Be Mine

Be Mine
Rasa Yang Tak Diinginkan Part 2



Mega menceritakan jika dia dan mamanya bertengkar karena hal itu. Mega tidak menyangka jika mamanya akan menjodohkan dirinya tanpa membicarakan dulu mengenai hal itu.


"Aku nanti akan bicara dengan mama. Kamu jangan ke mana-mana karena di luar sana bukan tempat yang aman untuk kamu. Semua pasti bisa dibicarakan dengan baik."


"Kakak tidak perlu bicara sama mama karena aku tidak mau kalian nanti malah terlibat perdebatan. Biar aku mengikuti apa yang mama inginkan saja dan nanti aku akan meminta maaf pada Kiara," ucap Mega terdengar sedih.


"Kiara pasti tidak akan marah sama kamu dan dia bahkan tidak peduli lagi pada Elang."


"Kenapa kakak sangat yakin dengan hal itu?"


Arthur ini lupa apa kalau Mega belum tau tentang dia dan Kiara. "Tentu saja kakak yakin karena bukannya Kiara sudah tidak mau dengan Elang, kalau Kiara masih mau, kenapa dia tidak menerima ajakan Elang untuk kembali berpacaran?"


"Iya, tapi tidak enak juga kalau aku harus menjadi calon istri dari mantan kekasih sahabat baikku. Kak, aku sampai sekarang saja belum berani menghubungi Kiara, padahal aku ingin bicara banyak sama dia."


Tidak lama Kiara berjalan mendekat pada Arthur yang masih sibuk berbicara di telepon. "Arthur," panggilnya dan Arthur dengan cepat menaruh telunjuknya pada bibirnya agar Kiara diam karena dia sedang berbicara dengan Mega.


Namun, Arthur sudah kalah cepat karena Mega sudah mendengar ada suara seseorang di tempat Arthur.


"Kak Arthur, itu siapa? Kamu sedang bersama seorang wanita? Apa itu Selena?"


"Selena? Aku sudah lama tidak mengingat namanya."


"Lantas, dia siapa? Apa kamu memiliki kekasih baru?" tanya Mega penuh rasa penasaran.


"Dia wanita yang sangat berharga di dalam hidupku untuk saat ini dan seterusnya." Arthur menatap pada Kiara yang berdiri tidak jauh dari tempat Arthur.


"Wow! Sepertinya kamu sangat mencintainya? Sejak kapan kalian memiliki hubungan dan kenapa aku tidak dikenalkan dia?"


"Apa? Kakak serius akan menikah dengannya?"


"Tentu saja."


"Aku jadi penasaran dengan calon kakak iparku."


"Kamu akan menyukainya jika bertemu dengannya."


"Aku tunggu kakak memperkenalkannya padaku dan keluarga kita. Kalau begitu aku tidak mau menggang"


Mega dan Arthur sama-sama mematikan panggilannya. "Mega ada apa menghubungimu?" Kiara duduk di sebelah Arthur.


"Dia menceritakan tentang mamaku yang sudah tanpa persetujuannya mencoba menjodohkan dirinya dengan Elang, dan Mega marah ingin beberapa hari tidak tidur di rumahnya."


"Mega pasti mengira aku akan marah karena hal itu."


"Kalian memang perlu berbicara berdua." Kiara melihat pada suaminya yang wajahnya serius.


"Mas Arthur, nanti saja membahas hal itu karena aku ingin meminta maaf sama kamu atas apa yang terjadi tadi di dalam kamar kita." Wajah Kiara tampak sangat menyesal ingin bercerita pada Arthur, dia kenapa.


Arthur yang melihat wajah tulus dan rasa bersalah Kiara tampak memberikan senyuman kecil.


"Duduklah kemari!" Tangan Arthur menarik diri Kiara dan mendekatkan padanya. Kiara duduk di pangkuan Arthur dengan wajah semakin bingung. "Katakan padaku kenapa kamu bersikap seperti itu? Apa aku sudah menyakitimu?"


Kiara menggeleng perlahan. Dia menatap wajah Arthur dengan wajah nanar. Dia benar-benar semakin merasa bersalah dan saat ini dia takut jika harus mengatakan pada suaminya tentang trauma buruk atas kejadian waktu itu. Kiara takut Arthur akan merasa bersalah.