
Pagi ini Lela sudah bangun lebih awal dan menyiapkan bahan untuk warungnya.
Lela pergi berbelanja ke toko sembako yang tak jauh dari tempatnya.
Setelah mendapatkan semua yang dibutuhkannua, Ia berjalan hendak pulang, namun tanpa sengaja Ia terserempet sepeda motor dan tersungkur ditanah.
Pengendara itu menghentikan sepeda motornya dan turun untuk membantunya.
Pengendara itu seorang wanita yang tak lain adalah Yanti. setelah Lela berdiri dan memunguti belanjanya, Ia memandang perut Lela yang Ia pastikan sedang bersemayam sesuatu disana.
"Lagi mengandung ya, Mbak" tanya Yanti dengan tatapan yang lapar.
"Iya, Mbak.. Koq tau, Ya" tanya Lela penasaran.
"Mbaknya tampak berseri" ucap Yanti beralasan.
Lela tersipu malu, meskipun Ia sendiri tidak tahu anak ini anak siapa, namyn Ia yakin jika anak ini anak kakek Nugroho.
"Tapi jangan kasih tahu siapapun ya, Mbak.." ojnta Lela, sebab Ia seorang janda, dan tidak mungkin janda mengandung.
"Aman, Mbak.." jawab Yanti. "mari saya antarkan kerumah" Yanti menawarkan.
Karena kaki Lela sedikit sakit, akhirnya Ia mau diantar oleh Yanti kerumah.
Sesampai dirumahnya yang menyatu dengan warung tersebut, Yanti memperhatikan sekelilingnya.
"Mbak butuh karyawan tidak? Saya tidak memiliki pekerjaan, kalau mbak butuh saya bekerja diwarung mbak" ujar Yanti menawarkan.
Lela menoleh kepada Yanti "Tetapi saya tidak bisa menggaji besar, Mbak.. Sebab ini hanya warung kecil biasa" jawab Lela menjelaskan.
"Tak mengapa, Mbak.. Yang penting saya tidak terlihat seperti pengangguran" jawab Gadis itu.
Lela tampak berfikir sejenak. Ia merasakan jika Ia memang membutuhkan seorang karyawan. Sebab Ia tidak sanggup seorang diri melayani pembeli. Apalagi saat ini semenjak Ia melakukan perjanjian dengan kakek Nugroho, warungnya mulai ramai dan lancar.
"Baiklah.. Kapan Mbaknya mau mulai bekerja?" tanya Lela penasaran.
"Hari juga bisa, Mbak" jawab Yantu dengan yakin.
Lalu Lela mengijinkan Yanti untuk bekerja diwarungnya.
Seketika Yanti tersenyum licik. Ia memiliki niat terselubung didalam rencananya.
Lalu Keduanya tampak begitu akrab dan mulai memberesi warung mereka dan mempersiapkan bahan untuk berjualan.
Sekitar pukul 8 pagi, semua sudah selesai mereka siapkan. Para pelanggan mulai berdatangan.
Pelanggan mereka itu rata-rata adalah pria yang sekedar ngopi dan makan lontong atau juga mie berbagai olahan mei.
Setelah kehadiran Yanti, Lela berinisiatif menambah olahan juice.
Perlahan warungnya mulai ramai oleng pelanggan.
Satu persatu warungnya mulai padat dan keduanya sedikit kerepotan.
Para pelanggan tampak bersemangat minum kopi diwarung Lela, sebab ada dua wanita cantik dan juga body aduhai yang melayaninya.
Malam kian beranjak, dan sudah memasuki pukul sembilan malam, namun warung masih saja tampak ramai.
Saat itu kakek Nugroho datang kewarung Lela, lalu Yanti bertatapan dengan pria itu, seperti ada sesuatu yang mereka katakan melalui tatapan itu.
Kehadiran kakek Nugroho membuat Lela gelisah. Ia tak dapat memungkiri, kakek tua itu selalu membuatnya terpuaskan.
Seolah seperti tersihir, para pelanggan lainnya tidak melihat kehadiran kakek Nugroho yang datang kewarung Lela.
Lela memasuki rumahnya dan diikuti pria senja itu. Keduanya memasuki kamar tanpa ada seorangpun yang melihatnya, meskipun warung dan rumah menyatu jadi satu.
Para pelanggan warung hanya melihat Lela masuk seorang diri kedalam rumahnya, dan tidak terlihat lagi.
Kakek Nugroho tersenyum menyeringai, Ia menerkam Lela yang sudah tampak sangat pasrah.
Pria senja itu berubah menjadi liar dan hebat dalam sekejab. Lela mabuk kepayang dibuat sang kakek, sehingga melupakan jika saat ini Ia sedang bercinta dengan seorang pria tua renta.
Setelah Lela mendapat emas dari percintaan malam itu, Kakek Nugroho selalu mendatanginya setiap malam, sebab Lela sudah sepakat untuk menjadi budaknya.
Disatu sisi, Yanti memperhatikan setiap pengunjung yang datang. Ia sedang mencari korban yang dapat dijadikan mangsanya malam ini.
Warung Lela adalah tempat yang tepat untuk dijadikan lumbung penghasil korban lato-lato dan juga janin. Maka ibarat sebuah pepatah, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.
Seorang pria separuh baya yang sedsrinpukul 8 malam tadi sudah nongkrong diwarung dan belum juga pulang hingga sudah memasuki pukul 10 malam.
Sedari tadi Ia terus memperhartikan Yanti yang menggunkan rok pendek untuk melayani pembeli.
Tatapan pria sudah membuktikan jika Ia menginginkan Yanti untuk mendekatinya.
Perlahan para pelanggan mulai membubarkan diri, dan hanya menyisakan satu orang saja. Lalu pria itu berpura-pura kekamar mandi saat melihta Yanti berada didapur.
Kamar mandi yang berada didalam dapur, membuatnya merasa mendaptkan peluang.
Yanti yang sudah menebak isi kepala pria paruh baya itu, dengan sengaja merunduk membelakanginya berpura-pura mencari sesuatu dilaci.
Karena sudah sedari tadi pria menahan hasratnya, Ia menghampiri Yanti, dan sengaja memegang bokong gadis itu.
Melihat Yanti hanya diam saja dan tidak berteriak, pria seperti mendapatkan sambutan.
Dengan sigap Ia menarik tubuh Yanti kedalam kamar mandi, dan lagi-lagi gadis itu tidak menolaknya.
Yanti dirapatkan ke dinding kamar mandi, lalu pria paruh baya itu menyingkap rok yang digunakan oleh Yanti dan tak sabar melucutinya.
Pria itu dengan cepat melahab sesuatu yang tersembunyi disana, dan melakukan penyatuan dengan cepat.
Setelah merasa puas, Ia meninggalkan Yanti begitu saja dengan menyelipkan uang 50 ribu didalam bra Yanti. Ia keluar dari kamar mandi dan tersenyum puas.
Setelah melakukan aksinya, Ia keluar dari kamar mandi dan menuju pulang.
Merasa mendapatkan perempuan yang sangat menggairahkan, Pria itu tersenyum sepanjang jalan sembari mengendarai sepeda motornya dan Ia tidak menyadari jika Ia sudah salah jalan untuk menuju rumahnya.
Pria itu memasuki semak belukar dan tampak seperti orang linglung, lalu dengan tanpa sadar, Ia memasuki jurang yang tak jauh dari rumah Mirna ditepi hutan.
Pria terguling bersama sepeda motornya dan tertancap sebuah tunggul kayu dengan sepeda motor yang menimpa diatasnya.
Seketika pria paruh baya itu mengejang dan kedua matanya membeliak saat nyawa meregang dari jasadnya.
Bersamaan dengan hal itu, Sekelebat bayangan hitam menghampirinya, lalu mencabut paksa lato-lato milik sang pria paruh baya, lalu meninggalkan jasad itu dengan senyum sumringah.
Yanti tersenyum bahagia karena telah mendapatkan mangsa barunya, setidaknya Ia sudah memenuhi satu tumbal persembahan.
Ia kini hanya mencari tumbal janin untuk dipersembahkan kepada Nini Maru sebagai tumbal pertamanya kepada makhluk iblis laknat tersebut.
Disatu sisi, Lela baru saja selesai melayani kakek Nugroho, dan pria itu sudah menghilang setelah mendapagkan apa uang diinginkannya, dan meninggalkan Lela dengan berbagai emas sebagai balasannya.
Yanti bisa saja mengambil janin milik Lela, namun kandungan Lela masih terlalu kecil dan juga dini.
Yanti harus mencari kandungan yang sedikit lebih besar untuk dapat memenuhi perjanjiannya dengan Nini Maru.