
Dua wanita yang adalah mamanya Arthur dan Elang, tampak masih menatap tajam pada Kiara dan Arthur yang saat ini berdansa dengan gembiranya.
Senyum Kiara dari tadi tak lepas dari pandangan mereka. "Dia terlihat polos, tapi aku tau dia gadis yang seperti apa. Dia pintar dalam mencari seorang kekasih agar dapat dia manfaatkan hartanya, dan sekarang dia mengincar mangsa yang lebih besar, yaitu putramu."
"CK! Kamu tenang saja karena Arthur bukan pria bodoh yang bisa dia rayu. Aku sebentar lagi akan memperkenalkan Arthur dengan seorang wanita yang statusnya sama dengan keluarga Lucas."
"Ide yang bagus. Jangan sampai gadis miskin dan tidak tau diri di mana tempatnya itu mendapatkan putra kita. Dia sama sekali tidak pantas menjadi menantu di keluarga berada."
Acara dansa Arthur dan Kiara sudah selesai, dan sekarang di lanjutkan oleh pasangan dansa lainnya.
Kiara tampak berjalan menjauh dari Arthur agar tidak ada yang curiga mengenai hubungan mereka.
"Hai, Kiara," sapa Gio yang saat itu mengambil minuman di mana Kiara juga sedang mengambil minuman di sana.
"Mas Gio, apa kabar?"
"Mas? Wow! Tapi aku suka mendengarnya."
"Iya, kata ibuku aku harus menghormati orang yang lebih tua dengan memanggil memakai sebutan yang baik."
"Sama Arthur? Apa karena kamu tidak menghormati Arthur sehingga tidak mau memanggilnya dengan Mas?"
"Itu ...." Kiara masih belum bisa menganggap Arthur pria yang memang pantas untuk dihormati setelah kejadian itu.
"Jangan melamun seperti itu." Gio menyenggol lengan tangan Kiara sampai gadis itu sadar dari lamunannya.
"Aku menghormati dia. Arthur pria yang baik dan sangat--."
"Sangat mencintaimu."
"Apa?" Kedua mata Kiara mendelik.
"Hanya dia yang akan selalu membahagiakan kamu, Kiara. Aku kenal siapa Arthur."
"Dia mencintaiku?" tanya Kiara dengan wajah bingung.
"Dia--."
"Kiara, bisa kita bicara sebentar?"
Kiara menoleh dan dia agak kaget melihat Elang yang ternyata sudah ada di sana."
"Elang? Ada apa kamu ke sini? Sebaiknya kamu jangan dekat-dekat denganku karena aku tidak mau mama kamu marah."
"Mamaku tidak akan tau. Kiara, ikutlah aku sebentar saja, ada hal yang ingin aku katakan sama kamu."
"Tidak ada hal yang perlu dikatakan lagi, Lang."
"Ada, Kiara." Elang tiba-tiba menggandeng tangan Kiara dan hendak membawa Kiara pergi, tapi Gio dengan cepat menghalangi. "Jangan ikut campur, aku ada urusan penting dengan Kiara!" serunya kesal.
"Kamu tidak boleh main pegang tangan Kiara seenaknya! Dia itu sudah--."
"Mas Gio," ucap Kiara cepat. Kiara tidak mau kalau sampai Gio mengatakan tentang pernikahan Kiara dan Arthur. Kiara juga tidak ingin ada keributan di ulang tahun sahabatnya itu. Dia akhirnya mau mengikuti Elang.
Elang membawa Kiara di luar gedung acara. Mereka berada di taman belakang.
"Ada apa, Lang? Kamu katakan secepatnya karena aku tidak mau disalahkan oleh mamamu lagi."
"Kiara, aku merindukan kamu. sangat merindukanmu." Elang menunduk sembari mengecup kedua tangan Kiara.
Seketika dalam hati Kiara merasakan hal yang sedih. Bagaimanapun juga Elang pernah singgah di hatinya dan mereka harus berpisah bukan karena salah satu mengkhianati.
"Lang, kamu tidak boleh bersikap seperti ini. Kita bisa menjadi teman walaupun sudah tidak bisa menjadi kekasih."
"Aku tidak mau. Kiara, aku akan tetap mencintaimu walaupun kamu melupakan aku."
"Aku tidak melupakan kamu, Lang. Bagaimanapun juga kita pernah memiliki kenangan yang indah, tapi aku mengingatmu hanya sebagai seseorang yang pernah membuatku bahagia dan berada di sisiku."
"Kiara, apa kamu mau menungguku. Tunggu sampai aku menyelesaikan kuliah dan menjadi seseorang yang bisa mandiri tanpa bergantung pada kedua orang tuaku. Aku akan menikahimu dan kita akan hidup bahagia."
"Lalu, kamu akan dibenci oleh kedua orang tuamu, terutama wanita yang melahirkan kamu."
"Berjalannya waktu, mereka akan bisa menerima kita nantinya."
"Tidak semudah itu, Lang. Aku tidak akan mau membuat kamu dibenci oleh wanita yang sudah melahirkanmu. Lagi pula aku tidak bisa menunggu atau bahkan menikah denganmu karena aku sudah jatuh cinta pada orang lain, dan aku sangat mencintainya."
"Apa?" Kedua mata Elang membulat lebar. "Kamu berbohong, kan, Kiara?"
Kiara menggeleng pelan. "Aku tidak bohong. Aku jatuh cinta pada seseorang dan dia bisa menerimaku apa adanya."
Blup
Sebuah pelukan erat tiba-tiba membuat kedua mata Kiara membulat. "Jangan mengatakan hal itu, Kiara. Kalau kamu ingin menjauhiku, jauhi saja, tapi jangan pernah mengatakan kalau kamu sudah jatuh cinta pada orang lain."
Dari kejauhan, tampak wajah seseorang sedang menahan marah, bahkan tangannya pun mengepal dengan erat.
"Kiara tidak bisa melupakannya. Aku yang terlalu bodoh memaksakan diri dan bahkan membuat perjanjian yang aku sendiri sudah mengetahui hasilnya." Arthur melangkah pergi dari sana.
Kiara mendorong tubuh Elang dan menegaskan jika dirinya tidak berbohong. "Lebih baik kita sekarang menjalani apa yang ada di depan kita, Lang. Aku dengan orang yang aku cintai dan kamu dengan seseorang yang nantinya akan hadir di kehidupanmu."
Kiara berjalan pergi dari sana. Dia kembali ke tempat acara utama. Ada sedikit kelegaan pada dirinya. Mungkin lebih baik Kiara mengatakan seperti itu agar Elang benar-benar akan pergi jauh darinya dan tidak akan mendekatinya lagi.
Acara pesta kembali di lanjutkan dan sekarang semua sudah berkumpul lebih mendekat ke arah si tuan putri pemilik pesta ulang tahun malam ini karena akan ada pengumuman siapa pemenang lomba dansa malam ini. Kiara pun mendekat dan dia di sana tidak melihat keberadaan Arthur sama sekali.
"Sekarang langsung akan aku umumkan siapa pemenang dari acara lomba dansa malam ini."
Semua tampak bersorak dengan ramai, mereka juga sepertinya sudah tidak sabar menunggu hasil penilaian lomba dansa di sana.
"Pemenang untuk lomba dansa terburuk malam ini adalah ... Pasangan Kiara dan si tampan Arthur!" seru MC yang memang terlihat genit di acara itu.
Kiara kaget, tapi dia juga tersenyum bahagia karena dinyatakan sebagai pasangan dansa terburuk.
Kiara ditemani Mega maju ke depan. Mega pun ikut senang karena temannya memenangkan lomba dansa yang dia adakan sebagai acara hiburan di pesta ulang tahunnya.
"Sebenarnya, dansanya tidak terlalu buruk, tapi kamu terlihat sangat menyukai berdansa dengan Arthur walaupun tidak bisa berdansa dan kalian adalah pasangan yang unik bagiku."
"Terima kasih."
"Kakakku mana?" Mega celingukan mencari keberadaan kakaknya, tapi Arthur tidak tampak sama sekali di sana.
"Mungkin Arthur mendapat telepon dari rekan bisnisnya, Mega, bagaimanapun juga kakak kamu tidak terlalu mementingkan hal seperti ini." Mata Alexa melihat seolah meremehkan Kiara.
"Kalau begitu aku akan umumkan siapa pemenang untuk dansa terbaik malam ini. Pemenangnya adalah ... pasangan Mega dan Elang!"