
Satria memeluk Mirna penuh haru "Akhirnya kamu kembali!" ucap Satria dengan nada yang begitu dalam kerinduan.
"Ini semua karena kalian yang selalu mendoakanku dan terutama Samudera yang membuktikan cintanya kepada ku sebagai seorang putera yang rela mengorbankan dirinya demi setetes air susuku yang telah memberikannya kehidupan!" ucap Mirna sembari menatap wajah Samudera.
"Ibu tidak melahirkanku, tetapi kasih sayangmu yang membesarkanku hingga saat ini, lalu bagaimana mungkin aku membiarkan ibu dalam kesulitan dan tidak berusaha untuk menyelamatkan ibu!" ucap Samudera menimpali ucapan ibunya.
Lalu Satria memeluk ke dua puteranya yang mana sudah sama-sama berjuang untuk menyelamatkan Mirna.
"Bagaimana dengan para iblis itu?" tanya Mirna penasaran.
"Insya Allah, Mereka telah musnah dan tidak akan kembali lagi. Mereka telah kembali ke asal mereka menjadi api yang menyala dan dikurung didalam sebuah kerangkeng yang tidak akan dapat melepaskan diri!" jawab Satria meyakinkan.
Lalu mereka saling bertatapan satu sama lain dan bernafas lega.
Ditempat lain, sebuah kobaran api yang menyala membakar ke empat iblis yang saat ini sedang meraung kesakitan. Tampak Nini Maru, Ki Kliwon, Ki Genderuwo dan juga Rey yang meraung kesakitan dengan tangan yang menjulur ke atas dengan raungan yang sangat memilukan.
Tubuh mereka penuh dengan api yang menyala dan berada didalam sebuah kurungan yang mana juga laksana api yang menyala dan apabila tersentuh oleh mereka akan kobaran api itu semakin menyala.
Dalam raungan kesakikatan itu, tampak satu sosok pria berkaki palsu yang sedang memegang sekop yang terbuat dari besi yang panas sedang menyekopkan bara api yang berasal dari sebuah sumur yang berisi api menyalah bagaikan lelehan lahar gunung berapi dan bebatuan yang tampak seperti batu bara yang memerah karena terbakar.
Sosok itu tak pernah henti melemparkan setiap sekopan batu panas dan lelehan lahar panas tersebut kedalam kurungan ke empat iblis itu. Setiap kali material itu dilemparkan, mala jeritan dan lolongan kesakitan dari ke empat iblis akan terdengar menyakitkan.
Kini Satria dan keluarganya tidak akan lagi mengalami teror yang menakutkan dan mengganggu kehidupan mereka.
Nini Maru dan ke tiga sekutunya telah musnah bersama dengan dendam mereka yang sekarang berbalik membinasakan mereka.
Sementara itu, Satria mewariskan keris yang dihuni oleh Chakra Mahkota, sedangkan Samudera mewarisi ilmu kanuragan Gelap Ngampar yang dimiliki oleh Kliwon dan Nini Maru yang dicuri oleh Mirna saat masa penyekapan didalam goa.
Satria juga menceritakan kepada ke dua puternya, bahwa Ia memiliki dua perusahaan besar yang selama ini Ia sembunyikan dari kedua puteranya, dan kelak jika keduanya sudah lulus kuliah, maka Ia akan mengembankan perusahaan itu kepada kedua puteranya.
Samudera dan Angkasa saling pandang. Mereka tidak pernah menduga jika mereka ternyata adalah anak milyader yang hidup dalam kesederhanaan. Namun semua itu tak menjadikan mereka harus merubah hati menjadi congkak, sebab mereka sudah terbiasa hidup sederhana.
Disisi lain, Mirna telah melewati masa sulitnya. Ia kini sudah kembali menjadi manusia yang seutuhnya dan berada dijalan yang lurus, yang mana telah ditetapkan Rabb-Nya. Sebab Allah tidak menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk menyembah kepada-Nya.
~The End~
~Bagi Reader yang menyukai horor, action, romansa, cinta dua dunia antara siluman buaya putih dengan anak manusia bisa singgah di 'Buhul Ghaib'..
Terimakasih atas segala dukungannya selama ini. I love u All Reader, tanpa kalian Author bukanlah siapa-siapa..