
Mirna telah tiba dirumahnya dengan sekejap saja. Ia melihat perubahan rumahnya setelah dipasang plaftom dan Satria juga telah memasukan pendingin ruangan kedalam kamarnya. Bahkan sofa baru juga tersedia.
Mirna melihat hari semakin gelap, Ia memilih mandi didalam kamar mandi yang berada dirumahnya.
Yanti memperhatikan kondisi rumah Mirna yang tampak ada cahaya lampu bohlam sudah hidup diruangan utamanya.
"Sepertinya wanita itu baru saja pulang dari rumah Satria. Siapa Dia sebenarnya? Mengapa Ia dapat menegtahuiku malam itu?" Yanti merasa sangat penasaran. Ia merasa jika Mirna sebuah ancaman.
"Sepertinya Aku harus berhati-hati pada wanita itu, Ia bisa saja menggagalkan rencanaku kapan saja" Yanti berguman lirih dengan menatap tak berkedip ke arah rumah berada tak jauh dari warungnya.
"Kamu lihat apaan, Yan?" tanya Lisa penasaran.
Yanti tergagap karena Lisa tiba-tiba muncul didibelakangnya.
"Mbak Lisa ngagetin saja" ucap Yanti dengan ketus.
"Habisnya kamu serius banget" Jawab Lisa cepat.
Yanti beranjak dari tempat pengintaiannya "Mbak.. Jadikan ikuti jejak saya?" tanya Yanti memastikan.
Lisa menatap Yanti dengan senyum datar "Ya jadilah, masa iya ditolak. Kapan lagi coba cepat kaya dengan waktu singkat" jawab Lisa dengan percaya diri.
Yanti tersenyum sumringah dan merasa mendapatkan korban baru.
Perlahan warung mulai ramai. Sejak pemberian sesaji kepada Nini Maru, warung Yanti mulai didatangi pelanggan.
Bahkan pelanggan Lela mulai ke warungnya, sebab Lela tutup warung karena pasca keguguran.
Dilain sisi, Lela tidak lagi menyediakan jasa plus-plus, sebab Kakek Nugroho selalu memantaunya dan meminta dilayani setiap malam.
Selain itu, Lela tidak menyediakan minuman berakohol, dan hal tersebut yang membuat pelanggannya lari satu persatu, kecuali Didi dan juga Dino yang selalu setia dengan teh susu dingin dan mie tumisnya.
Namun saat ini, Dino dan Didi hanya ngobrol dan numpang Wifi gratis di warung Lela, sembari menunggu Lela buka warung kembali.
Yanti dan Lisa tampak berpakaian menggoda. Keduanya melayano pembeli dengan antusias. Lisa memutar musik DJ yang terdengar sangat memekakkan telinga bagi yang mendengarnya.
Karena warung Yanti jauh dari pemukiman penduduk, maka hanya Mirna yang menjadi satu-satunya tetangga yang mendengar dentuman musik tersebut.
Terkadang para pelanggan itu bernyanyi dengan nada kacau, karena mereka telah dalam pengaruh minuman berakohol.
Mirna mengintai dari balik tirai jendela kaca, Ia melihat orang-orang yang tampak bersuka ria dalam kemaksiatan.
Salah satu pelanggan itu tanpa sengaja melihat Mirna yang mengintai dari balik tirai jendela.
Kecantikan Mirna membuatnya terpana dan tak mampu untuk menahan rasa penasarannya.
Perlahan Ia melihat Mirna menutup tirai jendela dan membuat sang pria sangat penasaran.
"Siapakah wanita nan cantik jelita itu" guman Pria itu dengan lirih.
Sesaat pria itu menyelinap dari warung Yanti. Dengan memegang botol minuman berakohol, Ia berjalan sedikit sempoyongan sembari menenggak minuman itu.
Pria itu menyusuri jalanan setapak yang menghubungkan rumah Mirna dengan warung Yanti.
Tak berselang lama, Pria itu tiba didepan rumah Mirna. Ia mengetuk pintu berulang kali dengan kasar dan tak sabar.
Mirna membuka pintu tersebut, lalu tampak olehnya pria yang setengah mabuk itu berdiri diambang pintu menatapnya dengan tak berkedip.
Mirna hanya menatap pria dengan tatapan dingin, berdiri diambang pintu tak bergeming.
Pria itu mendorong Mirna agar tak mengalangi jalannya untuk masuk kedalam rumah Mirna.
Namun pria itu bingung, sebab Mirna tak bergerak sedikitpun, semakin Ia mendorong dengan tenaga penuh, Mirna semakin tak bergerak dan juga tampak seperti paku bumi yang tak goyah.
Pria itu bingung dan juga penasaran, Ia semakin kuat untuk mendorong Mirna. Namun tanpa diduga, Mirna menjentikkan jemari teunjuknya dan mendorong pundak Pria itu dengan santai, namun membuat pria itu terpental jauh dihalaman rumahnya.
"aaargh"
Pria itu mengerang kesakitan dan memegangi bokongnya yang sakit.
Ia berusaha untuk bangkit dengan tubuh yang sempoyongan dan tak dapat menahan hasratnya yang menggebu.
Ia tak menyangka jika Mirna jauh lebih cantik jika dilihat dari jarak yang dekat, sehingga membuat Pria itu tak berputus asa.
"Hei. Siapa Kau? Mengapa kau begitu angkuh" ucapnya dengan meracau.
Botol minuman itu masih digenggamannya, Ia kembali menenggak minuman itu hingga habis, lalu melemparkannya asal.
Pria itu kembali mendekati Mirna, dan Mirna meraih selendangnya, lalu melemparkannya dan dan dengan cepat selendang itu mengikat pinggang pria tersebut dengan sendirinya dan sangat kuat.
Lalu Mirna menghentakkannya dan membuat pria itu tiba-tiba berada didepan pintu warung Yanti.
Pria itu bingung, namun dalam pandangannya, Ia melihat Lisa adalah Mirna.
Lisa yang saat itu sedang memandu karoeke dihampiri sang pria.
"Hai cantik, ayolah temani aku" ucapnya sembari menarik pergelangan tangan Lisa.
Dalam pandangan pria itu, Lisa adalah Mirna, sanga gadis cantik jelita yang ditemuinya dirumah sebelah.
Pria itu menarik Lisa dengan kasar dan membuat para pelanggan lain merasa tak suka dan protes. Melihat suasana yang panas, Yanti menenangkan para pelanggan dan memggantikan posisi Lisa, sehingga pelanggan yang protes itu menahan emosi mereka.
Seaaat suasana kembali tenang dan mereka mulai bernyanyi kembali dan menenggak minuman keras tersebut.
Lisa menggiring pria yang menariknya tersebut kedalam kamar yang disediakan untuk plus-plus..
Seketika Lisa dan pria itu melakukan pergumulan terlarang.
Lisa berharap akan segera mengandung setelah pergumulannya dengan pria itu. Ia tak sabar untuk menunggu tiga bulan dan mendapatkan uang yang banyak.
Sementara itu, para pelanggan mulai dalam kondisi yang mabuk parah. Yanti dipaksa ikut menenggak minuman keras dan mabuk bersama.
Hingga tanpa sadar Yanti mulai mabuk dan meracau.
Para pelanggan itu melihat Yanti yang sudah tampak tak sadarkan diri karena mabuk parah. Lallu entah apa yang difikirkan mereka, sehingga mereka menggilir Yanti saat itu juga.
Sementara itu, Nini Maru hadir dalam suasana hang penuh kemaksiatan tersebut. Ia meniupkan hawa kesesatan dan mengajak untuk kemaksiatan dengan menjanjikan berbagai keuntungan duniawi.
Lalu Nini Maru tersenyum bahagia, melihat banyaknya para penghuni calon neraka yang mana nantinya akan membawa para pemuja kemaksiatan tersebut masuk kedalam jurang kehancuran.
Yanti hanya tampak melenguh dan merintih ketika banyaknya para junior yang berebut untuk menghujani setiap lubang inti tubuhnya dari segala arah.
Tubuhnya bagaikan tak berharga, dan hanya seonggok daging ternoda dan berlumur dosa. Ia tampak tak lagi seperti gadis yang pada umumnya. Diusianya yang menginjak tiga puluhtahunan, namun membuatnya tak menikah dan memilih untuk tenggelam dalam lembah dosa yang menenggelamkannya kedalam kesesatan yang nyata.