MIRNA

MIRNA
episode 223



Rina mengerjapkan kedua matanya. Ia melihat dirinya dalam sebuah kamar yang tampaknya sangat tidak asing baginya. Namun Ia sendiri tidak mengerti Ia sedang berada dimana.


Sesaat terdengar suara ketukan pintu dikamar dan Rina berusaha turun dari ranjang sembari memegangi kepalanya yang sakit.


Ia berjalan tertatih menuju pintu kamar dan membukanya. Seketika matanya membola dan Ia terperangah melihat siapa yang ada dihadapannya.


"Ibuuu..?!" ucapnya tak percaya dan dengan cepat memeluk wanita tersebut dengan sangat kuat.


"Ibu.."


"Iya sayang"


Tangis Rina pecah saat melihat siapa yang ada dihadapannya.


"Mengapa Aku bisa berada disini?" tanya Rina bingung.


Wanita paruh baya yang kini berada didepannya juga merasa bingung. Ia menatap lekat pada dua retina mata Puterinya.


Malam tadi kamu mengetuk pintu dan memanggil ibu berulang kali, sekitar pukul 4 pagi.


Karena Ibu penasaran, Ibu membangunkan Ayahmu untuk membuka pintu, dan saat kami buka, kami menemukanmu dalam kondisi tak sadarkan diri didepan pintu, maka Ayahmu menggendongmu dan membawamu kekamar" wanita paruh baya itu menjelaskan.


Rina mengerutkan keningnya, Ia masih penasaran dengan dengan dua orang yang menolongnya malam tadi. Namun mengapa mereka dapat mengetahui dimana kampungnya, padahal jarak dari desa iti kekampungnya memakan waktu perjalanan 8 jam menggunakan kendaraan bermotor.


Ini sungguh hal yang aneh bagi Rina, namun Oa bersyukur dapat bertemu dengan kedua orangtuanya daripada harus terjebak bersama dengan para iblis laknat tersebut.


"Ayo, Kita makan dahulu. Nanti kita lanjutkan ngobrolnya" titah wanita paruh baya tersebut.


Lalu tampak wanita itu telah menyiapkan masakan dan hidangan yang kini sudah tertata di meja makan dapur. Rina sudah sangat lama merindukan masakan ibunya.


"Kemana suamimu, Rin? Kenapa tidak diajak serta? Dan kamu kenapa bisa sampai jatuh pingsan seperti itu? Kamu lagi ribut dengan suamimu, Ya?" cecar wanita itu.


Rina terdiam sejenak, seketika ingatannya melayang pada suaminya Ewin yang ternyata telah mati mengenaskan ditangan Yanti. Lalu Yanyi juga akhirnya mati mengenaskan dan jin qorinnya mengikuti iblis wanita yang dahulunya menjadi sekutunya dan kini Yanti dalam bentuk yang sangat mengerikan.


"Mas Ewin sudah lama meninggal dunia, Bu" jawab Rina antara sedih dan juga tak tahu perasaannya seperti apa.


Seketika wanita paruh baya itu terperangah "Mengapa tidak mengabari Ibu?" wanita seakan tak percaya jika anak perempuannya kinintelah menjada.


"Awalnya Rina kira menghilang, namun ternyata polisi menemukannya dalam kondisi menjadi kerangka, dan ternyata Ia korban dari tumbal pesugihan" Rina kembali mempertegas penjelasannya.


Kedua orangtuanya saling pandang. Merasa tak percaya akan apa yang dialami oleh anaknya.


"Apakah desa tempat tinggal kalian itu begitu mengerikannya?" tanya ayah Rina penasaran.


Rina menganggukkan kepalanya "Sebab itu Rina pulang ke kampung halaman" ucap Rina menjelaskan.


Kedua orangtuanya menganggukkan kepalanya, dan merasa senang jika anknya tidak sampai terluka, apalagi menjadi korban tumbal pesugihan yang sangat tidak dapat dibayangkannya.


Sementara iti, Ki Genderuwo kembali ke dalam goa. Ia mengerang kesakitan karena Mirna menghantamnya saat akan menangkap salah satu korban tumbal remaja tersebut.


"Aaaaaarrrgh.. Sakit" teriak Ki genderuwo dengan sangat keras. Luka diwajahnya tampak lebam terkena ujung selendang Mirna.


Kulitnya yang terkelupas mengeluarkan darah hitam dan cairan panas yang membuatnya semakin tampak mengenaskan.


Mereka hanya saling pandang dan terdiam sejenak, jika saat ini mereka memaksakan diri untuk keluar mencari tumbal, maka tidak dipungkiri jika mereka akan semakin babak belur dan energi mereka akan semakin terkuras.


"Begini, saja! Kita satukan kekuatan kita untuk memberikan energi kepada Rey agar Ia dapat bertahan. Sebab jika tidak maka Ia akan lenyap" titah Ki Kliwon kepada 3 iblis lainnya.


Namun Yanti merasa ogah, sebab Rey telah menghinanya dan hal itu membuatnya menjadi dendam.


Sesaat suasana hening. Sedangkan mereka sendiri dalam kondisi mengenaskan bagaimana mungkin mereka akan menyalurkan energi mereka? Yang ada mereka sendiri akan mencelaikai diri mereka.


Lalu Ki Kliwon menatap pada Yanti, meminta Yanto saat yang kondisnya masih sedikit stabil. Namun Iblis betina itu menolak karena Rey telah menghina fisiknya yang acak kadul tidak karuan.


Namun karena desakan dari ke tiga iblis lainnya, akhirnya Yanti terpaksa mau juga melakukannya.


Yanti menaiki tubuh Rey, namun Rey mencoba menolak, Ia tidak sudi tibuhnya di naiki Yanti yang penuh dengan belatung. Namun ketiga iblis itu memeganginya, dan Yanti segera melakukan penyatuan tubuh kepada Rey.


Setelah mencapai puncaknya, Yanti menyemburkan lahar miliknya kepada Rey dan memberi sedikit energi negatif kegelapan kepada Rey.


Meskipun dengan keterpaksaan, akhirnya Rey terselamatkan juga meskipun hanya sekedar 20% saja.


Akhirnya Rey dapat beranjak bangkit dari berbaringnya. Lalu mereka akhirnya melakukan kembali pertapaan dan menuju pencapaian penyerapan energi negatifnya.


Sedangkan Yanti tadinya merasa ditolak oleh Rey tersenyum mencibir melihat iblis jantan yang tak jauh beda sama buruk rupanya dengan dirinya.


"Untuk saat ini, mari kita fokuskan untuk bertapa, swtelah energi kita kembali pulih seutuhnya, maka kita akan beraksi kembali. Jangan ada yang keluar dengan sendirian, namun harus bersama, karena jika keluar sendirian, maka akan mengalami permasalahan lagi" ujar Ki Kliwon memberikan penjelasan.


Keempatnya hanya menganggukkan kepalanya, dan mencoba mematuhi apa yang dikatakan oleh Ki Kliwon.


Namun Ki genderuwo uring-uringan. Sebab Ia tidak mungkin dapat hidup tanpa Lela. Ia harus dapat bertemu Lela sang punaan hatinya yang selalu memberiakannya kesenangan saat dirnjang.


Meskipun Ia mengiyakan apa yang dikatakan oleh Ki Kliwon, namun Ki Genderuwo diam-diam membangkang, sebab pemenuhan hasrat untuk dirinya kepada Lela harus terpenuhi.


Kimi Ia tahu Lela sedang menunggunya dan pastinya wanita itu sudah tertagih pada dirinya.


Benar saja. Lela merasa kehilangan sosok genderuwo yang selama ini selalu memberikan kesenangan dalam hal urusan ranjang dan juga kekayaan.


"Dimana Ki Genderuwo? Mengapa Ia tidak kelihatan beberapa waktu ini? Kalau begini, warungku bisa sepi dan Aku harus dengan cara apa mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.


Sebab selama ini sumber oendapatannya didapatnya dari bersekutu dengan iblis tersebut. Syarat diajukan ialah hanya memberikan kesenangan ranjang pada Iblis berbulu berbulu itu.


Lela menatap warungnya yang akhir-akhir ini terlihat sepi. Para pelanggannya mulai banyak yang menghilang setelah Ki Genderuwo tak lagi kelihatan.


Ditambah issu mengenai kemunculan jin qorin Yanti yang waktu membuat kehebohan dengan tubuh penuh belatung datang meneror warga.


Lela menatapi warungnya yang hanya ada dua orang pelanggan saja malam ini.


Bahkan Didi dan Dino setelah menikah tak lagi pernah nongol diwarungnya, padahal keduanya adalah pelanggannya yang paling setia.