MIRNA

MIRNA
Episode 81



Bejo yang kini juga terluka berusaha merangkak menghampiri sang istri yang kini tampak menahan sakit kontraksi akibat guncangan mobil ambulace yang terguling lalu terbalik.


Posisi Isyri Bejo saat ini berubah diatas dan Ia begitu amat kesusahan.


Bejo berusaha untuk membuka safety bell agar dapat menurunkan tubuh sang istri. Sedangkan sopir dan satu perawat tampak tak sadarkan diri.


Desiran angin yang sangat dingin menyeruak masuk kedalam mobil ambulance. Seketika Bejo meeasakan bulu kuduknya meremang dan sangat merasakan kengerian yang teramat dalam.


Istrinya terus merintih menahan sakit yang teramat sangat. Kondisi jalanan sepi membuatnya semakin sulit mendapatkan pertolongan.


Bejo berusaha mengumpulkan tenaganya semabri terus melafalkan doa dan memohon pertolongan.


Sesaat terdengar suara geraman yang sangat meankutkan. Sepertinya ada sosok makhluk tak kasat mata yang tak suka dengan lantunan doa yang dibacakan oleh Bejo.


Namun tampaknya sosok itu tak ingin kalah, Ia tiba-tiba menampakkan wujudnya yang sangat berantakan. Sosok itu menempel dilantai ambulance yang kini sedsng posisi terbalik.


Rambut panjangnya menjuntai menutupi wajahnya yang sangat buruk rupa.


Melihat hal tersebut, rasa takut menyergap Bejo, namun Ia harus menyelamatkan sang istri.


Sang Istri yang juga menyaksikan sosok mengerikan tersebut sesaat hampir saja tak sadarkan diri, namun Ia berusaha untuk tetap menjaga kesadarannya.


Bejo terus melafalkan doa memohon pertolongan segera tiba. Sosok itu tampak mendekati are inti sang istri, dan saat jemari yang berkeriput dan panjang serta kuku runcing itu menyibak daster isyri Bejo yang tersingkap, dan siap merogoh kedalam organ inti wanita malang itu, tiba-tiba saja sebuah hentakan benda lembut namun menyakitkan mengikat pergelangan tangan makhluk mengerikan itu dan menariknya keluar dari ambulance.


Sosok wanita yang memakai cadar tersebut melemparkan tubuh Nini Maru ke sebuah batang pohon mahoni yang tumbuh kokoh dan rindang yang ada di tepi jalan dekat dengan tergulingnya mobil ambulance tersebut.


Aaaaaggggrhh..


Terdengar suara geraman dari sosok wanita bergaun merah yang tampak kesakitan.


Sosok wanita bercadar itu menarik selendangnya dan melepaskan sosok wanita bergaun merah yang tak lain adalah Nini Maru.


Nini Maru mengerang kesakitan dan tak terima atas perbuatan Mirna yang merupakan anaknya sendiri yang kini mengkhianatinya hanya karena seorang pria.


"Mirnaaa..!! Dasar anak sialan! Terkutuklah engkau!" makin dan sumpah serapah yang keluar dari mulut Nini Maru.


Namun wanita bercadar dengan warna hijau mint itu hanya diam tak bergeming mendengar maki dan sumpah serapah dari Nini Maru.


Nini Maru berusaha untuk bangkit, lalu merayap dibatang pohon Mahoni dan dengan kecepatan kiakt Ia melompat dan hendak menerkam wanita bercadar yang tak lain adalah Mirna.


Dengan gerakan cepat Mirna menghindarinya, dan akhirnya Nini Maru jatuh dengan posisi tengkurap layaknya seekor hewan buas.


Sementara itu, Bejo mengambil kesempatan untuk membuka safetybell istrinya dan melepaskan dengan segera, lalu menangkap tubuh sang istri yang terlepas dari ranjang troly yang juga ikut terjatuh.


Lalu dengan perlahan membawanya keluar dari mobil ambulance dengan susah payah. Nini Maru yang melihat organ inti Bejo sudah tampak ingin mengeluarkan janinnya, denngan cepat beralih ingin menerkam wanita yang sedang berjuang untuk melahirkan janin yang sudah dikandungnya selama sembilan bulan tersebut.


Mirna yang menyadari hal tersebut, dengan cepat melemparkan selendangnya dan mengikat pinggang Nini Maru sehingga jemarinya yang hampir saja menyentuh organ inti istri Bejo tertahan dan tertarik menjauh.


Sesaat melintas beberapa pengendara yang melihat kejadian terguingnya mobil ambulance dan berusaha menolong Bejo dan Istrinya.


Sedangkan warga yang lainnya menelefon polisi dan melaporkan kejadian perkara.


Di sisi lain, warga tak menyadari jika ada sosok tak kasat mata yang saat ini sedang bertempur.


Seorang Warga hanya melihat sosok Mirna yang menggunakan cadar dan tampak diam tak bergerak, lalu pergi dengan cepat san menghilang.


Sementara itu, Mirna masih mengikat Nini Maru dengan selendangnya, dan melanjutkan pertempuran mereka. namun tiba-tiba sebuah tendangan mengenai dada Mirna sehingga membuat Mirna tersungkur dan Nini Maru terlepas dari ikatan selendangnya.


Sesaat sosok bayangan Hitam yang tak lain adalah Rey muncul dengan seringai yang menjijikkan. Ia baru saja menambah energinya dengan menyantab lato-lato dan tubuh pria yang menjadi korbaannya dari salah satu pelanggan di warung Yanti.


Nini Maru yang terbebas dari jerat selendang milik Mirna menggeram dengan sangat marah.


Sementara itu Rey Menatap Mirna dengan liar. Sudah sangat lama Ia mengincar Mirna dan ingin bercinta dengan wanita itu, namun tak pernah kesampain. Pernah waktu Ia hampir saja mendapatkannya, namun Satria datang menggagalkannya.


Nini Maru harus mendapatkan janin Bejo, Ia terbang melayang mengejar mobil yang membawa Bejo dan istrinya menuju puskesmas.


Namun Mirna tidak akan membiarkannya begitu saja.


Sementara itu, Rey sang sosok bayangan hitam mencegah langkah Mirna dan mulai menyerang Mirna. Lalu keduanya terlibat pertempuran.


Karena baru saja mendapatkan asupan energi, kekuatan Rey sedikit strong. Ia melayangkan tendangannya menyasar pada perut Mirna agar Mirna keguguran, karena saat ini sedang mengandung anak Satria.


Satu sosok bayangan putih keperakan dengan cepat membawa Mirna pergi dan memberikan sebuah tendangan kepada Rey yang membuat Rey terpental jauh hingga ke negeri wakanda.


Sedangkan Nini Maru sudah berada diatas mobil hitam yang membawa Bejo dan istrinya.


Nini Maru kemudian menerobos masuk melalui kaca mobil pintu bagian depan yang terbuka sedikit.


Mirna yang diselamatkan oleh sosok Chakra Mahkota meronta agar dilepaskan.


"Lepaskan Aku.. Jangan biarkan Nini Maru mendapatkan janin yang sudah sangat sempurnah itu" ucap Mirna mengingatkan kepada sosok naga yang membawanya.


Dengan kecepatan cahaya, Chakra Mahkota menukik ke bawah dan mengikuti mobil pembawa Bejo dan istrinya.


Sementara itu Istri Bejo sudah tidak mampu lagi menahan sosok caon bayi yang minta dilahirkan tersebut.


janin yang sudah berupa sosok bayi itu meluncur keluar setalah pecah air ketuban yang mengiringi bayi itu menjerit dengan tangisannya yang memilukan.


Sementara itu Bejo menampung bayinya dan Ia merasakan sosok mengwrikan itu ada disekitarnya karena seketika bulu kuduknya meremang.


Bejo mendekap Bayinya untuk melindhngin dari makhluk tak kasat mata yang sedang mengincar bayi mungilnya yang berjenis kelamin laki-laki.


Nini Maru ingin menancapkan kukunya yang runcing di ubun-ubun sang bayi yang masih sangat lembut tersebut, namun sebuah cahaya putih keperakan menarik rambut panjang Nini Maru keluar dari mobil, lalu membawanya ketepi hutan dan menendangnya dengan kuat hingga terpental jauh yang bertabrakan dengan Rey dan menyisakan suara lengkingan yang memekakkan telinga.


Sesat mobi hitam itu memasuki puskesmas, dan terdengar sirene mobil polisi juga membawa korban sopir dan perawat yang berada dimobil ambulance yang mengalami kecelakaan dan bersama-sama dibawa keruangan UGD untuk mendapatkan pertolongan.