
Warga kebingungan melihat sosok wanita yang tiba-tiba menghilang dan tidak terlihat saat setelah melumurkan darah Likin keseluruh tubuhnya..
Warga kini meyakini jika wanita itu merupakan orang yang sedang bersekutu dengan iblis untuk menuntut ilmu hitam ataupun pesugihan.
Warga memeriksa sekelilingnya untuk menemukan dimana sosok wanita tersebut dengan menggunakan senter, namun tak juga melihatnya.
Akhirnya mereka membawa jasad Likin ke keluarganya untuk segera dilakukan fardhu kifayah malam ini juga.
Lalu warga berbagi tugas untuk membuat makam dan mengurus jenazah Likin.
Suara tangis histeris istri Likin menggema dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Saaf habis maghrib tadi berpamitan untuk meronda, namun pulang tinggal nyawa saja.
Istri Likin sangat terpukul dan tak dapat menerima kenyataan yang kini menimpa dirinya.
Apalagi saat ini anaknya sudah memasuki sekolah menengah atas dan butuh biaya hidup, namun sang pencari nafkah harus pergi untuk selamanya.
Warga yang berkumpul mencoba menenangkan Istri Likin yang tampak sangat syok dan menagis histeris.
Lalu sebagian warga mulai menyempurnakan fardhu kifayah untuk Likin malam ini juga. Desas-desus Likin bermaksiat dengan wanita misterius sebelum meregang nyawa terdengar ditelinga Istri Likin yang tentunya sangat menyakitkan baginya.
Bagaimana tidak menyakitkan, ketika suaminya meninggal dalam kondisi mengkhianati kesucian pernikahan mereka.
Wanita yang tadinya menangis histeris, kini perlahan meredakan tangisannya, Ia tidak ingin terlalu membuang energi dan air matanya hanya menangisi kepergian seseorang yang telah melanggar kesucian ikatan pernikahan mereka.
Malam terus beranjak dan werga disibukkan oleh pemakaman Likin, hingga melupakan hal lainnya.
Warga tidak melaporkan kematian Likin kepada pihak kepolisian, sebab hasilnya akan sama seperti peristiwa sebelumnya, dimana polisi tak juga dapat menemukan siapa pelakunya.
Maka warga berinisiatif untuk memakamkan jasad Likin secepatnya.
Yanti berjalan dalam kegelapan membelah keriuhan warga tentang kematian Likin yang ternyata bertemu dengan sosok misterius dan melakukan maksiat, lalu meregang nyawa dengan kehilangan organ vitaAlnya yang membuat kehebohan dimalam ini.
Yanti menyambangi sebuah rumah yang tampaknya sudah sepi karena terlelap tidur dan tidak mendengar kehebohan yang malam ini terjadi.
Yuni, salah seorang warga yang juga sedang mengandung dengan usia kandungan 5 bulan, sedang tertidur pulas sendirian dalam kamar karena suaminya sedang bekerja di puskesmas sebagai perawat dan bertugas malam.
Sesaat Yuni mendengar suara ketukan dipintu dan Ia mengira itu adalah suaminya.
Ia tersentak dan terbangun, saat namanya dipanggil dan Ia tau jika itu suara Rusli suaminya.
Yuni beranjak dari ranjangnya dengan berjalan tertatih sembari memegangi pinggangnya yang terasa sangat sakit dan menuju ke arah pintu depan.
Ia membuka pintu dan dan mendapati sang suami berdiri diambang pintu dengan wajah yang sedikit pendiam dan aroma kabel terbakar ikut mencuat saat Rusli ingin masuk ke rumah, diiring semilir angin yang terasa sangat dingin dan juga disertai aroma kembang kenanga yang begitu menyengat.
Sesaat Yuni menutup pintu, dan menguncinya "koq cepat pulangnya, Bang? Tapi ini shif abang masuk malam" tanya Yuni dengan penuh penasaran.
"Iya.. Abang rindu sama kamu, Dik.. Sampai gak konsentrasi bekerja, mungkin saja setelah ketemu kamu mood abang jadi balik lagi" jawab Rusli datar nada bicaranya terdengar aneh dan tidak biasa.
Lalu suaminya itu mendekatinya, mencoba merayu kata mesra kepada Yuni "Dik, Yuni.. Abang sayang banget sama kamu, dan sepertinya malam ini abang ingin banget bercinta denganmu" ucap Rusli dengan sangat berhasrat.
"Ya ampuun, Bang.. Masa iya segitunya" jawab Yuni yang tak sempat melanjutkan ucapannya karena Rusli telah menyesap bibirnya dengan cepat.
Tangan Rusli sudah turun menyusuri setiap lekuk tubuh Yanti dan membuat wanita itu semakin terlena dengan segala buaian dan sentuhan sang suami.
Rusli terus berusaha membuat Yuni merasa melayang dan teus terlena dalam mabuk asmara.
Hingga akhirnya Rusli berubah dalam ritme permainannya, dimana Rusli seolah kerasukan dan tak lagi memperdulikan rasa kenyamanan pada Yuni yang kini sedang mengandung.
Yuni kini merasakan rasa sakit, bukan lagi indahnya bercinta.
"Bang.. Pelan-pelan dong, Bang.. Ini sakit, Bang" protes Yuni yang mencoba untuk menghentikan aksi suaminya yang tak biasa.
Namun Rusli tak juga berhenti dan terus melakukan hentakan menyakitkan yang bersamaan dengan hal itu, Yuni merasakan kontraksi diperutnya dan semakin lama semakin terasa kuat.
Bahkan Yuni berusaha menyingkirkan tubuh Rusli dari tubuhnya, namun tenaganya jauh kalah dibanding tenaga suaminya tersebut.
Semakin lama, Rusli semakin menggila, hingga membuat pandangan Yuni kian memudar dan terasa gelap, sementara itu, dalam pandangannya itu, samar-samar Ia melihat jika suaminya berubah menjadi sosok mengerikan, dengan tubuh besar berbuLu lebat dan dua bola mata memerah serta terdapat taring disudut bibirnya.
Lalu Yuni tak lagi dapat menahan rasa sakit yang menderanya dan dengan tubuh yang terguncang-guncang tanpa sehelai benangpun, membuat kontraksi terus terjadi, namun, Yuni tak mampu menahan matanya yang semakin menggelap dan Ia pun tak sadarkan diri.
Saat bersamaan, Sosok Yanti yang sudah menatinya sejak tadi disudut pintu kamar bergerak cepat menghampiri Yuni dan menuju jalan lahir, lalu tangan kanannya masuk dengan cepat merogoh janin dalam kandungan Yuni dan menariknya paksa bersama placentanya yang juga merupakan santapan baginya.
Yanti menyeringai dan segera memakannya, lalu Ia menyesap darah yang masih mengalir dari jalan lahir tersebut dan menyisakannya untuk sang genderuwo.
Setelah puas, Ia meninggalkan Yuni dengan kondisi mengenaskan.
Sedangkan sang genderuwo menyesapanya hingga merasa energinya bertambah, lalu pergi dengan cepat dan bersemayam disudut kamar Lela sang janda aduhai.
Keesokan paginya, Rusli pulang dari bekerja, lalu mengetuk pintu berulang kali, namun tak ada sahutan daru Yuni.
Rusli terus mengetuknya, dan tak juga ada sahutan, hingga akhirnya ketukan berubah menjadi sebuah gedoran hang sangat keras.
Namun gedoran tersebut tak juga ada jawaban, hingga akhirnya Rusli memilih untuk mendobrak pintu tersebut.
Tetangga yang melihat hal tersebut mencoba membantu Rusi mendobrak pintu tersebut hingga terbuka.
Rusli yang merasa curiga, lalu menuju kamar dan mendapati istrinya tak sadarkan diri dengan kondisi mengemaskan, sebab istrinya bersimbah darah tanpa sehelai benangpun dengan perutnya yang sudah mengempis.
Rusli dengan cepat memakaikan pakaian istrinya dan meminta bantuan warga untuk menghubungi ambulance.
Setelah istrinya tertutup auratnya, Ia membopong tubuh sang istri untuk dibawa ke puskesmas.
Warga bertanya aoa yang terjadi, karena Rusli tampak menangis saat menggendong tubuh Sang istri.
Rusli mengatakan jika janinya telah dicuri paksa oleh kuntilanak yang waktu malam itu mencoba menyatroni rumah Didi.