
Rina menatap Yanti yang tampak begitu sangat antusias mengejarnya. Ia tidak menyadari jika bahaya sedang menghadang didepannya.
Yanti meninggalkan Rina yang masih bingung dengan ucapan Yanti.
Setelah Yanti pergi, Rina menatap secarik kertas yang bertuliskan nomor WA Yanti, meskipun tidak mengerti maksud dari apa yang diucapkan wanita itu, namun Rina mencoba memasukkan secarik kertas bertuliskan nomor WA Yanti kedalam dompetnya.
Rina menuju kasir, lalu membayar semua barang belanjaannya. Ia tidak menyangka jika belanjanya saat ini mencapai total hampir 500 ribu rupiah, dan hanya bersisa 20 ribu saja dari uang yang dimilikinya, dan 20 ribu itu untuk membeli token listrik yang sudah menyanyi dengan merdu bagaikan nyanyian yang menyayat hati bagi pendengarnya.
Rina terpaksa mengurangi beberapa belanjaannya agar Ia cukupkan untuk membeli token listrik dan juga mengi bahan bakar sepeda motornya.
Setelah selesai dengan belanjanya, Ia kembali pulang kerumah, dan membawa stok bahan pangan tersebut dengan perasaan lega, sebab beras itu cukup untuk makannya 1 bulan dan tinggal memikirkan cara mencari untuk bulan berikutnya serta bayar kontrakan.
sesampainya dirumah, Ia mulai menata semua barang belanjanya, dan melihat ramuan jamu yang akan digunakannya untuk menjatuhkan janin yang dikandungnya.
Namun Ia tampak ragu, dan mencoba untuk memikirkannya.
Rina memandangi ramuan itu, namun akhirnya memilih untuk menyimpannya kembali. Sesaat Ia berfikir jika sampai kandungannya semakin membesar dan warga bertanya, maka ini akan menjadi aib dan juga omongan warga sekitar.
Sebab usia kandungannya tidaklah sama dengan waktu kepergian Ewin dari rumahnya yang hingga kini tak juga kunjung kembali.
Kini Rina merasa dilema. Namun Ia teringat akan ucapan Wanita yang bernama Yanti yang menawarkan uang sebanyak 20 juta untuk janinnya.
Namu Rina harus menunggu sebulan lagi, dan kesepakatan akan dibuat.
Itu berarti Rina harus menggugurkan janinnya saat saat berusia 4 bulan. Tetapi Ia penasaran, mengapa harus dalam bentuk janin, bukannya dalam bentuk bayi utuh untuk diadopsi.
Rina semakin pusing saja memikirkan semuanya, dan Ia mulai memasak dengan diiringi nyanyian token listrik rumah kontrakannya yang semakin bernyanyi dengan kencang.
Sementara itu, Yanti tersenyum sumringah sembari membuat jamu untuk dirinya. Ia merasa akan mendapatkan telur emas yang akan dijadikan tumbal berikutnya dan ini sangat membahagiakannya.
Setelah meramu jamu untuknya, Yanti dudk di sofa ruang karaoke sembari berselancar di dunia maya.
Sesaat Ia melihat sebuah postingan yang lewat dari berandanya dengan sebuah unggahan satu akun yang memasang foto remaja laki-laki menggunakan seragam SMA yang sudah beberapa hari tidak kembali dan dinyatakan menghilang serta sudah dilaporkan kepihak yang berwajib.
Namun Yanti tampak biasa saja dan tersenyim menyeringai, meskipun Ia tau jika remaja yang sedang di cari itu telah lenyap ditangan iblisnya.
Tak berselang lama, Ia mendengar suara seorang wanita yang berasal dari kamar yang waktu itu menjadi kamar Lisa.
Yanti merasa penasaran dan berharap itu Lisa yang mencoba bersembunyi darinya.
Wanita itu segera bergegas menghampiri kamar tersebut dan mencoba melihat siapa yang berada dikamar itu.
Sesampainya didepan pintu kamar, Ia mencoba membuka pintu dengan perlahan dan alangkah terkejutnya Ia jika yang dilihatnya Ialah Tia yang sedang digauli oleh Genderuwo.
Yanti membekapnya mulutnya seakan tak percaya. Ia melihat Tia seperti sudah kewalahan dengan makhluk iblis tersebut dan sudah kehabisan tenaga.
Dengan cepat Yanti menghampiri makhluk iblis tersebut dan menarik bulu sang iblis dengan kasar dan tatapan penuh amarah.
Seketika Makhluk mengerikan itu menoleh kepada Yanti dan tersenyum memyeringai, kemudian menghentak kuat dan menghilang.
"Sialan..!! Jika Tia sampai lemah seperti ini bisa-bisa Ia tidak mampu bekerja malam nanti" gerutu Yanti dengan kesal.
Yanti bergegas keluar kamar, menyeduh segelas susu dan madu.
Yanti tidak menginginkan terjadi sesuatu dengan Tia, sebab Tia sedang mengandung saat ini.
Yanti membawa segelas susu hangat dan sebotol madu kedalam kamar yang kini dihuni oleh Tia.
"Minumlah susu ini" ucap Yanti, lalu menyodorkan segelas susu tersebut kepada Tia.
Gadis remaja itu berusaha untuk bamgkit dari tidurnya dan dan duduk bersandar di tepian ranjang.
Tia meraih gelas susu tersebut dan meneguknya. Ia benar-benar kehilangan tenaganya karena digarap tanpa henti oleh pria senja bernama kakek Nugroho yang tak lain adalah sosok genderuwo.
Tia tidak menduga jika pria tua itu memiliki tenaga yang tidak ada habisnya. Setelah meneguk susu itu hingga habis, Yanti memberikan sesendok madu kepada Tia, agar remaja itu kembali staminanya.
Tia hanya menuruti saja perintah dari Yanti dan menelan sesendok madu tersebut.
"Kamu mau makan apa?" tanya Yanti yang bersikap baik kepada Tia, sebab semuanya akan ada timbal baliknya.
"Mie instan saja, Mbak" ucap Tia dengan lirih.
Dengan cepat Yanti menganggukkan kepalanya. Ia menuju dapur untuk memasak mie instan tumis dengan campuran udang dan sayuran serta telur ceplok.
Yanti membuat dua porsi mie instam ekstra pedas untuk Tia dan juga dirinya. Ternyata Ia merasa begitu berselera untuk memakannya.
Setelah selesai Ia memberikannya kepada Tia dan memakan satu porsi untuknya.
Yanti begitu bersemangat menghabiskan mie tumis ekstra pedas buatannya.
Berselang 1 jam setelah menyantab mie tumis ekstra pedas tersebut, Yanti merasakan nyeri diperutnya.
Rasa gatal juga sangat mengganggu diarea organ intinya.
Ternyata Yanti baru mengingat jika Ia baru saja keguguran dan memakan makan pantangan yang tidak boleh dimakan, sebab rahim seorang wanita sangat sensitif dengan makanan pedas dan juga udang karena masih basah dan luka.
Yanti meringis kesakitan, dan merasa bingung dengan apa yang dialaminya. Ia terus menggaruk rasa gatal yang tak dapat ditahannya tersebut.
Karena merasa tidak tahan dengan apa yang dialaminya, Ia terpaksa berniat akan pergi kerumah bidan yang berada diseberang jalan dekat warung Lela. Namun Ia ragu jika ditanya penyebabnya dan tidak mungkin Ia jujur jika baru saja keguguran, sebab Ia masih berstatus belum kawin.
Yanti merasa tak nyaman dan uring-uringan, sehingga berjalan mondar-mandir kesana kemari dari riang dapur ke warungnya.
Ia sampai menahan sakit dengan menggigit bibir bawahnya, dan rasa gatal itu kian menjadi.
"Sialan..!! Kenapa aku tidak mengingat jika aku baru saja keguguran, dan menyantab habis mie tumis itu" gerutu Yanti, sembari terus menggaruk dengan kasar organ intinya.
Sementara itu, Tia merasa sangat kenyang dengan makan siangnya dan perlahan tenaganya kian membaik, dan mencoba beranjak dari ranjangnya menuju dapur sembari membawa piring kotor tersebut.
Saat akan pergi kedapur, Ia tanpa sengaja melihat Yanti yang merupakan bosnya tersebut sedang gelisah berjalan mondar-mandir kesana kemari sembari terus menggaruk.