
Ke lima para begal itu dihadirkan diruangan penyidik dan dimintai keterangan apakah Mirna yang telah menghajar mereka malam itu.
Dengan cepat kelimanya mengakui jika Mirna adalah wanita yang telah menghajar mereka hingga babak belur.
Namun Mirna hanya tersenyum tipis tanpa merasa rasa takut sedikitpun.
"Kalau tidak percaya coba lihat saja punggungnya, pasti ada luka disana, dan saya yakin luka itu pasti masih mengangah" ucap Pria yang menorehkan badik dipunggung Mirna.
Seorang polisi wanita dihadirkan untuk memeriksa punggung Mirna yang sebagaimana disebutkan oleh pria begal tersebut.
Polisi wanita itu lalu menyingkap hijab Mirna dibagian belakang, dan mencoba memeriksa punggung bagian kanan Mirna sebagaimana disebut oleh pria begal itu.
Namun setelah diperiksa, tidak ada luka disana meski hanya segoresan pena saja.
"Tidak ada luka disini, Pak.." ucap polisi wanita itu menjelaskan.
"Tidak mungkin..!! Saya yang menorehkannya dan luka itu cukup lebar" pria begal itu mencoba meyakinkan pihak kepolisian.
Lalu polisi menghadirkan Pak Joko yang mengakui melihat punggung Mirna terluka dan berdarah cukup banyak malam itu saat berbelanja di tokonya.
"Apakah benar Anda melihat saudari Mirna terluka dibagian punggungnya?" tanya penyidik itu kepada Pak Joko.
"Ya benar, saya melihatnya, dan luka itu cukup lebar, bahkan darah yang mengotori pakainnya sangat banyak" jawab Pak Joko meyakini apa yang dilihatnya malam itu.
Namun kenyataannya luka itu tidak ada sama sekali bahkan bekas goresannya pun tidak, kulit itu mu-lus tanpa cacat sedikitpun.
Lalu kesaksian Pak Joko menambah kasus ini semakin membingungkan.
Setelah Pak Joko pergi, maka ke lima para begal itu akhirnya dihadirkan kembali untuk dimintai keterangan.
"Lalu apa tujuan kalian mennagkap bahkan membuat melukai wanita yang kalian angggap telah menghajar kalian?" tanya penyidik itu kepada ke limanya.
"Karena Ia berjalan sendirian dimalam sepi dan tentunya kecantikannya hang membuat kami ingin menciluliknya dan bersenang-senang dengannya.." jawab seorang diantaranya.
"Bagaimana mungkin seorang wanita bisa menghajar kalian yang bertubuh kekar dan ini sangat mustahil" ucap penyidik.
"Dia memiliki tenaga yang luar biasa, diatas manusia normal pada umumnya" jawab rekan begal lainnya yang menjadi korban dilempar diatas atap mobil.
"Kalau begitu berarti kalian babak belur karena berniat menculik dan ingkn menodai wanita itu?" tanya penyidik kembali.
"Ya.." jawab mereka serentak.
Maka dengan mudah para penyidik itu menetapkan para kelima begal itu sebagai tersangka dari percobaan penculikan dan menodai seorang wanita yang juga tidak jelas siapa.
Sebab polisi tidak memiliki bukti yang menguatkan jika Mirna sebagai pelaku yang menghajar ke lima begal itu sekaligus sebagai korban percobaan penculikan.
Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, akhirnya Mirna dilepaskan dari begitu saja.
Saat melintasi para penyidik, polisi yang tadi menemuinya dipagar sekolah merasakan getaran yang begitu aneh. Kecantikan Mirna telah membuatnya begitu gila dan tak pernah terlintas dalam hidupnya dapat bertemu wanita secantik itu.
Setelah keluar dari kantor polisi, Mirna menuju parkiran dan mengemudikan motornya, namun dalam hitungan detik Ia sudah berada didepan pagar sekolah, dan Ia melihat ke dua puteranya sudah keluar dari pintu kelas dan kini menuju ke arahnya.
Lalu mereka menghampiri ibunya dan Mirna membawa keduanya pulang kerumah seolah tidak ada kejadian apapun sebelumnya.
Saat akan menuju pulang. Mirna singgah ke toko pak Joko untuk membeli bahan sembako. Sesampainya ditoko, Mirna memilih bahan yang akan dibelinya. Sedangkan ke dua buah hatinya menuju lemari pendingin yang menyediakan Ice cream.
Pak Joko yang melihat kehadira Mirna merasa kikuk, sebab mereka tadi bertemu dikantor polisi.
"Eh, Mbak Mirna" ucap Pak Joko yang merasa serba salah dan merasa sungkan.
Namun Ia merasa jika penglihatannya malam tadi tidaklah salah. Namun mengapa luka itu tiba-tiba bisa hilang begitu saja, dan itu adalah hal yang sangat membingungkan.
"Iya, Pak.. " Jawab Mirna dengan sikap biasa saja, sama seperti saat mereka sebelum bertemu dikantor polisi.
"Maaf, Mbak Mirna.. Kalau boleh tau sebenarnya ada kejadian apa malam tadi sampai Mbak Mirna dicari-cari polisi?" tanya Pak Joko yang sebenarnya merasa penasaran dengan kasus yang menimpa Mirna.
Mirna tersenyum memandang Pak Joko, dan setiap senyuman Mirna membuat hati pria manapun akan luluh bagaikan tubuh yang tak bertulang.
"Tidak ada apa-apa, Pak.. Dan saya juga tidak tahu apa masalahnya" jawab Mirna sekenanya.
Lalu Mirna membayar belanjanya dan juga ice cream yang diambil oleh kedua puteranya.
Pak Joko hanya mendengus nafas beratnya. Ia semakin bingun dengan semuanya.
Sementara itu, pihak kepolisian masih mendalami peristiwa yang terjadi. Mereka bersyukur jika para begal sekaligus perampok yang selama ini mereka cari sudah diringkus. Namun siapa pemilik hijab yang meringkusnya masih menjadi misteri.
Tetapi jika ditelisik dari pengakuan pak Joko yang menerangkan jika Mirna datang ke tokonya pada waktu yang hampir sama saat kejadian pembantaian para begal itu, sepertinya mengarah kepada Mirna. Namun sidik jari Mirna tidak ditemukan dimanapun, bahkan luka yang dijadikan bukti satu-satunya juga tidak ditemukan ditubuh Mirna.
Malam menjelma. Kegelapan kian mencekam dan hanya ada kesunyian yang menambah malam semakin terasa begitu menakutkan.
Kabar tentang adaanya begal dan juga perampok yang dilumpuhkan oleh seorang wanita dan bahkan wanita itu disebut-sebut adalah Mirna menjadi perbincangan warga, meskipun tidak ada yang melihatnya dan menjadi saksi kecuali keterangan dari Pak Joko yang juga masih simpang siur dan belum ditemukan kebenarannya.
Warga lalu mengaitakan peristiwa Angkasa yang juga memiliki kekuatan mata bathin ada kaitannya dengan peristiwa yang terjadi.
Namun sebagian ada hang menduga jika Angkasa mewarisi kekuatan mata bathin dari sang leluhurnya yaitu Ki Karso yang dulunya adalah seorang dukun hitam namun sempat bertaubat sebelum ajal menjemputnya.
Segala persepsi terus terjadi dimasyarakat, namun tidak dipungkiri jika kelak Angkasa akan menjadi seorang anak indigo yang dapat menembus dimensi lain yang mana keistimewaannya itu dapat menjadi baik bagi dirinya dan masyarakat atau sebaliknya.
Mirna menuju dapur dan melihat pakain gamisnya yang terkena noda darah dan robek saat malam itu. Pakaian itu sudah bersih namun robeknya masih ada.
Mirna mengangat pakain tersebut dari keranjang pakaian, lalu melemparkannya dengan cepat dan melayang jauh hingga menembus kegelapan malam.
Dan tanpa sengaja pakain itu mengenai sesosok tubuh yang berada didalam goa tanpa sehelai benangpun dan sedang melakukan pertapaan.
Seketika sosok yang mendiami tubuh wanita itu tersentak karena tiba-tiba saja ada pakaian jatuh mengenainya, hingga membuatnya terganggu saat sedang serius bertapa.