
16 tahun kemudian..
Suasana desa selama 10 tahun begitu damai. Tidak ada lagi huru dan hara yang saat ditelisik kebelekang selalu dihebohkan oleh kasus banyaknya menghilang lato-lato para pria yang pelakunya belum juga terungkap hingga saat ini, dan kasus itu terkesan menguap begitu saja.
Dua orang remaja yang sedang menempuh pendidikan SMA sedang tampak serius dalam pembelajarannya. Kemanapun mereka pergi akan selalu tampak bersama, ditambah lagi dengan raut wajah mereka yang terbilang sangat mirip.
Dua bola mata indah dan alis yang tebal serta hidung yang bangir menjadikan mereka begitu sangat tampan, sehingga membuat keduanya akan selalu digandrungi para sisiwi yang akan mencuri perhatian dari para remaja tersebut.
Selain tampan, keduanya juga cerdas dan itu mewaris bakat dari ayahnya.
Disisi lain, seirang diantaranya yang bernama Angkasa memiliki kemampuan melihat alam lain atau makhluk astral.
Sedangkan kemampuannya itu dapat Ia transfeer ke pada saudara lelakinya yang bernama Samudera dengan hanya menyentuh salah satu bagian tubuh saudaranya yang mana saja.
Samudera memiliki kemampuan pengobatan medis yang mana diturunkan oleh Gen ayah dan ibunya.
Ya keduanya bersaudara dari satu ayah dengan berbeda ibu. Namun karena mereka diasuh oleh satu orang ibu, maka keduanya hanya menganggap mereka memiliki satu hidup satu jiwa dengan orangtua yang sama, sebab wanita yang merawat mereka tak membedakan kasih sayang tersebut.
Suasana kelas yang hening karena sedang ada tugas dari guru matematika, disebabkan oleh adanya remedial, membuat siswa dan siswi begitu sangat tenang dan serius mengerjakannya.
Hingga saatnya terdengar suara gaduh dibelakang sekolah yang membuat konsentrasi siswa terganggu dan penasaran.
"Mayat.. Ada mayat.." teriak seorang siswa yang ngacir dari belakang sekolah menuju kantor dan membuat para guru serta staf lainnya berhamburan keluara.
Satria dan Angkasa yang sudah menyelesaikan remedialnya segera saling pandang. Sedangkan siswa lainnya yang belum selesai mengerjakan remedialnya merasa gelisah mendengar teriakan dari salah satu siswa yang berlari kencang memberitahu kepada para guru dan lainnya yang kini sedang berada didalam kantor.
Karena tidak dapat menahan rasa penasaran, ternyata para siswa yang belum selesai mengerjakan temedialnya ikut berhamburan keluar kelas menuju lokasi belakang sekolah yang disinyalir tempat ditemukannya mayat yang dimaksud.
Setelah semua berkumpul dibelakang sekolah. Tampak tak jauh dari sebatang pohon karet yang berukuran besar satu sosok mayat perempuan yang berlumuran darah dari jalan lahirnya dan sebuah bekas cekikan dilehernya yang tampak membiru dan kayat itu adalah siswi tercantik yang ada disekolah ini bernama Melly.
Melly selama ini diketahui sebagai siswi paling populer karena kecantikannya dan selalu menggunakan pakain seragam sekolah yang sedikit minim
meskipun sudah berulang kali mendapatkan teguran dari pihak sekolah, Ia tidak mengindahkannya, sebab orangtuanya di desa ini termasuk orang yang berada karena merupakan seorang peternak sapi dan juga peternak ayam ras yang sukses.
Dengan kekayaan yang dimilikinya Ia tidak perduli dengan aturan yang berlaku di sekolah. Ia sangat senang jika menjadi pusat perhatian para siswa disekolah itu, baik otu siswa ataupun staf sekolah.
Wajahnya yang cantik dan dengan lekuk tubuh yang aduhai membuatnya merasa sangat bangga jika Ia diperhatikan.
Selama ini Ia mengincar Samudera dan Angkasa, namun keduanya tak pernah mengindahkan perasaan gadis yang sedang menuju masa pubertas tersebut.
Gadis itu tampak frustasi, sebab jika selama ini para siswa mengejarnya, namun kedua kakak beradik itu tidak ada satupun dari mereka yang meliriknya.
Pihak kepolisian datang setelah mendapat laporan dari pihak sekolah bahwa telah ditemukan satu sosok mayat perempuan yang tak lain adalah sisiwi mereka sendiri.
Para siswa dan siswi serta staf sekolah berkerumun memandangi jasad Melly yang tampaknya sudah tak bernyawa sejak malam tadi.
Apakah itu tandanya jika Melly tidak pulang kerumah sejak pulang sekolah semalam? Maka banyak pertanyaan dan praduga yang melekat didalam setiap benak orang yang saat ini sedang menyaksikan mayat Melly yang tampak mengenaskan.
Seragam sekolah milik Melly sudah sangat berantakan dan terlempar didekat mayatnya dan yang tersangkut dilehernya hanyalah satu dasi yang terjerat kuat dilehernya.
Selain dicekik, tampaknya Ia juga dijerat menggunakan tali dasinya.
Dari liang jakur lahirnya dan juga liang jalur belakang tampak robek para. Sepertinya Melly menjadi korban rudaal paksa yang dilakukan bukan hanya satu orang, tetapi banyak orang
wajahnya tampak begitu kesakitan saat Ia melepaskan ruh dari raganya. Terdapat banyak bekas penyiksaan disekujur tubuhnya, seperti luka lebam, cakaran dan lain sebagainya.
Jasadnya yang pertama kali ditemukan oleh seorang siswa itu ditutupi oleh ranting dan dedaunan kering. Namun lalat yang mencium aroma darah dan amis tersebut tak dapat menutupi jasadnya.
Hewan kecil itu berkerumun ditubuhnya yang masih tampak mengalirkan darah dengan terus menerus meskipun sudah tak bernyawa.
Tampaknya jalur lahirnya luka parah dan ini sangat mengerikan sekaligus mengenaskan.
Angkasa memejamkan matanya sembari memegenag pergelangan tangan Samudera. Keduanya menjelajah waktu untuk melihat apa yang terjadi sebenarjya pada siswi tersebut. Namun aksi keduanya terhenti saat suara sirene mobil polisi datang terdengar meraung-raung menuju halaman sekolah.
Serta suara tangus ibu Melly yang baru saja tiba dilokasi kejadian membuat Angkasa dan Samudera menghentikan penelusuran ghaib mereka untuk melihat jejak kematian Melly yang sangat misterius.
10 tahun desa meraka sudah aman dari berbagai kasus kematian, kini harus kembali digemparkan oleh penemuan mayat seorang gadis remaja yang membuat warga desa kembali dihantui rasa takut yang sangat mengerikan.
Ibu Melly meraung meratapi jasad puterinya yang tampak mengemaskan.
Ia meraih kain jarik yang dibawanya dari rumah dan menutupi jasad puterinya. Sedangkan pihak kepolisian memasang garis polisi agar tidak ada yang melintasi daerah tersebut.
Mayat Melly diperiksa terlebih dahulu sebelum dimasukkan kedalam kantong mayat berwarna orange dan polisi menyisir sekitar lokasi kejadian. Ada ditemukan satu botol minuman keras dan tidak ada jejak lainnya. Sepertinya para pelaku yang diduga lebih dari satu orang telah membersihkan barang bukti sebelum meninggalkan jasad Melly, namun satu botol minuman keras itu akan menemukan siapa pelakunya dengan sidik jari yang melekat disana.
Setelah menyisir lokasi dan tidak adalagi barang bukti yang memperkuat untuk mengungkap sebab kematian siswi tersebut, polisi membawa jasad Melly untuk dilakukan visum kerumah sakit polri agar mendapatkan titik terang dari masalah tersebut.
Sepuluh tahun polisi tidak disibukkan oleh peristiwa pembunuhan didesa ini, kini mereka harus bekerja keras lagi untuk mengungkap apa yang menyebabkan kematian sisiwi paling cantik dan paling populer tersebut.
Angkasa dan Samudera saling berpandangan. Mereka berniat akan melakukan penelusuran ghaib untuk melihat apa yang terjadi pada Melly sebelum ditemukan dalam kondisi mengenaskan.