
Kepolisian kembali memanggil paranormal yang disinyalir memiliki kesaktian yang sangat luar biasa dan terkenal.
Paranormal itu mereka datangkan dari luar pulau yang mana kesaktiannya sudah sangat teruji dan tidak diragukan lagi.
Setibanya dikantor polisi, paranormal itu disambut dengan cepat. Mereka ingin meminta bantuan segera untuk menangkap pelaku dari pembunhan yang membunuh korbannya dengan mencabut lato-lato tersebut.
Malam kian merambat sunyi. Kegelapan kjan mencekam, dan hawa dingin mulai mendominasi, membuat insan ingin segera beranjak kepembaringannya.
Pihak kepolisian dan juga paranormal itu melakukan perjalanan menuju tepi hutan menggunakan mobil kedinasan. Tak jauh dari tempat warung Yanti terbakar, mereka menuju sebuah pohon besar yang tumbuh ditepi jurang dan mengarah ke sungai.
Paranormal beserta beberapa personil kepolisian yang berjaga dengan persenjataan lengkap dan juga rompi anti peluru ikut mengelilingi paranormal yang saat sedang menggelar tikar untuk melakukan rituan pemanggilan arwah korban yang binasa karena kehilangan lato-latonya.
"Selamat bekerja, Ki.. Semoga Aki dapat mengungkap siapa pelaku dari semua pembunuhan yang sangat misterius ini" ucap seorang Inspektur Jendral yang memimpin perburuan terhadap kasus misterius tersebut.
"Saya aka berusaha sebaik mungkin, sejauh ini belum ada yang dapat lari dari penerawangan saya" jawab Si Aki yang merasa sesumbar.
Lalu si Aki meminta berbagai perlengkapan dan sesaji, dan setelah mendapatkannya, Paranormal itu akan mulai melakukan ritual untuk pemanggilan sosok yang misterius yang selama ini menjadi pelaku dibalik setiap peristiwa yang terjadi.
Sang Paranormal mulai menyalakan dupa, lalu membakar kemenyan dan memercikan minyak duyung yang memiliki aroma kuat menyengat yang sangat disukai oleh makhluk astral dan para jin.
Aroma dupa dan kemenyan yang menjadi satu dan bercampur dengan aroma minyak duyung yang menyengat memyeruak ke udara.
Sesaji yang merupakan daging ayam cemani dan daging burung gagak yang mereka panggang menjadi dengan saus darah dari hewan tersebut, kini tersaji dalam nampan berbentuk bundar.
Lalu kopi pahit hitam dan juga kembang tujuh rupa ikut menjadi perlengkapan sesaji itu.
San Paranornal itu mulai membacakan mantra dan berkomat-komat merafalkannya yang mana hanya paranormal itu sendiri yang menegetahui apa artinya.
Sebuah keris ditangannya mulai Ia gerakkan dan diangkat lurus ke atas, lalu Ia putarkan dengan geeakan yang sangat cepat dan kembali Ia panggang diasap dupa bercampur asap kemenyan yang mengepul dari pembakaran tersebut.
Angin mulai datang bertiup dengan semilir, perlahan berbah menjadi kencang dan kini tampak berbagai sosok jin qorin dari para korban yang menjadi kebiadaban pembunuh tersebut.
Wajah-wajah dari sosok jin qorin itu tampak sangat kotor dan penuh dosa. wajah mereka tampak menghitam karena saat kematiannya bermaksiat dan tak lagi mengindahkan segala larangan yang ada.
Para jin qorin berkerumun diasap dupa, menebarkan kegelisan dan juga ketakutan bagi para personil kepolisian yang melihat jin qorin tersebut dengan tubuh yang bertelan-jang tanpa lato-lato mereka.
Tak hanya itu saja, beberapa jin qorin dari janin-janin yang selama ini tidak pernah terfikirkan sebelumnya juga ikut berkumpul di asap dupa dengan wajud yang suci dan memprihatinkan.
Lalu setelah, semua jin qorin tersebut menghilang dan tak berbekas.
"Apa yang terjadi, ki?" tanya Irjen Santoso tersebut dengan rasa penasaran.
"Heeem..pelakunya bukan hanya satu, tetapi ada empat, salah satunya dari bangsa manusia yang terpedaya dengan kerakusan duniawi, namun sisanya adalah bangsa jin yang mengendalikannya" jawab Ki Rogo yang kini sedang melihat sosok Yanti yang didalam raganya sedang bersemayam Nini Maru yang untuk memanfaatkan raga itu dalam memenuhi tumbal janinnya.
Sementara itu, Rey yang sedang berkeliaran mencari tumbal lato-lato merasakan sesuatu kekuatan yang sedang memanggilnya dan akan membinasakannya.
"Ni.. Bagaimana ini? Sepertinya ada sosok yang mengusik kita" ucap Rey merasa ketakutan.
"Ciiih.. Saat terdesak Kau berani menemuiku!" cibir Nini Maru dengan nada geram.
"Maaf, Ni.. Saat ini bukan waktunya untuk berdebat, Aku belum mendapatkan jumlah lato-lato yang cukup untuk pemyempurnaan, bagaimana bisa aku menikahi Mirna jika tumbalku saja belum genap" ucap Rey yang mencoba berdamai dengan Nini Maru.
"Jika begitu segeralah menyatu dengan Yanti, masuk kedalam raganya, namun sebelumnya, berikan cairan madumu padanya" titah Nini Maru kepada Rey.
Dengan terpaksa, akhirnya Rey bersedia bercinta dengan Yanti, meskipun senjatanya tidak mau bangun, namun Ia paksa juga agar bangun.
Setelah mendapatkan cairan madu milik Rey, akhirnya Yanti sedikit berkurang rasa gatal tubuhnya, meskipun boroknya belum juga sembuh.
Perlahan Rey menyatu dengan raga Yanti, dan kini dua iblis bersatu dalam tubuhnya dan menjadi satu kesatuan yang utuh.
"Tunggu.. Panggil Ki genderuwo untuk bergabung" titah Nini Maru kepada Yanti dan juga Rey.
Karena merasa terancam, akhirnya Ki Genderuwo datang menghadap dan seperti syaratnya, Ki genderuwo harus memberi cairan madu untuk Yanti agar penyatuan mereka sempurnah.
Ki Genderuwo terpaksa membayangkan wajah Lela untuk bercinta dengannya.
Setelah penyatuan selesai, kini Yanti merasakan tubuhnya semakin kuat, namun jiwa Iblisnya semakin bertambah.
Sementara itu, Ki Rogo kini kembali memanggil sosok Yanti yang saat ini sedang dalam pemujaannya.
"Datanglah... Datanglah.. Aku membawakan sesaji untukmu" ucap Ki Rogo dengan suara lantangnya.
Lalu angin bertiup kencang, aroma kenanga, bertukar dengan amis dan anyir darah, lalu bertukar aroma kabel terbakar silih berganti datang dengan munculnya sosok Yanti yang melayang di udara dengan tawa melengking dan menakutkan.
Para personil kepolisian tersentak kaget, lalu bersiap ingin menembaki Yanti yang melayang diudara, namun Ki Rogo mencegahnya.
Para personil kepolisian itu akhirnya mengurungkan niat mereka untuk menembak Yanti yang melayang diudara.
Sedangkan Ki Rogo bangkit dan berdiri, lalu memutarkan kerisnya dan mengarahkannya kepad Yanti yang kini melayang menatapnya.
Lalu sebuah sinar berwarna jingga melesat mengarah ke tubuh Yanti yang sedang melayang, tetapi karena Yanti kini sudah bukan lagi dirinya dan ada tiga iblis yang bersarang ditubuhnya, maka dengan cepat Yanti melesat menghindarinya.
Lalu tiba-tiba Ia menghilang dan membuat Ki rogo menguatkan penglihatan bathinnya yang mencari keberadaan sosok Yanti yang menghilang dengan tiba-tiba.
Sesaat dengan tiba-tiba sebuah bayangan melesat dan memberikan sebuah cakaran tepat diwajah Ki Rogo dan membawa paranormal itu terbang melayang ke udara yang membuat para personil kepolisian panik dan bingung harus menembak Yanti yang mana takut akan mengenai Ki Rogi.
Ki Rogo melakukan perlawanan dengan akan menusukkan keris itu ketubuh Yanti, namun dengan cepat Yanti menarik keris tersebut dan berbalik menusukkannya lepa Ki Rogo.