
Semua yang hadir di sana tampak berbisik membicarakan Kiara. Mereka ada sebagian yang sudah tau siapa Kiara, tapi juga ada yang belum tau.
"Sayang, apa kamu mau aku ambilkan minum?"
"Iya, aku haus, Mas."
"Kamu duduk di sini saja dan biar aku ambilkan minum untukmu."
Arthur berjalan pergi dari sana untuk mengambilkan dia minum. Kiara melihat pesta yang dibilang kecil-kecilan itu ternyata tidak sesuai dengan apa yang dia pikirkan.
Di sana banyak sekali yang datang dan kebanyakan dari golongan kelas atas. "Kamu istrinya Arthur?"
Tiba-tiba ada seseorang yang berbicara dengan Kiara. Kiara yang melihat ada wanita paruh baya di depannya seketika berdiri dan sedikit menunduk memberi salam.
"Iya, saya Kiara, istrinya Mas Arthur."
"Perkenalkan, namaku Miranda." Wanita itu mengajak Kiara berjabatan tangan. Kiara pun menyambutnya dengan sopan.
"Tante silakan duduk."
"Sopan sekali kamu. Oh ya! Kedua orang tua kamu bekerja sebagai apa? Dan kamu sendiri apa seorang pengusaha?"
Kiara tampak terdiam dan sedikit terkejut mendengar pertanyaan wanita itu. " Maaf, Tante, saya bukan seorang pengusaha, saya hanya seorang mahasiswa yang baru saja masuk kuliah dan kedua orang tua saya sudah tiada."
"Oh ... aku minta maaf sama kamu. Jadi, kamu baru masuk kuliah? Bagus kalau begitu. Apa kamu kuliah dan bekerja untuk meneruskan bisnis kedua orang tuamu?"
Kiara menggeleng. "Orang tuaku bukan seorang pebisnis seperti yang Tante bayangkan. Ayahku hanya karyawan di sebuah perkantoran dan ibuku memiliki toko kue, tapi sudah tutup."
"Kamu serius?" Wajah wanita itu tampak terkejut.
Dari kejauhan terlihat dua orang wanita sedang tersenyum sembari berbisik mengenai apa yang mereka lihat, yaitu Kiara yang sedang diajak berbincang dengan wanita bernama Miranda.
"Kasihan sekali gadis miskin itu, pasti dia merasa tidak pantas berada di pestamu ini Alexa."
"Tidak apa-apa, anggap saja ini nanti buat hiburan gratis di pesta kamu." Wanita bernama Kella tersenyum miring.
Di tempatnya, Kiara yang masih berbicara dengan wanita bernama Miranda itu tampak mulai memasang wajah menahan kesal karena Miranda baru saja mengatakan hinaan pada Kiara walaupun tidak secara gamblang.
Wanita itu mengatakan jika dia tidak menyangka kalau seorang Arthur menikah dengan seorang gadis kuliah anak dari orang yang biasa saja.
"Tante, saya mau permisi dulu ke kamar mandi."
"Sayang sekali nasib Arthur, tau begitu dulu dia aku jodohkan dengan keponakanku yang seorang desainer terkenal di Paris," ucapnya sembari bersidekap.
Kiara hanya memberikan senyum kecilnya dan berjalan pergi dari sana. Dia tidak mau mencari masalah karena dia mengingat dirinya sedang hamil.
Kiara berjalan menuju kamar mandi, tapi dia terhenti saat melihat ada Elang berdiri membelakanginya dan sepertinya Elang sedang berbicara dengan seseorang.
"Aku sudah mengirim uangnya dan gunakan itu dengan sebaiknya."
"Elang," panggil Kiara.
Elang menoleh dan dia tersenyum pada Kiara. "Kiara, kamu ada apa di sini?"
"Aku mau ke kamar mandi. Kamu tadi bicara dengan siapa?" Kiara penasaran saat Elang bicara soal mentransfer uang.
"Oh ... tadi aku bicara dengan temanku yang sedang membutuhkan uang. Aku ingin membantunya."
"Oh begitu. Kalau begitu aku permisi ke kamar mandi dulu."
"Silakan, aku juga mau mencari Mega."
Kiara berjalan melewati Elang dan masuk ke dalam kamar mandi.
Elang tampak tersenyum miring melihat Kiara. "Aku akan mendapatkan kamu kembali dan membuat orang yang sudah berani memisahkan kita menderita. Mega, kamu tunggu saja," Elang berdialog sendiri.