
Adzan Ashar berkumandang. Mala dan Bayu bergegas untuk menuju ke mesjid yang ada di rumah sakit. Tampak Satria dan juga Mirna ikut beranjak ke mengikuti mereka ke mesjid dan akan ikut shalat ashar juga.
Mala yang berjalan seiringan dengan Mirna mencium aroma kenanga yang begitu khas Ia kenal. Ya.. Itu adalah aroma kehadiran Nini Maru. Namun tidak mungkin juga Jika Mirna adalah jin, sebab Ia makan dan minum bahkan beribadah sama sepertinya.
Mala dan Mirna mengambil wudhu bersamaan dan mereka shalat berjamaah di mesjid bersamaan, tidak ada yang janggal.
Dan saat Shalat selesai, lalu Mirna hendak Mengecup punggung tangan Mala, sesaat Mala melihat bola mata indah itu.. Ya.. Mala merasa itu dua bola mata milik sesesok bayangan yang menyelamatkan mereka saat hampir tercebur kedalam sungai yang dalam saat dikerjain oleh Nini Maru.
Namun bagaimana mungkin itu Mirna..? Sedangkan Mirna saat itu tiba bersama Satria? Kepala Mala pusing memikirkannya.
Setelah selesai, Mala beranjak pergi, namun tidak untuk Mirna. Ia meraih tasbihnya, memejamkan matanya dan mulai menggerakkan bulir demi bulir tasbih tersebut, lalu bibirnya bergerak tipis sembari melafazkan dzikirnya yang hanya terdengar oleh hati dan telinganya saja.
Mala menoleh kearah Mirna yang masih lengkap dengan mukenanya, lalu Ia mengerutkan keningnya, dan meningalkan Mirna karena Bayu memanggilnya untuk mencari makan malam mereka.
Mala memakai sendalnya, dan kembali melirik ke arah Mirna yang tadi melakukan dzikir. Namun alangkah terkejutnya Ia saat tak menemukan Mirna berada ditempatnya.
Mala tersentak kaget dan mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Mirna kesekelikingnya, namun tak Ia temukan.
"Sayang.. Ayo..!!" ucap Bayu kepada Mala. Sesaat Mala menoleh kepada Bayu yang sedari tadi menunggunya.
"Ya.. " jawab Mala. Lalu beranjak dari tempatnya dan menghampiri Bayu.
Bayu dan Mala menuju parkiran dan memasuki mobil. Sepanjanng perjalanan Mala hanya terdiam saja dan tidak mengatakan sesuatu.
"Kamu kenapa, Sayang? Koq diam saja?" tanya Bayu penasaran.
Mala menoleh kepada Bayu "Mirna, Mas" jawab Mala.
Bayu mengerutkan keningnya "Memangnya kenapa dengan Mirna?" tanya Bayu penasaran.
Mala menghembuskan nafasnya dengan berat. Mungkin Bayu akan menganggapnya aneh, namun Ia sangat begitu penasaran dengan sosok menantunya yang sedikit merasa aneh baginya.
"Kenapa Dia tidak terluka sedikitpun saat melompat dari dalam mobil tadi? Trus aroma tubuhnya itu aroma kembang kenanga, serta barusan tadi saat kami bersama, dia masih berdzikir dan saat Mas memanggilku, dan aku mengenakan sendalku, Dia tiba-tiba sudah menghilang" ucap Mala dengan nafasnya yang terasa berat.
Bayu tersenyum mendengar ucapan istrinya. Ia menyetir sembari tertawa geli "Ya, Ampuun, Sayang.. Mengapa kamu mencurigai menantu kamu itu dengan sesuatu yang aneh sih? Mungkin saja Ia menyukai parfum aroma kenanga dan juga Ia menghilang di mesjid karena Ia entah ke toilet" jawab Bayu.
Mala tersenyum tipis "mungkin juga" jawab Mala dengan senyum yang dipaksakan.
Sesampainya disebuah warung penjual makanan mie goreng dan nasi goreng. Bayu memesan 6 porsi untuk mereka yang sedang menunggu Shinta dirumah sakit.
Setelah mendapatkan pesanannya, mereka kembali ke rumah sakit. Ternyata waktu hampir maghrib. lembayung hampir menghilang karena pergantian waktu senja dan dan Maghrib. Saat mereka melintasi sebuah perempatan jalan, tiba-tiba saja seseosok makhluk kecil dan berambut panjang melesat melintas dari depan kaca mobil yang dikendarai Bayu.
Seaat Bayu tersentak kaget dan membanting setir ke kiri lalu tanpa sengaja menabrak mobil yang melaju dari simpang sisi kiri, dan..
Buuuuummm...
Suara tabrakan tak terhindarkan, namun hanya tergores badan mobilnya saja dan dan membuat mobil milik korban yang menjadi lawan tabrakan Bayu segera turun dari mobinya dan menggedor pintu mobil Bayu dengan kencang.
Bayu segera keluar dari dalam mobil dan ini sudah hampir memasuki waktu maghrib karena sebentar lagi adzan akan berkumandang.
Mala masih memilih untuk didialam mobil dan menyerahkan semuanya kepada Bayu.
Seketika pria bertubuh kekar dan hitam itu mengangkat Bayu dengan mencengkram kerah kemeja Bayu.
"Kau harus membayar ganti rugi dari kerusakan yanh sudah kau timbulkan !" ucap sosok itu dengan suara parau dan penuh nada ancaman.
Bayiu menatap dengan penuh ketenangan, dan Ia merasakan ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi.
"Turunkan saya..!! Dan tidak mungkin saja kita bicarakan masalah ini dengan kondisi sangat marah" ucap Bayu bernegosiasi.
Sosok pria bertubuh tegap dan kasar tersebut menurunkan Bayu dengan kasar, sehingga membuat Bayu terhuyung saat menyentuh tanah.
Mala melihat jika sosok pria itu sedang tidak baik-baik saja.
"Baiklah.. Kita bawa mobil anda ke bengkel, dan Kita tanya bengkel berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk perbaikan mobil anda!" ucap Bayu yang mencoba untuk tenang.
Sosok itu menyeringai. "Saya ingin istrimu yang menjadi pembayarnya" jawab sosok kekar tersebut.
Seketika Mala dan juga Bayu tersentak kaget mendengar ucapan pria itu.
"Dasar, Brengseeek.!!" maki Bayu dan dengan cepat melayangkan tinjunya menghantam pria itu. Namun sayangnya tinju Bayu tidak berpengaruh apapun kepada Pria itu dan membuat sang pria itu tertawa terbahak yang merasakan tinju Bayu hanya bagaikan sebuah gigitan nyamuk belaka.
"Hahahaha... Tinjumu tidak berarti apapun buatku!" ucap pria bertubuh kekar yang sepertinya tampak seperti orang yang selalu melakukan fitnes.
Lalu dengan mudahnya Ia berbalik melayangkan tinjunya kepada Bayu dan tepat mengenai perut Bayu dan membuat Bayu terlempar beberapa meter dari tempatnya.
Mala hendak turun membantu Bayu, namun Ia takut saat mendengar ucapan pria itu yang melirik dirinya.
Dan entah datangnya darimana, tiba-tiba saja sosok wanita ramping bercadar muncul dihadapan pria kekar tersebut.
Dan tentu saja Mala dan juga Bayu bingung dengan kehadiran sosok wanita bercadar yang tiba-tiba saja datang dan terlebih lagi pria bertubuh kekar tersebut terperangah melihat kecantikan wanita bercadar itu hanya dengan melihat sorot matanya.
Dan saat pria itu merasa lengah karena menatap kecantikan wanita yang tak lain adalah Mirna, dan dengan cepat Mirna melayangkan tinjunya tepat diperut sixpack pria itu sehingga membuat pria itu melayang dan tersangkut didahan pohon.
"Aaaaasrrggh.. Heeei..!! Turunkan, Saya!!" teriak pria itu dan membuat Bayu serta Mala terperangah.
Dan hanya dengan sekejab mata, sosok wanita ramping itu menghilang dari pandangan.
Adzan Maghrib berkumandang dan Mala bergegas turun dan menghampiiri Bayu.
"Ayo, Mas." ajak Mala sembari meraih pergelangan tangan Bayu.
Keduanya beranjak ke dalam mobil dan melemparkan uang 1 juta rupiah ke dalam mobil sinpria untuk memperbaiki lecet dibadan mobil yang tidak begitu parah, dan mereka segera meninggalkan pria yang tersangkut didahan pohon yang tumbuh ditepi jalan.