MIRNA

MIRNA
Episode 35



Yanti sudah menyeselsaikan tugasnya. Namun Satria tak juga keluar dari kamarnya.


"Kemana sih tu majikan? Saya sudah cakep-cakep dandan dari rumah tetapi bukannya diperhatiin malah dianggurin" guman Yanti dengan kesal.


Gadis itu berjalan menuju untuk pulang, namun Satria tak juga terlihat. Akhirnya Yanti pulang dengan rasa kesal.


Yanti melajukan motornya menuju rumahnya. Ditengah perjalanan, Ia dihadang oleh Jeffri dan Dandy. Yanti menghentikan laju sepeda motornya dan menepi dipinggir jalan.


"Apaan Sih? Minggir" hardik Yanti dengan kesal.


Kedua pemuda itu tertawa melihat Yanti yang tampak kesal. "Pantesan saja gak laku-laku, jadi cewek terlalu galak banget." cibir Jeffri yang selama ini sudah menaruh dendam kepada gadis itu.


"Iya.. Sok nolak lamaran kita, akhirnya sampai tua gak ada yang mau" Dandy menimpali.


Yanti merasakan telinganya sangat panas dan juga berdenging, karena ocehan kedua pemuda itu.


"Mending jadi gadis tua dari pada menerima lamaran kalian.. Kalian itu gak level saya, udah jelek, kere lagi" jawab Yanti yang emosinya sudah memuncak.


Mendengar jawaban Yanti yang begitu menusuk hati kedua pemuda itu, membuat keduanya merasa semakin ingin melanjutkan niat jahat keduanya.


Pemuda itu saling mengedipkan mata, dan beranjak pergi untuk menyusun rencana mereka.


Sepeninggalan kedua pemuda itu,Yanti kembali menghidupkan mesin motornya dan melaju menuju rumah.


Senja berganti malam. keheningan malam yang mencekam berubah menjadi mencekam, karena rembulan tak lagi menampakkan wujudnya.


Yanti yang merasa lapar, mencoba keluar untuk mencari makanan ringan. Gadis cantik itu mengemudikan sepeda motornya dan menuju warung penjual bakso.


Saat dipertengahan jalan, Yanti kembali dihadang oleh kedua pemuda itu. Yanti mendadak mengerem dan hampir saja menabrak kedua pemuda itu.


"Sialaann..!! Apa sih mau kalian?!" maki Yanti dengan kesal.


Kedua pemuda itu hanya saling bertatapan dan tersenyum. Lalu Jeffri turun dari motor dan menghampiri gadis itu.


Tanpa diduga, Ia mengambil sapu tangan dan membekap mulut gadis itu hingga Yanti merasa pusing dan tak sadarkan diri.


Melihat jalanan yang sepi, membuat keduanya celingukan dan menarik tubuh Yanti ke tepian, lalu menelefon teman mereka yang lain untuk membawa motor gadis itu.


Sementara itu, Jeffri dan Dandy membawa Yanti kesebuah tempat yang sudah menjadi target mereka untuk melaksanakan aksinya.


Dandy yang bertugas membawa motor, melajukan motor mereka ke jalanan desa yang sepi menuju kebun jagung.


Dikebun jagung itu ada sebuah gubuk untuk tempat berteduh pemilik kebun.


Sedangkan Jali yang membawa motor Yanti mengikuti kedua pemuda itu dari arah belakang.


Sesampainya digubuk itu. Kedua pemuda itu membawa tubuh Yanti ke dalam gubuk, dan Jali mengekori keduanya.


Ketiga pemuda itu adalah barisan sakit hati karena pernah menjadi korban penolakan lamaran oleh Yanti.


mereka menghidupkan cahaya senter yang berasal dari phonsel mereka.


Jeffri menghidupkan vedeo untuk merekam semua kejadian yang akan mereka lakukan.


Dandy bertugas melucuti pakaian gadis itu sembari Jeffri merekam perbuatan sadis itu.


Ketiganya menatap tubuh polos itu dengan tatapan lapar dan tak sabar. Ketiganya menggagahi Yanti secara bergilir. Setelah merasa puas, mereka meninggalkan Yanti yang masih tak sadarkan diri dalam kondisi mengenaskan sendirian digubuk itu.


Ketiga pemuda itu merasa sangat puas telah melampiaskan dendam mereka kepada gadis sombong itu.


"Iya.. Jadi cewek sombong banget, biar tau rasa, Dia" Dandy menimpali.


"Vedeo ini Kita jadikan sebagai alat untuk mengancam Dia.. Kapan Kita mau tinggal pakai saja, kalau Dia menolak Kita sebarkan Vedeonya biar jadi gadis tua seumur hidupnya.." Ucap Jali dengan tatapan penuh kebencian.


Angin malam yang dingin membuat Yanti meeasa menggigil. Sesaat Ia mengerjapkan kedua matanya.


Suasana tampak gelap dan mencekam. Yanti merasakan uadara dingin yang teramat sangat dan membuatnya mengigil.


Yanti ketakutan dan mencoba menerka dirinua sedang ada dimana. Alangkah terkejutnya saat Ia melihat dirinya tanpa busana dan area sensitifnya terasa sangat sakit.


Menyadari ada yang salah pada dirinya, Yanti meratapi nasibnya yang sangat memilukan.


Gadis itu terisak dalam tangisnya dan menunguti pakaiannya yang berserakan didipan gubuk itu.


Setelah mengenakan pakaiannya, Ia berjalan dengan tertatih, sebab area sensitifnya terasa sangat sakit.


Keesokan harinya, Yanti berniat ingin melaporkan kejadian yang menimpanya ke kantor polisi. Namun saat Ia membuka aplikasi WA-nya, tampak sebuah pesan Vedeo masuk ke nomornya dan dari nomor tak dikenal.


Yanti membekap mulutnya saat membuka vedeo yang berdurasi 1 jam itu, dimana ketiga pria yang hanya memperlihatkan tubuh sebatas pinggang saja telah menggagahinya.


Lalu sebuah pesan teks masuk yang berisi ancaman jika sampai Yanti berani melapor kepolisi, maka vedeonya akan disebarkan.


Membaca pesan ancaman tersebut, Yanti bergidik membacanya, Ia hanya dapat meratapi hidupnya.


"Bagaimana jika Aku sampai hamil? Aku tidak mau hamil anak ini tanpa ayah, apalagi pelakunya ada 3 orang, dan siapa yang akan menjadi ayah dari kandunganku.


Tiba-tiba Yanti memiliki ide cemerlang "Sepertinya Aku akan menjebak Majikanku, dan jika Aku mengandung, maka Aku akan menuntutnya untuk bertanggung jawab untuk menikahiku" Guman Yanti dalam hatinya.


Yanti bergegas untuk mandi, dan akan bekerja dirumah Satria.


Ia akan mencari kesempatan untuk menjebak majikannya yang tentunya sangat tampan itu.


Yanti menggunakan pakaian yang sedikit longgar, sebab ada banyak bekas tanda merah dibagian tubuhnya.


Yanti sudah bersiap untuk bekerja dan juga mencari cara bagaiamana agar dapat menjebak majikannya.


Sesampainya dirumah Satria, Yanti tak melihat Satria, Ia menduga jika Satria masih didalam kamar.


Ia masuk dan mencoba memberi salam agar Satria mendengar jika Ia sudah datang.


Ia mulai melakukan pekerjaannya dan matanya terus saja mengintai kapan Satria keluar untuk mengambil makan siangnya.


Setelah pukul satu siang, Satria keluar dari kamarnya untuk mengambil makan siangnya.


Ia berjalan kearah meja makan, dan menyingkap tudung saji. Namun sepertinya tidak sesuai dengan seleranya.


Satria kembali menutup tudung sajinya, dan ingin pergi keluar sejenak mengambil pesanannya kepada Bu Ratna, karena Ia cahtringan dengan Bu Ratna.


Namun saat Ia baru saja sampai diambang pintu, Ia dikejutkan oleh Yanti yang sudah menanggalkan pakaian bagian atas, dan mempertontonkan tonjolan didadanya.


Satria membuang pandangannya dan mendengus kesal. Dengan sigap Yanti menghadang kaki Satria hingga terjerembab dilantai. Lalu Yanti menindih tubuh Satria, dan saat yang bersamaan Bu Ratna datang untuk mengantarkan makanan pesanan Satria.


Bu Ratna terpekik melihat adegan tersebut, lalu Yanti dengan air mata buayanya menagis tersedu dan merasa jika Satria telah menodainya.


Satria menyingkirkan tubuh gadis yang telah menjebakknya itu. "Ini tidak seperti apa yang Ibu fikirkan.. Ia telah menjebak Saya, Bu.." ucap Satria membela diri.


Bu Ratna memberikan rantang berisi makan siang kepada Satria, lalu pergi begitu saja.