
Malam itu, setelah makan malam selesai. Dimas sengaja berpamitan untuk berkunjung ke rumah Azka. Barangkali di sana ada barang yang bisa membuat Bintang mengingat tentang kenangan bersama dengan Reynand.
Memang, suatu hal yang bisa memulihkan ingatan itu adalah dengan cara mengulang masa lalu itu kembali lagi.
Melihat keluarganya yang tengah berkumpul di ruang tamu, Dimas memberikan kode kepada Erlangga agar anak itu mengalihkan pembicaraan dan memberikannya jalan untuk bisa keluar dari perbincangan itu.
"Ma, Papa pergi ya. Ada urusan sih," ucap Dimas berusaha untuk berbohong. Tetapi seolah Erlangga paham dengan niatnya.
Marwa yang iri melihat sepasang suami istri itu yang masih mesra walaupun sudah memiliki anak yang remaja. Dimas selalu mengecup bibir istrinya walaupun hanya sekilas sebelum pergi dan sepulang bekerja. Rutinitas yang tidak pernah berhenti dia lakukan sejak dahulu.
Sebelum suami istri itu menyadari perasaan Marwa yang tidak baik-baik saja saat melihat kemesraan itu, Marwa berusaha untuk mengalihkan pandangannya ke tempat lain.
"Papa pulang jam berapa?"
"Enggak tahu, Angga diam di rumah temani Mama sama Kak Marwa. Papa ada urusan di luar,"
Pria yang tengah asyik bermain game itu langsung mengangkat tangannya memberikan kode jempol sebagai tanda bahwa dia akan menuruti perintah papanya.
"Papa berangkat,"
Dimas pamit untuk ke rumah Azka, ia mengatakan bahwa akan merahasiakan Marwa dari kedua orang tua Rey dan juga Marwa. Akan tetapi Dimas bukan pria yang tega melihat orang lain menderita, terlebih karena itu adalah keponakan kesayangannya.
Menempuh perjalanan sekitar setengah jam. Akhirnya dia tiba di rumah Azka. Dia langsung memencet tombol bel itu dan beberapa saat kemudian Nagita membuka pintu kemudian bersalaman dengannya.
"Kak Dimas sama siapa?" tanya Nagita sambil merangkul kedua anaknya yang tadi ikut membuka pintu bersama dengan dirinya.
Dimas yang melihat Azka duduk di sofa sambil menonton televisi langsung menghampiri iparnya itu.
"Aku kemari sendirian, Nagita. Maaf ya kalau aku telat respon, ohya bisa suruh yang dua ini ke kamar? Ada hal penting yang harus aku bicarakan sama kalian,"
Azka langsung memencet tombol power ketika Dimas berkata demikian.
Melihat raut wajah Dimas yang berubah seketika membuat Azka sedikit curiga dengan iparnya.
"Ada apa?" tanya Azka dan langsung merangkul tubuh Nagita yang tadi menghampirinya.
"Ini perihal, Rey sama Marwa. Rey bilang kalau dia bakalan pisah sama, Marwa,"
Nagita terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Dimas. "Kenapa? Rey tahu kalau Marwa itu Bintang?"
"Terus?"
"Leo bilang Rey kemarin siang menerima paket dan itu berasal dari Bintang," jelas Dimas.
"Paket?"
"Paket masa lalu mereka, dan di situ Rey percaya bahwa Bintang masih berada di sisinya,"
"Terus kakak tahu dari mana kalau Rey minta pisah?"
"Tadi waktu Viona nyuruh aku ke rumah Rey buat antarin kue. Karena dia ingat setiap kali bikin kue, Rey selalu suka dengan buatan dia. Maka dari itu mumpung jemput Lyla sekolah, aku sekalian antarin kue. Di sana aku baru saja mau pencet bel, Marwa keluar sambil nangis,"
Nagita *** kain rok panjangnya. "Sabar, Ma," bisik Azka.
"Waktu itu aku ajak dia ke salah satu kafe dan cerita apa yang terjadi. Marwa cerita kalau Rey enggak bisa lagi pertahanin rumah tangga mereka dan bilang kalau dia bakalan lepasin, Marwa,"
"Dimas, kalau sudah seperti ini aku sebagai orang tua enggak bisa tinggal diam dengan kelakuan Rey. Mau enggak mau aku harus cerita sama dia siapa perempuan yang dia nikahi itu,"
"Azka, aku datang kemari untuk minta barang-barang yang mungkin masih disimpan oleh Rey dari Marwa dulu waktu mereka masih sekolah. Mungkin itu yang buat dia bisa ingat, kalau sekarang kita kasih tahu dia. Pasti Marwa akan jauhi, Rey. Dan Rey akan merasa dibohongi sama Marwa, jadi jangan bertindak gegabah, beri waktu satu minggu saja. Dan tugas kamu sebagai orang tua adalah mengajari Rey bagaimana mempertahankan rumah tangga, sambil kita bantu Marwa ingat semuanya, dan pelan-pelan didik Rey untuk menerima Marwa juga,"
"Bagaimana kalau ternyata Rey tetap enggak bisa,"
"Maka dari itu, Nagita. Aku minta barang-barang yang mungkin saja disimpan oleh Rey dari Marwa dulu. Aku janji bakalan bantu Marwa sampai sembuh, kita akan pertemukan mereka sebagai sosok masa lalu dan bisa berkumpul kembali dan menerima mereka masing-masing dalam keadaan yang berbeda,"
"Aku punya beberapa barang yang disimpan, Rey. Waktu itu dia larang aku ngasih Marwa masuk ke kamar dia karena banyak barang dari Bintang dulu. Jadi mungkin itu juga bisa menjadi petunjuk dari kita biar Marwa ingat dirinya yang dulu,"
Azka setuju dengan ucapan istrinya dan kali ini membiarkan Nagita pergi untuk mengambil barang tersebut. Azka juga tidak ingin anaknya terus terpuruk dengan masa lalu yang membuat keduanya saling menyakiti satu sama lain. Rey yang masih terpuruk karena Bintang dahulu. Tetapi Marwa mencintai Rey dengan dia yang saat ini tetapi lupa dengan ingatan yang lalu, jika dia mengingat itu tentu akan semakin sulit.
Nagita kembali dengan membawa kotak yang ukurannya cukup besar dan Dimas mulai membuka kotak tersebut dan menemukan begitu banyak foto Bintang dahulu bersama dengan Reynand dan beberapa kaos yang bertuliskan inisial nama depan mereka.
Terdapat bunga yang terbuat dari plastik juga di sana yang ukurannya cukup besar. Ada tulisan tentang pengakuan perasaan Rey yang ada di kertas kecil itu
"Aku bakalan bawa semua ini, Nagita. Aku enggak nyangka kalau mereka berdua itu akan dipertemukan saat mereka sudah sama-sama memperbaiki diri seperti sekarang ini, aku yakin Rey bakalan bisa didik Marwa dengan sabar. Meskipun nanti Rey tahu lebih dulu tentang identitas istrinya, minimal Rey itu bantu Marwa untuk pulihkan ingatannya. Kita enggak tahu kan ya gimana bencinya orang tua Marwa terhadap Rey karena janji mereka dulu, dan sekarang mereka dipertemukan dengan suatu kejadian yang tidak disengaja,"
Azka juga mengerti ketika lamaran itu orang tua Marwa pernah menceritakan bahwa mereka benci terhadap pria yang akan ditemui oleh Marwa. Yang ternyata itu adalah Rey beberapa tahun lalu dan nama Marwa pun diganti agar Rey tidak menemukan Bintang. Hingga saat ini Azka dan Dimas masih berusaha untuk menyatukan keduanya. Untuk saat ini Rey diterima oleh orang tua Marwa. Tapi tidak tahu jika kedua orang tua Marwa tahu bawa Rey adalah pria yang dahulu berusaha untuk ditemui oleh Marwa di masa lalu.
Note: Ini berhubung ada beberapa yang komentar ah macam sinetron dan lain-lain. enggak apa-apa kok enggak usah baca. Author enggak maksa buat baca kok. Enggak semua pembaca bisa dipuasin dengan hasil karya. Pemikiran kita mungkin berbeda. Menciptakan alur itu enggak pernah mudah. jadi kalau cuman komentar ini itu tanpa menghargai, mending enggak usah dibaca. Terima kash, tolong hargai usaha saya yang update banyak setiap harinya. Jika tidak bisa, silakan tinggalkan!