
Setelah itu, Ia memakan satu ekor daging ayam cemani dan satu ekor daging burung gagak hitam dengan sangat cepat.
Disisi lain, dua orang pelanggan baru mulai memasuki warungnya, Lisa mulai melayani kedua pelanggan itu dan menghidangkan satu teko tuak dan camilan.
Karena Yanti menyediakan karaoke gratis, maka kedua pria itu minum tuak sembari berkaroke dengan dipandu Lisa yang sudah berdandan dengan begitu sangat menggoda.
Lagu yang dinyanyikan mulai tak karuan, karena keduanya sudah mabuk dan terdengar meracau.
Sementara itu, Yanti keluar dari kamar rahasianya tanpa sehelai benangpun dengan belumuran darah yang dijadikannya lulur.
Ia melintasi Lisa dan dua orang pemuda yang sedang berkaroke dengan nada tak jelas tersebut, namun mereka tak melihat Yanti yang sedang menatapnya.
Yanti berjalan menyususri jalanan raya dan menuju sebuah rumah.
Sesampainya ditempat yang dituju, Ia menatap rumah tersebut yang kini masih tampak masih ada beberapa oramg disana, sebab rumah itu menyatu dengan warungnya.
Ia berjalan menuju gang, sesaat Didi dan Dino baru saja pulang dari warung Lela karena hampir larut malam.
Didi merasakan hidungmya mencium aroma amis darah yang yang sangat menusuk indra penciumannya.
"Din.. kamu mencium aroma amis darah gak, sih?" Tanya Didi yang menajamkan indra penciumannya.
Dino mengenduskan hidungnya "Iya .. bau amis darah" Dino menimpali, lalu keduanya merasakan bulu kuduknya meremang, dan tanpa dikomando, keduanya berlari dengan kencang meninggalkan lokasi tersebut.
Yanti melihat keduanya berlari kencang tersenyum sisnis dan merasa bangga, sebab Ia tidak terlihat oleh manusia.
Yanti berjalan menuju warung Lela, Ia melihat satu persatu para pelanggan Lela mulai berpulangan satu persatu, kecuali kakek Nugroho.
Yanti kemudian masuk kedalam warung tersebut dan duduk dibangku kayu tersebut.
Kakek Nugroho memandanginya dengan senyum seringai.
Lalu Kakek Nugroho beranjak dari duduknya, dan menghampiri Lela yang sedang menghitung uang di dalam dompetnya dari hasil berdagangnya tadi.
Malam ini Ia tidak melayani pelanggan untuk ngamar, karena Ia melihat kehadiran kakek Nugroho diwarungnya.
Setelah menghampiri Lela, Kakek Nugroho Menatap wanita itu, dan membuat sang wanita tunduk patuh untuk memenuhi keinginnanya.
Kemudian Lela mengikuti langkah Kakek Nugroho ke dalam kamar dan mereka melakukan percintaan.
Yanti memandangi keduanya, setelah merasa mencapai puncak surgawinya, kakek Nugroho mengedipkan matanya kepada Yanti, sebab kali ini adalah giliran tugas Yanti yang akan beraksi.
Lela yang baru saja terkapar digumuli Kakek Nugroho, tiba-tiba merasakan jiak ada sebuah tangan yang menyentuh perutnya yang membuncit.
Aroma amis begitu sangat menyeruak dan membuatnya sangat mual.
Belum sempat hilang rasa mual dan juga penasaran akan sebuah tangan yang tak terlihat yang sedang menyentuh perutnya, tiba-tiba Ia merasakan sebuah tangan lain merogoh masuk keruang intinya, dan menarik paksa janin yang masih berada didalam rahimnya.
Lela membeliakkan matanya karena rasa sakit yang sangat luar biasa, kakek Nugroho membekap mulut Lela agar suara teriakan kesakitan Lela tidak terdengar sampai keluar.
Lalu Yanti membawa janin yang sudah didapatnya itu dengan berlari kencang dan untuk mencapai warungnya.
Sedangkan disisi lain, Kakek Nugroho memasukkan sesuatu ke dalam mulut Lela agar mengurangi rasa sakit wanita itu.
Kakek Nugroho menyesap darah yang keluar dari liang inti milik Lela, dan meninggalkan wanita itu yang kini sudah tak sadarkan diri.
Ketika berjarak 100 meter dari warung miliknya, sesosok wanita yang tiba-tiba muncul dihadapannya menghalangi jalannya.
Wanita itu membelakanginya, Yanti tersentak kaget, sebab tidak ada satupun manusia yang mampu melihat kehadirannya, namun mengapa wanita itu dapat menghalangi jalannya.
Saat wanita itu menoleh kearahnya, Yanti sangat terkejut, sebab wanita itu adalah sosok yang Ia kenal.
"Mirna.." gumannya lirih sembari memegang janin yang berlumuran darah ditangannya.
Sorot mata Mirna sangat tajam dan membuat Yanti menciut nyalinya.
Yanti mendadak menggeletar, Ia berbelok arah mencari jalan potong menuju warungnya, namun tiba-tiba Mirna sudah berada dihadapannya.
Yanti membolakan matanya dan melihat penuh ketakutan. Sosok cantik Mirna tak membuatnya hilang rasa yang sangat gemetar.
Mirna melirik janin yang berada ditangan Yanti, lalu melemparkan selendangnya untuk Mengambil janin tersebut agar tak menjadi tumbal persembahan untuk Nini Maru.
Namun sekelebat bayangan hitam menangkap ujung selendang milik Mirna dan melihat hal tersebut, Yanti bergegas berlari dan menuju warungnya, lalu masuk kedalam kamar rahasianya, dan memulai pemujaannya.
Sementaranitu, Mirna masih bertarung melawan sosok bayangan hitam yang tampaknya sengaja datang untuk mengahalanginya.
Mirna menarik selendang dengan satu hentakan dan membuat sosok bayangan hitam itu terpental, dan terjerembab ditanah.
Kemudian Mirna hendak mengejar Yanti yang saat ini dipastikan sedang melakukan persembahan janin tersebut, namun sosok bayangan hitam itu bangkit dan menendang punggung Mirna, hingga membuatnya tersungkur ditanah.
Disisi lain, Nini Maru telah melahab janin persembahan dari Yanti, dan Ia tertawa penuh kemenangan.
Tawanya yang membahana tak terdengar oleh Lisa yang kini sedang berkaroke ria dengan musik yang berdentum dengan sangat kuat.
Sosok bayang hitam itu mengahampiri Mirna yang sedang berusaha untuk bangkit.
Sosok bayangan itu sudah berada dihadapan Mirna dan ingin mencengkram Mirna dan akan membawa Mirna untuk menjadi korban pergumulannya.
Namun belum sempat tangan sosok bayangan hitam itu mencengkram Mirna, sekelebat bayangan tertutup cahaya berwarna putih keperakan menangkap tubuh Mirna dan membawanya pergi.
Seketika sosok bayangan hitam itu menggeram dengan sangat kesal dan Ia melesat menghilang dibalik kegelapan malam menuju kamar Yanti.
Kini Yanti telah kembali seperti semula, Ia mengenakan pakaiannya, lalu menuju keruangan tempat dimana Lisa sedang berkaroke dengan dua pemuda yang kini sedang menjadi pelanggan pertama mereka.
Yanti melirik salah satu diantara pemuda itu dan Ia memilih satu yang berbadan tegap.
Yanti menghampiri pemuda yang sedang mabuk berat tersebut, lalu menariknya menajuhi Lisa dan membawanya kekamar rahasia.
Dalam kondisi mabuk, pemuda itu tidak menyadari apa yang terjadi. Ia tak menghiraukan suasana kamar yang tampak mengerikan dan aroma amis darah yang menyengat.
Ia bagaikan kerbau yang dicocok hidungnya dan memenuhi semua keinginan Yanti.
Pemuda itu menggauli Yanti dalam kondisi mabuk parah, hingga Ia mencapai puncak surgawi terakhirnya, lalu bersamaan dengan itu, sosok bayangan hitam tersebut mencabut lato-lato milik sang pemuda dengan cara yang sangat sadis.
Suara teriakan kesakitan yang menjemput ajalnya dalam meregang nyawa tak terdengar oleh Lisa disebabkan dentuman musik yang menggema.
setelah menikmati lato-lato pemuda itu, sosok bayangan hitam tersebut menggarap Yanti sebagai syarat pemujaan untuk mencapai kejayaan wanita itu.
Yanti bagaikan seorang budak iblis yang kini dalam pengaruh kesesatan yang nyata.