
Malam menjelma. Niji Maru masih mengerang kesakitan. Ia terkena ajian Gelap Ngampar yang mana keris milik Ki Kliwon yang diwariskan kepada Ki Brewok justru berbalik menyerang mereka.
"Ki.. Mengapa Keris itu berbalik menyerangku?!" tanya Nini Maru dengan kondisi mengerang kesakitan.
Ki Kliwon tampak bingung menjawabnya, sebab Ia juga tak menyangka jika keris itu tak ingin melukai cucu buyutnya.
"Aku tidak tahu, Ni.. Entah apa yang membuat keris itu tak ingin melukai cucu buyutku?" jawab Ki Kliwon dengan bingung.
"Ya jika tidak bisa menyentuh Angkasa, tujuan kita-kan Samudera" ucap Nini Maru.
Ki Kliwon terdiam "Karena Angkasa dan Samudera satu darah dari Satria dan mereka saling melindungi satu sama lain, sehingga apapun yang menyentuh Samudera, maka Angkasa akan mencoba melindunginya" jawab Ki Kliwon.
"Lalu bagaimana caranya kita menculik Samudera?" tanya Nini Maru dengan gelisah.
Sesaat obrolan mereka terhenti karena melihat Mala keluar dari depan pintu rumahnya.
Wanita berhijab syar'i itu berniat membuang sampah ke sisi kiri rumah yang ada tempat pengolahan sampahnya.
Nini Maru menatapnya dengan tajam. Lalu Ia melesat melayang menghampiri Mala.
Sesaat aroma kembang kenanga menyeruak memasuki indera penciuman Mala. Seketika Mala menyadari jika makhluk laknat tersebut berada disekitarnya. Bulu kuduknya meremang dan Ia merasakan punggung belakangkanya seolah ada yang mengikutinya dari jarak dekat.
Mala mulai tak nyaman. Ia segera beranjak dari tempat pembuangan sampah dan masuk ke dalam rumah.
Desiran angin yang sangat dingkn bagaikan serasa didalam lemari pendingin menerpa kulitnya. Ia semakin merinding dan mengusap lembut tengkuknya yang seolah ada sesuatu menempel di punggungnya.
Mala menghampiri Bayu yang sedang makan dimeja makan. Ia menarik kursi kosong yang berada disisi kiri Bayu.
Melihat Mala yang tampak gelisah dengan raut wajah tak nyaman.
"Kamu kenapa, Sayang? Kelihatannya gelisah sekali?" tanya Bayu penasaran.
Mala memandang kepada Bayu dan ingin mengatakan sesuatu "Aku merasakan kehadiran Nini Maru berada tak jauh dari kita, Mas" ucap Mala dengan nada sedikit gemetar.
Bayu menatap dengan sangat tenang "Cobalah baca doa yang dapat mengusirnya menjauh" jawab Bayu.
Kemudian Mala menganggukkan kepalanya, mencoba berdoa dan memohon perlindungan dari yang maha kuasa.
Sesaat suasana yang semula dingin, kini berubah menjadi panas dan gerah.
Mala semakin memperkuat dzikir dan doanya hingga saatnya mereka dikejutkan oleh sosok Nini Maru yang melekat didinding dapur dengan rambut terjuntai, dan juga kuku runcing yang mencengkram dinding bagaikan seekor cicak.
Sedangkan gigi taringnya menyeringai memperlihatkan sisi gelap dan kengerian pada Nini Maru dengan begitu mengerikan.
"Hhaaah!!" Mala dan Bayu tersentak kaget bersamaan dan beranjak dari duduknya lalu saling berpegangan tangan. untuk saling melindungi. Belum hilang rasa takut yang mereka alami, tiba-tiba Nini Maru melesat dan menyerang ke duanya.
Mala terpekik karena takut dan juga kaget. Keduanya berjalan mundur, sebab Nini Maru kini dengan posisi merangkak telah nangkring diatas meja makan yang merusak lauk pauk dan juga piring yang hancur berjatuhan.
Suara piring pecah berdentingan ke lantai membuat Mala menutup telinganya dengan kedua tangannya.
Iblis itu kembali menatap tajam pada Mala dengan bola mata merah menyalah. Lalu tetap fokus memandang Mala yang tampak bergidik ketakutan.
"Malaaaa.." ucap Nini Maru dengan suara parau dan sangat mengerikan.
Entah apa yang ada dibenak Bayu, Ia berjalam mundur menuju meja dapur, dan setibanya ditempat yang dituju, Ia menggunakan tangannya yang diletakkan kebelakang tubuhnya dan menghidupkan pemantik apinya dan..
Suara tombol kompor berbunyi dan api menyala denga sangat besar dan membuat kobaran yang yang sangat menakutkan.
Nini Maru tersentak saat melihat kobaran api tersebut. Lalu tanpa diduga, Bayu membakar serbet yang berada di meja kompor dan melemparkannya kepada Nini Maru semabri membaca tas'awuz, sehingga membuatt gaun merahnya terbakar dan Ia memandang marah pada Bayu.
Lalu dengan cepat Nini Maru melesat dan ingjn menerkam Bayu. Dengan gerakan cepat Bayu mendorong tubuh Mala ke sisi Kanan dan Ia menghindar ke sisi Kiiri, sehingga Nini Maru tersungkur ke dalam api kompor.
Lalu teriakannya begitu sangat dahsyat dan hal itu membuat Bayu serta Mala beranjak keluar dari dari dapur dan menuju ke luar rumah.
Saat berada diluar, keduanya celingukan mencari mobil dan sialnya mobil yang baru saja dibelinya 2 hari yang lalu kini berada ditangan seorang rekan yang meminjam untuk membawa istrinya ke rumah sakit.
Wajah Nini Maru yang hangus terbakar membjatnya bertambah semakin penuh kengerian.
Nini Maru melesat mengejar ke duanya yang kini masih bergadengan tangan untuk mencari cara agar sampai ke rumah Satria.
"Hei.. iblis laknat!! Mengapa kau terus menganggu!!" Maki Bayu dengan kesal.
Nini Maru yang sedang geram merasakan semakin bersemangat ingin membunuh Mala. Kini Ia memilih Mala dan ingin menerkamnya.
Satu gerakan yang sangat membuat Mala tak sempat menghindar dan keduanya hanya menatap bengong saat kuku runcing itu ingin merobek wajah ayu milik Mala agar cacat sama sepertinya, dan...
Wuuuush..
Sreeeeek...
Sebuah cakaran kuku runcing Nini Maru mengenai ujung selendang berwarna hijau silky tersebut hingga robek.
Lalu tiba-tiba wanita bercadar datang menghampirnya dan menyelamatkan keduanya.
Nini Maru menggeram karena ia tahu siapa yang sedang berada dihadapannya.
Sebelum Nini Maru meneriakkan namanya, Mirna Berputar di udara dan melemparkan ujung selendangnya ke arah Nini Maru dengan cepat memyambar wajah hangus Nini Maru.
Seketika Nini Maru terpekik kesakitan dan melesat menuju ke pohon yang berada ditaman.
Mirna melesat menuju Taman, lalu melempar lka tasbih yang digenggamnya, sehingga sebuah cahaya keperakan memancar menuju pohon tersebut dan membuat segala penghuninya ngacir melarikan diri dan Nini Maru yang terluka parah terpaksa digendong oleh Ki Genderuwo dengan cepat meninggalkan pohon tersebut sedangkan sebuah keris milik Ki Kliwon melesat menyerang Mirna.
Mirna melompat dengan cepat dan ujung selendangnya robek terkena goresan ujung keris tersebut.
Keris itu berbalik menyerang Mirna dan Ia kembali melesat di udara dan keris itu menyasar pada Bayu, seolah ingin kembali kepada tubuh itu. dan saat ujung keris ingin menembus tubuh Bayu dengan cepat sebuah tangan menyambarnya dan menggenggamnya.
Lalu Ia menghujamkannya ke bumi hingga tinggal kepala keris itu saja.
Bumi bergetar dan cahaya hitam keluar dari keris tersebut dengan suara erangan dan juga geraman yang menakutkan. Tampak berbagai makhluk mengerikan keluar dari kepala keris dan meminggalkan keris tersebut.
Lalu sosok pria yang tak lain adalah Satria membungkus keris tersebut dengan cahaya keperakan dan membawanya.
Sedangkan wanita bercadar yang tak lain adalah Mirna melesat pergi meninggalkan lokasi sebelum kedua mertuanya mengetahuinya.
"Masuklah, Bu.. Sekarang Ibu dan Pak Bayu sudah aman" ucap Satria dengan setenang mungkin. Lalu ke duanya tanpa bertanya memasuki rumah dengan wajah pucat pasi dan menutup pintu rumah mereka.
Kemudian Satria melesat pergi sembari membawa keris itu pergi.