
Yanti mendengus kesal, lalu keluar dari kamar rahasia menuju kamarnya.
Yanti mencari obat untuk meredakan nyeri dibokongnya dan juga pendarahan yang mengalir.
Setelah merasa sedikit baikan, Yanti keluar menuju warungnya yang tampak ramai oleh pengunjung yang ingin meminum minuman keras dan juga untuk mendapatkan layanan plus-plus dari keempat remaja tersebut.
Yanti mengedarkan pandangannya kesegalah arah. Ia mencari pria yang mabuk berat, sehingga saat bercinta tidak menyadari wajahnya yang masih membekas luka parah akibat siraman kopi panas dari sanga ayah.
Seorang pria paruh baya sedang meracau sendirian di sudut ruangan. Tangannya masih memegang segelas minuman permentasi dari air nira yang mengandung alkohol dan membuatnya mabuk tak sadarkan diri.
Yanti menghampirinya, lalu menepuk wajah pria itu.
Setelah pria itu membuka matanya, Yanti memberikan kecupan dibibir sang pria yang berbau asam dari minuman tuak hadil permentasi air nira tersebut.
Sebenarnya Yanti merasa mual, namun, Ia membuat pria itu berhasrat untuk memancingnya.
Benar saja, pria itu langsung membalas kecupan Yanti. Setelah itu Yanti membimbingnya masuk kedalam kamarnya. Sesampainya dikamar, Yanti yang sengaja tidak menggunakan underware langsung disergap pria yang sedang mabuk parah tersebut.
Yanti merasakan organ intinya nyeri, sebab masih luka basah karena pasca keguguran, namun tetap dihajar pria itu.
Rey tersenyum seringai menyaksikan perbuatan keduanya, dan saat si pria mendapatkan puncak surgawinya, Yanti mendorong pria mabuk itu dengan cepat, dan Rey dengan sigap mencabut lato-lato pria itu dengan membekap mulutnua hingga tak bersuara.
Mata pria membeliak keatas, antar menahan sakit kematian yang menjemputnya dan juga pelepasan puncak surgawinya.
Darah bercampur cairan kental milik pria itu menyembur menjadi satu dan menggenangi lantai kamar wanita berhati iblis tersebut.
Yanti tampak lelah dan ingin beristirahat sebab rasa gatal dan juga luka lecet terasa perih, sehingga Ia ingin beristirahat.
Rey menyantab lato-lato pria itu dengan sangat rakus, lalu tersenyum seringai.
Kini Ia mendapatkam energi baru dan semakin bersemangat.
Sementara itu, jasad pria tersebut masih tergeletak di kamar Yanti dan darah menggenanginya.
Sepertinya saat ini Rey sedang tidak ingin memakan jasad pria itu, Ia lebih berkeinginan untuk bercinta dan memilih menghampiri Tia yang merupakan tercantik dan paling menggoda diantara keemapat remaja itu.
Kini usia kandungan Tia sudah 1 bulan lebih, dan itu membuat Tia semakin liar karena ada kenaikan hormon.
Rey keluar menuju ruang karaoke, tampak Tia sedang digilir beberapa pria mabuk, dan tentunya banyak mendapatkan uang meskipun tubuhnya kelak akan hancur karena terlalu murah untuk digunakan.
Pagi menjelang, sinar mentari bersinar begitu terang. Rina tersadar dari tidurnya. Ia mendapati tubuhnya sangat lelah dan tampak darah membasahi spreynya.
Rasa lengket dan aroma amis itu membuatnya semakin pusing dan ingin muntah.
Rina menyadari jika Ia telah keguguran, namun Ia tak melihat Yanti datang untuk mengambil janinnya, hanya sosok menyeramkan yang menggaulinya dan Ia merasakan ada seseorang yang menarik paksa janinnya sehingga membuatnya kontraksi hebat.
Saat akan beranjak dari tidurnya, Rina melihat tumpukan uang didekatnya dengan jumlah yang disepakati bersama Yanti.
Seketika Rina tersenyum bahagia. Meskipun harus mengorbankan kandungannya, Rina tak menjadi persoalan, dan Ia yakin jika genderuwo yang menggaulinya malam tadi yang mengirimkan uang tersebut kepadanya.
Rina sudah berangan-angan akan membeli apa dengan uang yang kini dihadapannya. Namun Ia harus segera meminum jamu untuk menyembuhkan luka dalam dirahimnya.
Warung sudah sepi. Keempat remaja itu menggedor pintu Yanti karena ingin berpamitan pulang, namun tampaknya Yanti masih tertidur pulas.
Keempat remaja itu akhirnya memutuskan untuk meninggalkan uang hasil berjualan malam tadi didalam laci, lalu mereka pergi dan menutup warung.
Setelah pukul 10 siang, Yanti terbangun dari tidurnya karena merasakan perih di organ intinya.
Ia tersentak melihat jasad pria mabuk yang malam tadi bercinta dengannya tampak terkapar dilantai.
"Siaalll..! Mengapa Rey meninggalkannya begitu saja? Bukankah biasanya Ia memakannya?" Yanti menggerutu, sebab ini akan menjadi masalah besar jika sampai ketahuan.
Yanti merasakan tubuhnya lemah, Namun Ia harus menyingkirkan jasad itu sebelum ada yang melihatnya.
Yanti beranjak dari ranjangnya dan mengenakan pakaian yang seadanya. Ia berjalan tertatih keluar dri kamarnya. Ia melihat warung teelah sepi, dan Ia memastikan jika para pelayan remajanya telah kembali pulang saat Ia masih tertidur.
Wanita itu menuju pintu warung untuk mengunci pintu agar tidak ada yang memergokinya.
kemudian Ia kembali kekamarnya, dengan tertatih dan kesulitan, Ia menyeret tubuh pria itu keluar dari kamarnya dan akan Ia bawa ke kamar rahasianya.
Meskipun harus mengalami kesulitan, namun akhirnya Ia dapat membawa jasad pria kedalam kamar rahasianya.
Yanti menumpukkan jasad tersebut bersama ketiga kerangka pria lainnya. Lalu Ia kembali mengunci kamarnya dan akan membersihkan darah yang sudah hampir mengering tersebut.
Selama menjadi budak iblis dari Nini Maru dan juga Tey, Kini Yanti tampaknya memiliki jiwa psychopat yang tak ada rasa empati dan juga belas kasih terhadap seseorang, sehingga sangat berbahaya jika berdekatan dengannya.
Dengan tenang Yanti membersihkan semua darah yang menggenangi lantai dan juga koridor menuju kearah dapur.
Setelah membersihkan segalanya, Yanti berniat akan menemui dokter untuk mengobati luka gigitan hewan anJing di bokongnya, Ia takut terkena rabies dan juga luka dioran intinya yang terus gatal dan kini timbul ruam kemerahan dan rasanya sangat sakit dibagian tulang-tulangnya.
Setelah selesai membereskan semuanya, yanti segera membersihkan dirinya dan menuju ke dokter yang telah Ia hubungi sebelumnya di pinggiran kota.
Yanti mengendarai mobilnya dengan kecepatan tak biasa, Ia sudah tidak dapat menahan rasa gatal, perih dan panas serta tulang yang terasa ngilu.
Setelah menempuh perjalanan dua jam, akhirnya Ia telah sampai dipinggiran kota. Ia mencari alamat dokter tersebut. Setelah menggunakan panduan maps google, akhirnya Ia menemukannya.
Yanti disambut oleh dokter tersebut, kemudian mendata Yanti dan segala keluhannya.
Setelah memeriksa organ inti Yanti, dokter itu menyimpulkan hasil analisisnya jika Yanti terkena penyakit herpes. Salah satu penyaki kelamin yang sering terjadi karena pergaulan yang tidak sehat.
Dan dokter juga menyarankan agar Yanti tidak dahulu melakukan hubungan bercinta agar segala lukanya segera sembuh.
Bahkan Yanti juga mengalami gejala rabies dan dokter sudah memberikan obat untuk mengatasi segala keluhan yang dialami oleh Yanti.
Dokter merasa bingung dengan kondisi yang dialami oleh Yanti, sebab semua terjadi bersamaan, Ia menduga jika Yanti pastinya gadis yang menjadi pasiennya seorang yang hidup dalam kebebasan yang tidak terkendali.