MIRNA

MIRNA
Episode 83



Nini Maru dan juga Rey tampak saling menindih satu sama lainnya. Nini Maru kemuadian beranjak bangkit dan berdiri sempoyongan.


"Brengsek Kau Mirna.. Anak sialan!! Mengapa Kau mengkhianatiku demi pria dari keturunan musuhku?" gerutu Nini Maru dengan nada yang penuh amarah.


Nini maru masih tak mempercayai jika Mirna dengan mudahnya menjadi pengkhianat dan tak lagi memmatuhinya.


Disisi lain, Rey masih merasakan sakit disekujur tubuhnya karena tendangan dari Chakra Mahkota. Kini Rey memahaminjika yang dikatakan Nini Maru tentang Chakra Mahkota benar adanya dan Ia tidak dapat sembarangan berhadapan dengan naga tersebut.


Ia masih membutuhkan banyak lagi lato-lato untuk penyempurnaan wujudnya dan itu harus mengumpulkan banyak mangsa baru.


Sementara itu, Yanti kembali masuk kedalam kamar rahasianya dengan rasa sakit dikepalanya. Sebab Ia terkena pukulan batang sapu ijuk yang dilayangkan oleh Bejo saat menyatroni rumahnya


Yanti memegang kepala bagian kirinya yang terasa sangat sakit. Dan ternyata kepalanya mengalami benjolan dan membiru.


"Sialan banget tu orang, pakai getok saja, mana sakit lagi!" gerutu Yanti yang perlahan menampakkan wujudnya. Sesaat Yanti sedikit merasa terkejut dengan tulang belulang yang ditemuinya, sebab Ia meyakini jika itu adalah tulang belulang pria yang baru bercinta dan dicabit lato-latonya oleh Rey.


Yanti juga meyakini jika Rey yang telah melahab tubuh pria itu.


Yanti memikirkan cara untuk membuang tulang belulang itu agar tiada ketahuan siapapun.


Yanti masuk kekamar mandi dan membersihkan tubuhnya, dan mengenakan pakaian yang cukup minim.


Setelahnya Ia mengambil karung karung, lalu memasukkan tulang-belulang itu kedalamnya, lalu mengikatnya dan menyimpannya begitu saja didalam kamar rahasianya.


Setelah itu Ia pergi ke ruang karaoke dan melihat Lisa yang masih tampak mabuk dan di gilir oleh pria-pria yang juga masih dalam kondisi mabuk.


Melihat kehadiran Yanti, dua orang diantaranya menarik Yanti dan memaksa Yanti melayani hasrat mereka. Hingga akhirnya mereka terkapar tak sadarkan diri.


Keesokan paginya, Yanti terbangun dengan tubuh lengket dan Ia beranjak untuk segera mandi. Sedangkan Lisa masih tak sadarkan diri karena dipaksa oleh sepuluh pria itu saat Yanti pergi mencari korban untuk tumbal janin.


Kesepuluh pria itu terbangun, dan saling pandang dengan kondisi masih setengah mabuk dan mendapati Lisa yang seperti kehabisan tenaga.


Mereka bergegas mengenakan pakaian mereka dan segera meninggalkan warung Yanti.


Namun salah satu diantara mereka merasakan hal ganjil, sebab Ia pergi malam itu bersama dengan temannya, namun tak melihat keberadaannya.


Karena berdikir jika temannya itu sudah pulang terlebih dahulu, maka Ia memilih untuk pulang.


Yanti telah selesai mandi dan menuju keruang utama. Ia mendapati warung sudah sepi kateja kesepuluh pria itu sudah pulang kerumahnya.


Namun Ia melihat Lisa yang sedang tertidur pulas. Yanti melihat sudah pukul 9 pagi, dan Lisa masih tertidur.


Lalu Yanti membangunkan Lisa untuk segera bangun. Lisa mengerjapkan kedua matanya, Ia merasakan tulangnya remuk redam karena digilir oleh para pelanggannya. Ia merasakan area organ intinya terasa membengkak dan sangat perih, bahkan mereka melakukan pelampiadan dari bagian belakang miliknya, sehingga membuatnya kesulitan untuk berdiri.


"Mbak merasa gak enak badanlah, Yan.. Mbak istirahat, Ya.. Coba cari satu pelayan lagi, sepertinya Mbak mau demam" ucap Lisa yang berjalan srmpoyangan dan tertatih.


Yanti menatap Lisa dengan masam. Ia harus mencari pengganti Lisa, minimal dua orang pelayan, agar tidak kewalahan.


"Okelah.. Mbak Istirahat saja dulu, saya mau cari pekerja baru lagi. Siang ini warungnya kita tutup dulu.." ucap Yanti, lalu beranjak keluar dan menggunakan mobil barunya untuk mencari pekerja wanita lain.


Hampir dua jam lamanya Ia menyusuri jalanan, dan tibalah disebuah jembatan yang sedikit sepi, Ia melihat 2 sepeda motor terparkir ditepi jalan, namun tak melihat pemiliknya.


Merasa curiga dengan apa yang terjadi, Yanti menepikan mobilnya ditepi jalan, lalu keluar dari mobil dan mencoba mencari keberadaan pemilik motor tersebut.


Yanti mendengar samar-samar orang yang seperti tertawa lirih dibalik semak.


Yanti melihat ada jalan setapak yang masih terlihat baru di semak belukar itu. Yanti mencoba mengikutinya.


Sesaat Ia terperangah melihat empat orang remaja puteri berseragam SMA sedang meminum minuman keras sembari merokok dan menggunakan narkoba jenis sabu.


Keempatnya dipastikan bolos dari sekolah dan tidak berniat melanjutkan masa depan mereka.


Yanti tersenyum sumringah. Ia merasakan seperti mendapatkan durian runtuh. Sekali mendayung, dua pulau terlampaui. Ia mengambil phonselnya, lalu merekam apa yang dilakukan oleh para remaja puteri itu. Setelah merasa cukup, Ia menyimpan phonselnya.


Ia lalu berjalan menghampiri keempat remaja tersebut "Eheeem.." Yanti berdehem memberi sapa kepada keempat remaja puteri itu.


Seketika keempat remaja itu terdiam dan menatap Yanti dengan sedikit terkejut karena prilaku mereka dipergoki.


Tatapan tak suka terpancar pada raut wajah keempat remaja itu " Apaan sih?! Jangan ikut campur, Ya!!" ucap Seorang remaja puteri bernama Gea. Ia terlihat paling cantik diantara lainnya, namun mereka semua cukup menarik, apalagi dengan usia yang masih muda.


"Tenanglah.. Aku bukan ingin ikut campur. Aku ingin menawarkan pekerjaan kepada kalian. Khusus malam hari saja. Aku akan memberikan gaji tinggi jika kalian mau" Yanti mencoba menawarkan janji manis kepada keempat remaja itu.


Lalu keempatnya saling pandang "Pekerjaan apa?" tanya Tia yang sedari tadi menghisap sabu dalam botol air mineral.


"Hanya pemandu lagu di warung saya. Masalah gaji jangan ragu, saya akan bauar dimuka, lumayan bisa buat beli narkoba dan minuman keras" ucap Yanti, lalu mengeluarkan uang dalam dompetnya.


Melihat lembaran uang yang dipegang oleh Yanti, membuat keempat remaja itu sepakat untuk bekerja sama dengan Yanti.


"Baiklah, kami ikut" ucap Gea memutuskan kesepakatan, lalu diikuti anggukan kepala oleh ketiga sahabatnya.


Yanti memberikan 5 lembar ratusan ribu kepada setiap orangnya, sehingga membuat keempat remaja itu tersenyum sumringah.


"Kalau begitu mari ikut saya, agar kalian tau dimana warung saya. Motor kalian sembunyikan saja dulu disemak-semak ini, nanti ketika pulang akan saya antarkan kemari" titah Yanti kepada keempat remaja itu.


Dengan anggukan kepala mereka menyetujuinya. Lalu mengikuti perintah Yanti dan menuju ke motor mereka dan menyembunyikannya.


Setelah merasa beres, Yanti membawa keempatnya menuju warungnya, Ia sangat senang sekali, sebab akan mendapat pelayan baru yang tentunya akan menambah pelanggan dan juga menambah pundi-pundi keuangannya.


Keempat remaja yang kini sudah masuk perangkapnya tidak menyadari jika mereka adalah korban eksploitasi dan dijadikan budak dalam memperkaya diri Yanti yang sesungguhnya.


Setellah pukul satu siang, mereka tiba diwarung Yanti. Lalu Ia mempersilahkan keempat remaja yang sudah dalam kondisi oleng itu untu masuk kamar dan beristirahat terlebih dahulu, agar malam nanti dapat bekerja dengan maksimal.


Bahkan Yanti memberikan makan siang dan juga tempat tidur nyaman bagi mereka.


Setelah itu, Yanti memeriksa mbak Lisa yang terbaring dikamarnya, Ia menghampiri wanita itu dan memeriksa suhu tubuhnya. Ternyata wanita itu benar-benar demam, kenungkinan karena tidak sanggup dirudal paksa oleh pria sebanyak 10 orang sekaligus.


Berbeda dengannya yang sudah merupakan mendapat tuntutan dari Nini Maru sehingga Ia mampu menghadapi pria sebanyak apapun.