
"Siaall.." Maki Nini Maru saat mendapati sebuah gamis yang robek jatuh dihadapannya.
Ia menerawang dan mendapati jika Mirna adalah pelakunya. Ia merasa jika Mirna sudah mengganggu pertapaannya.
"Memang anak tidak tahu diuntung, tau kemaren baru lahir aku bunuh saja sekalian jika besarnya menjadi pengkhianat" omel Nini Maru dengan kesal.
Tubuh Rina sebenarnya menginginkan gamis itu untuk dipakainya, namun rasa ha5wa panas yang meresap disekujur tubuhnya membuatnya tidak dapat mengenakan gamis tersebut, sebab rasanya seperti terbakar.
Rina sebenarnya tak mampu untuk menampung dua iblis yang bersemayam ditubuhnya. Andaikan Ia dapat melepaskan diri dari keduanya, maka Ia lebih memilih untuk lepas.
Namun sialnya dua iblis itu memilih tubuhnya karena dari Ki Brewok.
Disisi lain, Rey yang terkena serangan Satria mengerang kesakitan. Ia tiba-tiba muncul ke goa dan tampak sebagian tubuhnya hangus.
Nini Maru menatapnya dengan tatapan penasaran.
"Apa yang terjadi padamu? Sepertinya Kau terkena ajian segoro geni?" tanya Nini Maru.
"Ya.. Aku terkena ajian sialaan itu!" Maki Rey dengan kesal.
Nini Maru hanya memutar matanya malas.
"Ni.. Mirna itu milikku! Kau sudah menjanjikan padaku jika Ia adalah jodohku kelak! Namun mengapa Ia memilih Satria?" cecar Rey yang tak terima dengan nasibnya.
"Aku harus apa?! Sedangkan Mirna saja berani mengganggu yang sedang bertapa, apalagi hanya dirimu yang hanya sebatas aku jodohkan" jawab Nini Maru kesal karena tidak ingin dipersalahkan atas perjanjiannya pada masa itu.
Namun Nini Maru tampaknya ingin cuci tangan dari permasalahan Rey.
"Aku harus mendapatkan Mirna, Ni. Aku sudah jatuh hati dan tak dapat berpaling lagi darinya" ucap Rey dengan penuh keyakinan.
"Jika begitu keinginanmu, maka carilah sisa tumbalmu sebagai penyempurnaan, dan kita akan bersatu untuk mengalahkan Satria, lalu kembali membawa Mirna dan juga cucuku untuk kembali menjadi sesat" ucap Nini Maru kepada Rey.
Rey memandang Nini Maru dengan seksama . Sepertinya Ia harus fokus mencari tumbal lato-lato yang kini menjadi kendala baginya.
Rina menggeliat kepanasan. Sedangkan Nini Maru dan Yanti masih menggunakan tubuhnya dan mengobrol dengan Rey.
Rey melihat hal itu menatap Rina dengan seringai.
"Ni.. Boleh pakai tubuh Dia, gak?" tanya Rey dengan cepat.
Nini Maru mengerutkan keningnya yang memang sudah berkerut. "Baru saja bilang katanya tidak dapat berpaling dari Mirna, liat yang bening dikit langsung oleng, dasar laki-laki!!" gerutu Nini Maru.
Rey nyengir saja dikatakan seperti itu. Lalu dengan cepat Ia menyambar tubuh Rina dan meletakkannya dia atas batuan tempat Nini Maru bertapa.
"Hitung-hitung bantu mengurangi rasa panasnya Ni" jawab Rey.
Lalu Nini Maru dan Yanti mencoba keluar dari tubuh Rina terlebih dahulu dan Rey menggarapnya.
Rina yang melihat perwujudan Rey yang buruk rupa dan mirip dengan genderuwo seketika terpekik ketakutan saat Rey mulai menggarapnya.
Pekikan Rina membuat Ki Kliwon terganggu dan melesat menghampiri ruangan tempat Nini Maru sedang bertapa.
"Mengapa kalian berisik sekali?" tanya Ki Kliwon yang tidak dapat berkonsentrasi karena suara jeritan Rina yang menggema.
Nini Maru hanya menunjukkan ke arah Rey yang saat ini sedang menggarap Mirna.
Sebagai Jenglot, Ia melihat Rina adalah minuman darah yang sangat segar.
"Aku membutuhkan darahnya, sedikit saja" ucap Ki Kliwo.
"Tenanglah, Aku tidak akan sampai membuatnya mati" Ki Kliwon meyakinkan Nini Maru.
Rina yang awalnya ketakutan dan tidak rela digauli makhluk menjijikkan seperti Rey, akhirnya diam saja dan mencoba merasakannya.
Setelah Rey merasa puas, maka Ia beranjak meninggalkan Rina yang terkapar diatas meja batu tersebut.
Lalu Ki Kliwon menghampirinya, Kini Rina terbeliak melihat wujud Ki Kliwon yang sangat kurus ceking dan juga memprihatikan.
Lalu Ki Kliwon membalikkan tubuh Rina hingga bertelungkup dan menggigit bokong Rina..
"Aaaaaaarrrggghh..." teriak Rina kesakitan saat gigi taring itu menancap disana.
Lalu Ki Kliwon menyesap darahnya dan ini sangat dibutuhkan oleh Jenglot sepertinya sebab darah adalah kebutihannya.
"Ki.. Jangan banyak-banyak! Awas kalau sampai Dia mati!" ancam Nini Maru kesal.
Karena sakit bercampur takut, membuat Rina sampai berulang kali buang angin dan Ki Kliwon seketika marah, lalu mencabut gigi taringnya dan melesat kembali kepertapaannya.
"Sialan..!!" maki Ki Kliwon. Namun Ia merasa lega karena sudah mendapatkan darah sebagai penambah energinya.
Sementara itu, Rina memucat, sebab Ia mendonorkan darah pada Ki Kliwon yang hampir setara dengan sekantong darah saat melakukan pendonoran.
Rina merasakan kepalanya pusing. Pengaruh cairan milik Rey membuatnya mual, meskipun memiliki efek yang dapat menghilangkan sedikit rasa panas dalam tubuhnya.
Nini Maru dan Yanti melesat kembali ke atas meja batu untuk melakukan pertapaannya dan membiarkan Rina untuk menenngkan dirinya dahulu.
Saat Nini Maru dan Yanti memejamkan matanya, Rina mencoba meraih gamis yang dilemparkan oleh Mirna lalu Ia kenakan dan berjalan mengendap untuk melarikan diri menembus kegelapan hutan.
Ia berjalan sempoyongan dengan bokongnya yang masih merembes darah karena gigitan Ki Kliwon barusan.
Rasa sakitnya mengalahkan sengatan lebah.
Namun Rina terus berusaha kekuar dari hutan. Ia bahkan tak percaya jika dirinya dijadikan tempat bersemayam oleh dua makhluk iblis tersebut.
Kakinya yang berjalan tanpa alas tertusuk duri tumbuhan semak yang banyak terdapat dihutan tersebut.
"Aku tidak mau jadi budak kedua iblis itu" ucap Rina yang terus menyusuri jalanan hutan yang dipenuhi dengan berbagai tumbuhan liar dan juga hewan liar.
Sesaat Nini Maru tersentak menyadari Rina melarikan diri dari goa. Ia melesat mencari keberadaan Rina. Ia merasa jika Rina juga sudah berani membantahnya dan semua ini karena ulah Rey yang menginginkanntubuh wanita sehingga membuat Ia keluar dari tubuh Rina.
Nini Maru menyesuri hutan dan mengendua aroma keberadaan Rina.
"Dasar..!! Merepotkan saja" maki Nini Maru. Lalu Ialu Ia kembali mencari keebradaan wanita itu. Dan akhirnya Nini Maru melihat gamis yang dikenakan oleh Rina dan melesat menghampirinya.
"Mau lari kemana, Kamu ha!" sapa Nini Maru dengan kesal.
Rina tersentak kaget saat melihat Nini Maru menemukannya.
Dengan cepat Nini Maru akan melakukan penyatuan tubih kepada Rina melalui ubun-ubun wanita itu, namun sekelebatan bayangan menyambar tubuh Rina dan membawanya pergi.
Sedangkan sosok itu melempakan sebuah cahaya keperakan kepada Nini Maru yang membuat iblis itu terpental dan menghantam pohon besar yang tumbuh ditengah hutan.
"Aaaaaarrghh." Nini Maru mengerang kesakitan.
Ìa memaki sosok tersebut dan memegangi dadanya yang sakit.
"Siaaaalll!! Ini semua karena Rey!" maki Nini Maru yang kini semakin terluka dalam.