
Yanti merasa sudah tak sabar untuk menyantapnya, namun pria itu tampak tersenyum sumringah melihat Yanti begitu menginginkan sesaji tersebut.
"Kau menginginkan semua ini?" tanya pria paruh baya dengan tatapan liarnya.
Yanti segera menganggukkan kepalanya dan menatanp nanar pada sesaji yang tersedia.
"Jika Memang Kamu menginginkannya, maka ikutilah perintahku" titah pria itu, lalu beranjak bangkit dari duduknya dan menuju halaman rumah. Ia menyembunyikan sepeda motor milik Yanti dibelakang rumahnya, agar tidak terlihat siapapun.
Meskipun rumahnya terpencil dan tidka ada penduduk lainnya, namun Ia mencari aman, sebab terkadang ada pedagang pasar yang tiba-tiba datang untuk membeli unggas peliharaannya.
Pria paruh baya berpakaian serba hitam itu masuk kembali kerumah dengan menapaki anak tangga, lalu Ia mengunci pintu depan.
Pria itu menutup pintu, dan menguncinya. Setelah merasa aman, Pria itu menghampiri Yanti yang sedari tadi memandangi sesaji dalam nampan bundar dengan rasa tak sabar.
Lalu Ia kembali duduk bersila berhadapan dengan sang gadis.
Pria itu meraih sebuah kain hitam yang tersimpan didekat sisinya, lalu kembali beranjak bangkit. Ia membentangkannya dilantai papan rumahnya. Lalu memasang lilin disetiap sisi kain berwarna hitam sebanyak 7 buah.
Setelah itu kembali duduk menghadap sesaji, dan memejamkan matanya, berkomat-kamit membaca mantra yang terdengar tidak begitu jelas.
"Lucuti seluruh pakaianmu, ikuti perintahku, dan Kau akan mendapatkan semua yang Kau inginkan didunia ini.. Kecantikan, ketenaran, dan juga kekayaan" ucap Pria itu dengan nada perintah.
Yanti ingin menolaknya, namun bukankah ketiga hal yang disebutkan oleh pria itu adalah sesuatu yang dicari manusia selama ini, Yanti dengan cepat menganggukkan kepalanya.
Sebab kecantikan, ketenaran dan juga kekayaan adalah impiannya.
Yanti yang sudah dikuasai pengaruh iblis, lalu melucuti seluruh pakaiannya tanpa rasa malu dan sungkan.
Selama ini Ia juga sudah banyak merasakan tubuh lelaki yang mencicipinya, maka rasa urat malu sudah tidak ada lagi melekat didirinya.
Melihat pemandangan itu, Pria paruh baya yang itu tersenyum smrik dan licik.
"Berbaringlah dikain hitam itu, dan turuti seluruh perintahku" titah pria paruh baya itu lagi.
Yanti menganggukkan kepalanya, lalu menuruti seluruh perintah pria paruh baya yang tidak dikenalnya tersebut, Ia membaringkan tubuhnya dan menati perintah selanjutnya.
Sementara itu, pria paruh baya itu melucuti pakaiannya sendiri, lalu menghampiri Yanti yang tampak patuh terhadap apapun yang diperintahkannya. Melihat seorang gadis pasrah dengan semua yang dilakukannya, membuatnya begitu sangat bersemangat.
Yanti memiliki wajah yang cantik, dan juga pahatan tubuh yang sempurnah.
Dengan rasa tak sabar, Ia menyusuri segala lekukan indah itu, menyesap seluruh yang tersaji dengan sempurna tanpa terlewatkan sedikitpun.
Senja itu, dirumah terpencil tersebut, terdengar rintihan dan lenguhan dari dua insan yang sedang memacu hasrat iblisnya. Tampak Nini Maru hanya tersenyum dan menyesapi sesaji yang terdiri dari darah ayam cemani dan juga darah burung gagak.
Ia juga menyesap sari daging mentah ayam cemani dan juga burung gagak yang telah disajikan.
Sedangkan Yanti dan pria itu masih bergumul dalam kenistaan.
Setelah satu jam lamanya, pria itu menyudahinya, karena merasa sudah mencapai apa yang diinginkannya.
Yanti yang terlihat acak-acakkan, diperintahkan agar segera bangkit dan mengikuti perintah selanjutnya.
Ia membawanya naik keatas rumah, lalu menaburkan kembang tuju rupa, dan kembali berkomat-kamit membaca mantra. Ia memasukkan parfum bernau menyengat dalam sebuah botol kecil yang biasa disebut minyak duyung.
Ia menyalakan dupa, lalu membakar kemenyan sehingga menimbulkan aroma yang begitu khas.
Nini Maru menikmati aroma pembakaran dupa dan kemenyan itu dengan begitu sangat senangnya.
"Mendekatlah" titah pria itu kepada Yanti. Lalu gadis itu mendekatinya dan duduk tepat dihadapan pria paruh baya itu.
Pria itu meraih wadah berisi campuran darah ayam cemani dan juga darah burung gagak, lalu Ia membalurkannya keseluruh tubuh Yanti dari ujung kepala hingga ujung kakinya.
Setelah tubuh gadis itu tertutup dengan baluran lulur darah, Ia membalurkan kembali minyak beraroma menyengat itu kesekujur tubuh Yanti.
Sehingga arkma amis darah dan juga aroma menyengat menjadi satu, membuat siapapaun akan merasa mual dengan mencium aromanya.
Lalu pria paruh baya itu mengambil gayung yang terbuat dari tempurung kelapa.
Kemudian Ia menyiramkan air berisi campuran kembang dan minyak duyung itu kesekujur tubuh sanga gadis yang kini sudah menjadi salah satu pengikut iblis laknatullah.
Sembari terus menyiram, Ia terus merafalkan mantra. perlahan darah yang tadi membalut tubuh Yanti luntur dan menghilang.
Setelah bersih seluruhnya, pria melakukan ritual selanjutnya. Ia memasuki kamarnya, memanggil Nini Maru, lalu meminta dua helai rambut milik iblis betina tersebut.
Setelah mendapatkannya, Ia kembali keluar dari kamarnya, lalu menghampiri Yanti yang masih patuh untuk mengikuti perintah selanjutnya.
Pria itu duduk kembali dihadapan Yanti, lalu meraih pergelangan tangan Yanti, dan mengikatkan dua helai rambut panjang milik Nini Maru dengan cara dililitkannya hingga selesai dan menyimpulkannya.
Dengan kekuatan mantranya, simpulan itu menyatu dengan tubuh Yanti dan meresap masuk kedalam tubuh gadis itu.
Setelah itu pria itu menatap Yanti dan meminta Yanti mengikuti ikrar persekutuannya dengan Nini Maru dan menjadi abdi setianya.
Setelah mengucapkan ikrar persekutuannya, Yanti diperintahkan untuk tidak mandi selama tiga hari lamanya, agar ramuan yang baru saja dilakukannya meresap sempurnah.
"Setelah Kamu melakukan ikrar persekutuan dengan Iblis, maka kamu harus menyajikan darah ayam cemani dan juga burung gagak hitam setiap malam Jumat Kliwon. Kamu juga harus menyajikan janin dalam kandunganmu sebagai sesaji yang utama. Dan kamu harus mencari mangsa janin setiap malam Jum'at Kliwon" ucap Pria itu sembari menatap lekat pada sang gadis.
Yanti menganggukkan kepalanya mematuhi segala yang diucapkan oleh Pria itu.
"Saya akan mematuhi segala yang diperintahkan oleh Anda" jawab Yanti patuh.
Pria tersenyum senang, melihat Yanti yang sudah terperangkap dalam jurang dosa dan kesesatan yang begitu sangat nyata.
Sedangkan Yanti ingin membalaskan dendam terhadap Satria yang telah menolaknya dan mengabaikannya.
"Kalau begitu pulanglah.. Setiap malam Jumat Kliwon carilah satu pria untuk dijadikan tumbal lain sebagai persembahan kepada iblis sekutu dari Nini Maru, agar Kau semakin kuat dan juga cepat meraih kekayaan dan juga 2 hal lainnya" ucap Pria itu dengan iming-iming surgawi.
Yanti menganggukkan kepalanya, dan menyanggupi segala apa yang dititahkan kepadanya.
Setelah menyepakati semua perjanjian, maka Yanti dipernolehkan untuk pulang, dan Pria paruh baya itu mengeluarkan sepeda motor yang disembunyikannya dibelakang rumahnya. Namun sebelum Yanti pulang dari kediaman pria itu, Ia digarap kembali dibelakang dapur oleh pria paruh baya tersebut, hingga satu jam lamanya, sehingga membuat Yanti menjadi budak Iblis dan juga budak pria paruh baya itu.