
Angkasa beranjak bangkit dari tidurnya dan mendekap sang Ayah.
perlahan demam yang dialaminya mulai menghilang.
"Ayo, ada yang akan Ayah tunjukkan pada kalian" titah Satria kepada keduanya.
Lalu Satria beranjak dari ranjang dan diikuti oleh kedua puteranya.
Satria duduk bersila diatas sebuah sejadah yang mana kedua putrleranya duduk bersila menghadapnya.
"Dengarkan apa yang akan ayah sampaikan dan camkan baik-baik. Ayah akan menurunkan sebuah ajian kepada kalian, namun kalian harus melewatinya dengan benar. jika kalian dapat melewati ujian yang diberikan, maka kalian akan mendapatkan ajian tersebut"
Kedua remaja itu menatap Satria dengan tatapan penuh tanya dan penasaran.
"Ajian ini sangat berbahaya, dan hanya orang yang dapat mengendalikan dirinya yang dapat menguasainya, dan mengapa ajian ini Ayah turunkan kepada kalian, jawabannya akan ada setelah kalian berhasil melewatinya" Satria menimpali ucapannya.
Angkasa dan juga Samudera saling pandang, sebab mereka belum mengerti tujuan dari perkataan Ayahnya.
"Mulai esok.. Bersiaplah untuk menjalani ujian yang akan datang dan ayah harap kalian dapat melewati ujian pertama" ucap Satria mengingatkan.
Lalu keduanya hanya bengong dengan apa yang diucapkan oleh Ayahnya.
"Pergialah tidur, esok bersiap pergi ke sekolah" ucap Satria kepada kedua puteranya. Lalu Angkasa dan Samudera pergi beranjak untuk tidur.
Sesampainya didalam kamar, keduanya masih tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Ayahnya, sebab ini sangat membingungkan.
Namun karena malam semakin larut, akhirnya keduanya tertidur lelap.
Satria memejamkan kedua matanya dan mulai berdzkir dengan menggulirkan butiran tasbih dijemarinya.
Tanpa terasa, waktu subuh menjelang dengan berkumandanganya adzan subuh yang mendayu lembut dan membuat insan yang lalai semakin terbuai dalam tidurnya, sedangkan yang ingin mendekatkan dirinya pada Sang Rabb, Ia akan bergegas bangkit dan menunaikan kewajibannya.
Satria membangunkan dua puternya dan begitu juga dengan Mirna. Lalu mereka menunaikan ibadah shalat subuh berjamaah dirumah.
Ia mengajak kepada istri dan kedua puteranya untuk berdzikir mendekatkan diri kepada sang pencipta. Sehingga tanpa sadar hari hampir terang, dan Satria menyudahinya.
"sudah cukup! Sekarang mandilah, dan berangkat ke sekolah" titah Satria kepada keduanya.
Lalu Angkasa dan juga Samudera beranjak dari sejadahnya dan menyalim Satria juga Mirna, dan pergi ke kamar untuk mmebersihkan diri dan berangkat ke sekolah.
Mirna menyalim Satria, lalu pria itu mengecup ujung kepala sang istri.
Mirna beranjak dari tempatnya, membuat sarapan untuk kedua anak lelakinya. Lalu Satria membenahi sejadah dan menyimpannya.
*****
Samudera dan Angkasa berangkat ke sekolah mengendarai sepeda motor matic dengan berboncengan.
Sementara anak lelaki pada umumnya akan mengendarai motor yang khusus untuk anak lelaki, semisal Ninja hatoru.
Dan andai mereka mau, dua mobil mewah juga ada didalam garasi rumah, tetapi mereka tidak berlagak pamer, karena memang mereka belum diijinkan untuk menyetir.
Kabar guru Simon yang kini mendekam dipenjara dengan kehilangan lato-latonya masih menjadi perbincangan. Sebab hidup pria itu sudah tidak berarti lagi tanpa adanya senjata pamungkas yang menjadi kebanggaan bagi setiap pria.
Sedangkan dua remaja yang terlibat penodaan terhadap Melly dijatuhi hukuman sesuai dengan perbuatan mereka, dan mereka diringankan karena tidak membunuh Melly.
Samudera dan Angkasa menuju parkiran. Saat itu keduanya berpapasan dengan Syamsul. Remaja berkacamata itu memandang sekilas dan merundukkan kepalanya.
Namun Angkasa dan Samudera berpura-pura tidak mengetahui kejadian jika Syamsul adalah orang yang dibalik dalang bangkitnya jin qorin Melly, bagi keduanya, Syamsul menyadari kesalahannya adalah merupakan hal yang patut disyukuri.
Keduanya berjalan menuju kelas. Mereka melewati lorong kelas yang berada paling ujung.
Ketampannan keduanya yang jika diperhatikaan bagaikan anak kembar dengan tubuh proposional, membuat para siswi disekolah mencari perhatian dan juga ingin diperhatikan, bahkan tak jarang mereka menggoda keduanya saat melintasi kelas mereka.
Namun keduanya tampak begitu acuh tak acuh yang menjadikan banyak sisiwi merasa penasaran dan juga tertantang untuk mendapatkan perhatian keduanya.
Sebut saja Tasya. Selain Melly, Tasya juga merupakan sisiwi populer disekolahnya. Selain cantik, Ia juga agresif. Ia sudah berpacaran dengan siswa kelas 3 yang merupakan siswa paling ditakuti di sekolah itu karena kekejamannya.
Tasya berdiri didepan pintu kelasnya. Saat ketika Angkasa dan Samera akan melintas, siswi-siswi mulai bergosip "Weeii.. duo tampan lewat" bisik mereka.
Dan saat keduanya melintasi kelas IIA, Tasya sengaja berjalan dan menjulurkan kakinya hingga membuat keduanya tersandung dan bergegas salto hingga tidak terjatuh dan tentunya akan membuat malu dihadapan banyak orang.
"Huuuuuu..." sorak sorai terdengar menyoraki Tasya yang usahanya gagal membuat Angkasa dan juga Samudera terjatuh dihadapan para sisiwi-siswi.
Bagi Tasya, mendapatkan salah satunya saja sudah membuatnya menang apalagi sampai mendapatkan keduanya, tentu hal itu akan membuatnya sangat bangga dapat menaklukan dua kakak beradik yang selalu bersikap cuek itu.
Angkasa dan Samudera berjalan melenggang le kelas. Sementara itu tiga orang remaja yang merupakan kawanan dari ke lima orang yang tertangkap karena ikut menodai Melly menatap dari kejauhan.
Salah satu remaja yang merupakan kekasih Tasya merasa jika Angkasa dan Samudera harus dilenyapkan, karena ketampanan mereka merupakan ancaman bagi siswa yang berparas pas-pas an.
Baron dan dua temannya mendapatkan amanah dari dua remaja brandal yang kini mendekam di penjara karena kasus Melly, mereka meminta Baron dan rekannya membalaskan dendam mereka kepada Samudera dan Angkasa yang telah menjebloskan mereka ke penjara.
Hal ini yang menambah Baron semakin bersemangat untuk melenyapkan Kedua kakak beradik itu, sebab keduanya sudah membuat Tasya mulai tergoda kepada keduanya.
waktu pembelajaran telah usai, semua siswa dan siswi berhamburan untuk pulang kerumah. Begitu halnya dengan Samudera dan Angkasa yang berjalan menuju parkiran. Keduanya tampak tergesah-gesah karena ingin shalat Ashar segera.
Namun keduanya mendengar suara rintihan seorang siswi dari balik toilet dan tepat dibelakang sekolah. Keduanya saling pandang, dan mereka melihat Tasya sedang dicengkram rahangnya dengan kuat oleh Baron.
"Kamu sangat ganjen sekali, Ya?! Sekali lagi ku lihat kamu mencoba menggoda dua orang siaalan itu, maka kupastikan wajahmu akan rusak, atau mungkin Kau ingin menyusul seperti Melly?!" ucap Baron dengan nada penuh ancaman.
Tasya menangis sesenggukan dan Baron meminta kepada ke dua rekannya untuk menegangi Tasya.
"Pegang..!! Biar ku robek ke suciannya, setelah itu kalian boleh mencobanya. Aku tidak suka jika orang yang ku suka mencoba mengkhianatiku..!!" ucap Baron, lalu kedua rekannya memegangi kedua tangan Tasya dan membekap mulut remaja puteri itu dengan tangannya agar tidak dapat berteriak.
Samudera dan Angkasa saling pandang, meskipun Tasya bersikap jahil Kepada mereka pagi tadi, namun apa yang dilakukan oleh Baron tidak dapat dibenarkan.