RICH MAN

RICH MAN
JODOH ITU RAHASIA ALLAH



Di kediaman Azka selesai resepsi, mereka membiarkan Rey dan Marwa menikmati malam di hotel. Sedangkan mereka sekeluarga pulang ke rumah Azka untuk memberitahukan sesuatu seperti yang diminta oleh Leo.


Pria itu nampak begitu khawatir, tetapi bagaimanapun juga keluarga dari Rey harus tahu mengenai sosok perempuan yang dinikahi oleh Reynand.


Flashback.


"*Maafin atas kebiasaan anak saya yang meninggalkan tamu setelah wajahnya di lihat, dia memang anaknya pemalu. Semenjak kejadian di mana dia itu dirampok ketika hendak bertemu dengan seorang pria, dia justru mendapatkan pukulan begitu keras di bagian belakang kepalanya. Hingga membuat dia harus hilang ingatan. Maaf, nama dia awalnya adalah Bintang Aira Harista, tetapi semenjak kami tahu bahwa dia akan bertemu dengan seorang pria di taman, dan yang tersisa hanyalah ponselnya waktu itu, dengan nama yang masih disamarkan oleh anak kami, setelah mengetahui bahwa dia mengalami kritis, saya menghancurkan ponselnya karena jika Marwa tidak berencana bertemu dengan pria itu, tentu dia tidak akan pernah merasakan bagaimana sakitnya penderitaan itu," jelas Papa perempuan itu.


Leo hanya mengangguk setelah mendengar cerita dari papa perempuan itu. Bintang, atau Marwa. mereka adalah orang yang sama, hanya saja namanya yang diganti.


"Lalu, kenapa namanya diganti?" tanya Leo penasaran. Pantas saja hingga saat ini Rey yang kesulitan menemukan Bintang ternyata mengalami suatu kejadian di mana dia mengalami trauma yang sangat besar.


"Agar pria yang ingin bertemu dengan anak saya waktu itu tidak pernah menemukan dia dengan nama Bintang lagi, saya tidak ingin anak saya mengalami kejadian serupa lagi. Maka dari itu, biarkan anak saya melupakan kejadian itu dengan sendirinya, jika pun dia mengingat masa lalunya, saya harap anak anda bisa memaklumi ini semua,"


"Apa anda dendam terhadap pria yang hendak menemui anak anda waktu itu?"


"Tidak tahu, yang jelas saya menyesali perbuatan di mana dia ingin bertemu dengan pria itu, akan tetapi suatu kejadian itu menyakitkan bagi saya selaku orang tuanya dan tidak ingin jika dia bertemu lagi,"


Leo mengangguk, dia merahasiakan tentang Bintang dan juga Reynand di masa lalu. Jika saja dia menyebut nama Bintang tadi saat perempuan itu membuka cadarnya, tentu saja orang tua perempuan itu akan menaruh curiga yang bahkan Leo sendiri tidak tahu harus bersikap seperti apa nantinya.


Leo berusaha diam, dia akan menceritakan itu semua nanti setelah mereka berdua resmi menikah. Bintang dan Rey saling mencintai, akan tetapi jika dia jujur tentang itu, mungkin pernikahan keduanya akan batal.


Flashback off*.


Leo menceritakan itu semua karena dia tidak ingin kakak sepupunya merasakan penderitaan yang menyakitkan.


"Leo, kenapa kamu rahasiakan ini semua?"


"Maaf, karena mereka berdua saling mencintai bukan? Marwa menolak lamaran karena hatinya tidak yakin dengan pria yang sudah-sudah seperti yang diceritakan oleh Papanya. Saat kita yang datang, apa dia menolak? Enggak kan? Allah itu adil, berarti mereka berdua memang ditakdirkan untuk berjodoh," tukas Leo.


"Tapi kenapa kamu enggak cerita sama Rey?" Nagita kini berusaha menahan emosinya.


"Karena Kak Rey juga butuh waktu menerima Marwa sebagai Bintang. Dan Bintang yang dulu sudah tiada, kini ada Marwa di depan matanya, apalagi yang harus kita khawatirkan? Kak Rey mencintai Bintang, maka dia harus belajar mencintai Marwa terlebih dahulu,"


"Kamu tahu kan tadi sikap Rey seperti apa waktu Jenny hendak membuka cadar Marwa?" tanya Naura kini yang tidak kalah marahnya dengan Nagita.


"Tahu, mereka akan mencintai satu sama lain nanti. Rey menerima Marwa, bukan sebagai Bintang. Dan Marwa, akan menerima Rey yang mencintainya sebagai Marwa, bukan sebagai Bintang di masa lalunya,"


"Apa yang dikatakan oleh Leo benar, biarkan saja mereka berdua saling mencintai seiring berjalannya waktu, jangan pernah kita beritahukan ini semua kepada Reynand maupun Bintang. Pasti itu sangat sakit ketika di mana mereka menikah dengan orang yang selama ini mereka cari," jawab Reno yang kali ini mendukung anaknya.


"Reno," bentak Nagita.


"Papa juga, apa Papa tega melihat anak Papa terus seperti ini? Apa Papa mau lihat Rey menyakiti hati Marwa?"


"Mama, jangan berpikir terlalu sempit. Mama tahu sendiri Rey seperti apa, jangan pernah remehkan dia. Dia selalu menghargai perempuan, Mama dengar sendiri walaupun dia terpaksa, tapi dia akan berusaha untuk menerima. Ma, Papa tahu mungkin Rey akan lebih kecewa lagi setelah nanti dia tahu bahwa perempuan yang dicarinya itu adalah istrinya sendiri,"


Nagita mengusap air matanya. Semua orang di rumah itu seolah berhasil membohonginya karena dia sebagai seorang ibu, tentu saja akan merasakan sakit ketika tahu kenyataan itu.


"Jadi ini maksud aku sama Fendi dan juga Jenny untuk segera membuat pernikahan itu berlangsung, Om sama Tante jangan khawatir, kelak mereka akan saling mengenal satu sama lain jika sudah siap, sekarang mereka di hotel. Ya siapa tahu kan mereka itu,"


"Itu apa?" tanya Nagita.


"Anu, itulah pokoknya," ucap Leo malu-malu.


"Rey enggak akan lakuin itu Leo. Kamu dengar sendiri apa yang dia bilang kan, dia akan membuka cadar Marwa nanti, ketika dia sudah siap untuk melihat istrinya," jelas Azka.


Nagita merasa sangat dibohongi oleh Leo malam itu, dia benar-benar tidak bisa mengendalikan emosinya. Dia langsung masuk ke dalam kamar dan membanting pintu sangat keras.


"Biarkan Nagita istirahat, Azka. Kami semua pamit," ucap Mamanya. Azka pun mengangguk dan mengantarkan mereka ke teras depan dan langsung menutup pintu dan segera menyusul Nagita ke kamar.


Di sana, dia menemukan istrinya tidur diranjang sambil menutup kepalanya dengan bantal. Perlahan Azka mendekati dan menjelaskan kepada istrinya bahwa Leo tidak bermaksud berbohong. Dia hanya ingin menyatukan Marwa dengan cara yang benar.


"Ma, udah ya Ma! Leo enggak bermaksud berbohong kok," ucapnya sambil mengelus punggung istrinya.


"Papa belain, Leo?"


"Papa enggak belain. Tapi kalau dipikir-pikir Leo itu benar, tindakan dia itu sudah benar. Kalau seandainya kita bilang pria yang hendak ditemui oleh Bintang di masa lalu adalah anak kita, apakah mereka itu akan menyetujui pernikahan ini?"


Nagita bangun dari tempat tidurnya dan mengambil posisi duduk dipinggiran ranjang. "Tapi Leo keterlaluan, dia enggak bilang sama kita,"


"Ma, Leo enggak pernah berniat untuk bohong sama sekali. Dia hanya berusaha untuk membuat Marwa dan Rey bersatu. Lihat anak kita nerima bukan? Itu artinya tinggal mereka yang sekarang belajar saling mencintai, sambil perlahan kita bantu Marwa ingat semua kejadian itu, Leo juga sepertinya enggak mau lihat kakaknya terus terpuruk. Lihat, Ma. Perempuan yang sudah kita larang untuk bertemu lagi sama Rey, lihat dia jodoh Rey. Jodoh anak kita, tidak peduli seberapa hebatnya kita melarang, kalau Allah sudah sandingkan, kita mau bilang apa? Semua ini atas kehendak-Nya. Jadi Mama percaya aja, kalau Marwa adalah perempuan yang dikirimkan Allah untuk Rey, jadi Mama tuh jangan terlalu mikirin apa yang dilakukan oleh Leo, tapi pikirkan masa depan anak kita, siapa tahu nanti kan mereka berdua itu benar-benar berjodoh untuk selamanya. Kita tinggal tunggu waktunya aja, perlahan didik Rey juga. Nanti kalau sudah pulang dari hotel, kita minta mereka tinggal di rumah ini, sambil kita perlahan pura-pura enggak tahu. Mereka akan saling mencintai kok, percaya sama Papa,"


Nagita melihat dari sorot mata suaminya yang begitu yakin mengenai Rey dan juga Marwa.


"Papa, Papa enggak bakalan cerita kan sama Rey?"


"Ma, mari rahasiakan ini. Rey butuh waktu untuk nerima Marwa. Kalau kita kasih tahu, tentu Rey akan benci. Sedangkan saat ini Marwa enggak bisa ingat apa pun, jadi jangan biarkan mereka saling melukai. Mari kita bantu saja mereka biar bersatu sampai kapan pun."


Azka begitu yakin bahwa keduanya akan saling mencintai. Memang dulu niatnya memisahkan Reynand dari perempuan yang sudah membuat sikap Rey berubah. Tetapi Allah pertemukan keduanya saat keduanya sudah sama-sama memperbaiki diri.


****Selamat menantikan cerita bahagia selanjutnya. Hehehe, jangan dibully. Ditunggu aja, masih banyak rahasia yang belum terungkap. Kabur dulu ya, hehehehe. Jangan lupa like ya.