MIRNA

MIRNA
episode 85



2


Lela merasa senang karena akhirnya warungnya mulai ramai dikunjungi oleh para pelanggannya yang sempat menghilang dan meskipun tidaklah seramai warung Yanti dan Lisa, namun Ia tak merasa mengapa, sebab Ia masih memiliki banyak simpanan uang.


Lela mengantarkan pesanan Didi dan juga Dino yang mana kedua pemuda itu masih sibuk dengan phonselnya yang memanfaatkan wifi gratis bagi para pelanggannya.


Sementara itu, Yanti kini kedatangan empat orang pelayan baru yang masih remaja dan tentunya menambah pesona dan daya tarik bagi para pelanggan warungnya.


Empat pelayan baru itu kini menjadi generasi yang gagal untuk diharapkan dimasa depan. Dimana didalam benak mereka hanya ada bermegah-megahan dan kesenangan sesaat yang mana narkoba telah meracuni otak mereka untuk menjadi generasi harapan bangsa.


Tampak warung Yanti yang hingar bingar dengan dentuman musik yang membuat telinga jengah untuk mendengarkannya, namun bagi mereka itu sebuah hiburan yang sangat menyenangkan.


Empat pelayan baru itu menggunakan pakaian menggoda dan melayani para tamu yang sedang berkaroke ataupun meminum minuman keras.


Narkoba yang telah merusak mental mereka tak memikirkan apakah orang tua mereka akan gelisah dan penuh kecemasan dalam menanti kehadiran mereka yang tak juga pulang kerumah, sementara hari sudah beranjak malam.


Disisi lain, Lisa masih meringkuk dalam kesakitan. Tubuhnya bagaikan remuk redam saat malam itu melayani 10 orang pria sekaligus. Area organ intinya bagaikan robek dan terasa ngilu.


Dalam kondisi seperti ini, Ia semakin sulit beristirahat karena dentuman musik yang mengganggu indera pendengarannya.


Lisa dalam pesakitan, suhu tubuhnya sangat tinggi dan terkadang membuat Ia meracau tak jelas.


Saat dalam demam panas tinggi, samar-samar Lisa melihat sosok bayangan hitam berkelebat melintasi kamarnya yang pintunya terbuka sedikit.


Sesaat bulu kuduk Lisa meremang. Meskipun kepalanya pusing dan sedikit merasa pandangannya kabur, namun Ia melihat sosok bayangan hitam itu melintas dengan jelas, dan tanpa sengaja Lisa melihat sosok itu menuju arah dimana tempat karoke yang banyak dikunjungi oleh para pria berotak maksiat.


Apalagi saat ini ada empat remaja yang siap melayani dan memanjakan para pria me- sum tersebut.


Lisa yang merasa penasaran, mencoba merangkak dari atas kasur tanpa ranjang tersebut. Ia sangat penasaran dengan sosok itu dan ingin melihat dengan jelas, apakah Ia hanya berhalusinasi atau memang nyata.


Lisa melihat jam didinding sudah menunjukkan pukul 11 malam. Para pelanggan pria mulai oleng dan mereka melakukan maksiat dengan 3 orang pria dan satu remaja puteri sebagai pelayan mereka.


Lalu Lisa menangkap sosok bayangan itu menghampiri Yanti yang sedang bercumbu dengan seorang pria pelanggannya.


Tampaknya Yanti juga melihat sosok itu, namun para pelanggan lain dan juga 4 remaja puteri itu tak melihatnya.


Sebab Lisa memperhatikan jika mereka sedang asyik berbuat maksiat dan tidak menyadari sosok mengerikan itu.


Tampak Yanti menggiring pelanggan pria yang sedang bercumbu dengannya ke kamarnya, lalu sosok bauangan hitam itu mengikuti Yanti dan pelanggan pria tersebut.


Lisa yang merasa penasaran terus mengintainya. Namum tebakan Lisa salah, sebab Yanti tidak membawa pelanggan pria itu kekamar yang ada disebelahnya, namun membawanya kekamar rahasia.


Lisa semakin pensaran, dan Ia berjalan tertatih sekaligus mengendap-ngendap untuk melihat apa sebenarnya yang terjadi.


Lisa merasakan bulu kuduknya meremang. Ia tidak mengetahui jika sosok bayangan hitam itu adalah jelmaan ruh Rey yang tersesat karena ikut musnah saat terkena ajian segoro geni.


Namun karena Nini Maru berusaha untuk menyempurnakannya dan Rey harus memakan korban lato-lato dari 40 pria agar berwujud sempurna kembali, dan kini Ia masih dalam tahap penyempurnaan.


Lisa melihat ketiganya masuk kedalam kamar rahasia. Lisa mencoba mengintai dari lubang kunci apa yang terjadi didalam. Namun saat niatnya akan mengintip, sebuah tangan menariknya dan menyeretnya kedalam kamar.


"Jangan.. Lepaskan saya, saya lagi sakit saat ini" ucap Lisa memohon.


Namun pelanggan pria yang sedang mabuk itu tidak mengindahkan apa yang dikatakan oleh Lisa, meskipun wanita itu memohon dengan nada sangat memprihatinkan.


Disisi lain, Yanti melakukan tugasnya, melayani pelanggan pria yang sudah sangat berhasrat itu.


Setelah menyelesaikan tugasnya, kini giliran Sosok Rey yang mencabut paksa lato-lato pria yang baru saja mengalami puncak kemaksiatannya.


Setelah itu Ia menyantap benda yang dijanjikan Nini Maru untuk penyempurnaannya.


Setelah menyantabnya, kini Rey memuaskan Yanti yqng sudah menjadi budaknya, dan juga budak Nini Maru.


Setelah memuaskan Yanti, Rey kembali menghampiri jasad pria, lalu menyesap darah yang menggenangi lantai kamar rahasia tersebut.


Dengan sangat rakusnya Ia menyesap darah itu hingga tak tersisa.


Sedangkan Yanti membalurkan sisa darah pria itu keseluruh tubuhnya dan melakukan ritual dan juga mantra yang membuatnya akan semakin kuat dan pengabdi yang abadi.


Lalu Rey menyantab daging pria yang sudah tidak bernyawa itu dengan sangat rakusnya dan menyisakan tulang-belulang yang kini tanpa secuil daging sedikitpun.


Sedangkan Lisa yang sedang dirudal paksa oleh pelanggan itu, saat tadi samar-samar mendengar jeritan kesakitan seorang pria yang sepertinya sedang menahan rasa sakit tak tertahankan.


Namun Lisa tak lagi mendengarkannya, karena perlahan suara itu menghilang bersama suara rintihan pelaku kemaksiatan dan juga dentuman musik yang menggema.


Lisa merasakan tubuhnya sudah tak berdaya lagi, bahkan Ia merasa bersyukur saat pria langganannya itu sudah pergi meninggalkannya dan menuju ruang karaoke untuk bergabung bersama para pelaku maksiat lainnya.


Perlahan Lisa memejamkan matanya, dan tak mampu menahan rasa sakit yang menderanya.


Mentari telah bersinar menyapa setiap insan di bumi. Lisa mengerjapkan matanya, saat mendengar suara-suara yang bersumber dari para pelanggan yang merasa kehilangan satu orang temannya.


Lisa memperhatikan jika pria yang hilang secara misterius itu adalah pria yang bersama Yanti malam tadi.


Lama kelamaan, Lisa seakan menyadari, jika ini sudah ketiga kalinya pelanggan pria diwarung Yanti menghilang begitu saja.


Selama ini Lisa mengira jika pelanggan itu sudah pulang terlebih dahulu kerumah seperti yang dikatakan oleh Yanti sebelumnya.


"Apa sebenarnya yang disembunyikan Yanti selama ini? Apakah ada sesuatu yang tidak aku ketahui, dan Yanti menyimpan banyak rahasia yang sengaja Ia simpan sendiri" Lisa berguman dalam hatinya.


Lisa berniat akan mencari apa yang tersembunyi didalam kamar rahasia itu.


Setelah mendengar jawaban dari Yanti, akhirnya para pelanggan itu mebubarkan diri dan pulang kerumah masing-masing.


Keempat remaja puteri itu mendapatkan uang tips yang sangat banyak, lalu mereka bersama-sama mandi disungai dan membwrsihkan dirinya.


Setelah itu, mereka kembali mengenakan seragam sekolahnya dan diantarkan oleh Yanti ketempat semula dan akan menuju kesekolah meski ada sisa alkohol yang masih mempengaruhi darah mereka.