 3 kerangka siswi yang ditumpuk menjadi satu, namun usia kematiannya berbeda karena salah satunya masih terlihat sangat baru karena jasadny masih terlihat baru membusuk.


Sontak saja ini sangat menggegerkan sekolah bahkan masyrakat sekitar.


Laku kepolisian menanyakan kembali apakah Angkasa ada melihat korban lainnya, dan anak itu menggelengkan kepalanya.


Seketika kabar penemuan kerangka siswi tersebut menyebar dengan cepat dan tentang kemampuan Angkasa yang tak biasa membuat warga merasa penasaran dengan bocah tersebut.


Mirna yang mendengar berita itu segera pergi ke sekolah dan ingin membawa pulang segera kedua puteranya yang kini dikerumini oleh para warga dan juga staf sekolah lainnya.


"Maaf, Bu.. Kami masih ingin meminta bantuan putera ibu untuk menggali informasi tentang peristiwa penemuan kerangka siswi disekolah ini, tentunya ini demi kebaikan sekolah ini juga" seorang kepolisian mencoba menahan Mirna yang ingin membawa puteranya segera pulang kerumah.


Mirna menatap pada polisi tersebut "Dia masih bocah, Pak..ini bahkan sudah lewat jam makan siang dan anak saya belum makan. Ia sudah memberikan petunjuk, dan selebihnya itu tugas bapak untuk menyelidiki kasus ini" ucap Mirna yang tak rela puternya terus dicecar pertanyaan.


Akhirnya pihak kepolisian mengalah "Baiklah, jika kami membutuhkan bantuan adik ini, sudi kiranya Ibu mmeberikan ijin untuk kami mencari keterangan lainnya" jawab kepolisian tersebut.


Warga akhirnya menduga jika penyebab siswa sering kerasukan disekolah itu mungkin ada kaitannya dengan terkuburnya 4 jasad siswi tersebut.


Dan akhirnya para orang tua yang merasa kehilangan puterinya datang ke sekolah dan ingin melihat apakah salah satu dari jasad dan kerangka yang ditemukan itu salah satunya puteri mereka.


Para orangtua merasa khawatir untuk memasukkan anak mereka ke sekolah tersebut. Namun sekolah itu satu-satunya yang terdekat dari desa dan akhirnya para warga melakukan aksi demo besar-besaran agar kasus ini segera diusut tuntas.


Akhirnya misteri hilangnya para siswi secara misterius itu terungkap dengan adanya kemampuan yang tak biasa yang dimiliki oleh Angkasa.


Kini pihak kepolisian berusaha keras untuk mengungkap siapa dalang dibalik pembunuhan berantai tersebut dan tentunya ini akan memberikan kewaspadaan para orangtua dan juga para staf sekolah untuk meningkatkatkan keamanan sekolah dan memasang cctv disetiap sudut sekolah yang dianggap rawan untuk tempat pelaku kejahatan melakukan aksinya.


Sementara itu seseorang yang terus merasa gelisah dan ingin rasanya melenyapkan Angkasa juga agar tidak terlalu jauh mencampuri urusannya.