Be Mine

Be Mine
BAB 20 Kebohongan Rachel



"Kamu bohong sama aku?!"ucap Revan dingin kearah Rachel yang selesai dari kamar mandi.


Setelah pulang dari Singapura tepatnya malam hari,Rachel langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri,sementara Revan mengerjakan tugas kantornya.


"Maksudnya?"tanya Rachel yang tak mengerti arah pembicaraan Revan.


"Kamu bohong tadi kamu dapet pesen dari Kenzo bukan Bunga"ujar Revan sedikit emosi.


"Revan bukan maksud aku---"ucap Rachel terpotong.


"Terus apa maksud kamu,aku gak suka kamu bohong sama aku chel"ujar Revan emosi.


"Kamu kekanak-kanakan dia cuma nanya aku kenapa gak sekolah aka?kenapa kamu semarah itu"ujar Rachel.


"Aku gak suka kamu deket sama dia chel!Aku cuma mau kamu jahuin dia,apa sulit?"tanyanya emosi. Namun Rachel hanya diam tak bisa berbicara lagi.


Revan mengacak-acak tempat tidurnya menyalurkan emosinya. Sementara Rachel hanya menatap Revan yang emosi.


Prang


Revan mengancurkan guci,ia tak sengaja menemukan sebuah tablet obat di lantai tepatnya didekat ia membuang bantal.


Revan mengambil tablet itu,betapa hancurnya hatinya saat melihat bahwa tablet obat itu adalah obat pencegah kehamilan.


"Kamu minum ini?"tanya Revan tepat di depan Rachel dan menatap tajam Rachel yang saat ini meneteskan air matanya.


Rachel hanya diam tak menjawab dan semakin membuat Revan marah.


"Aku tanya sama kamu,apa kamu minum ini?"tanya Revan penuh penekana.


"Aku cuma gak----"ucap Rachel terpotong.


"Jawabanya iya atau tidak Rachel bukan yang lain"ucap Revan emosi.


"Iya"cicit Rachel. Bagai tancap seribu jarum hati Revan sangat sakit mendengar jawaban Rachel.


"Sekotor itu aku di mata kamu,sampai kamu tidak ingin hamil anakku?"tanya Revan tak mampu menahan kesedihannya. Revan pun pergi meninggalkan Rachel yang hanya diam menangisi perbuatnya dulu.


Rachel mengejar Revan nanun Revan sudah lebih dahulu meninggalkan rumahnya dengan membawa mobil.


"Maafkan aku"gumanya neneteskan air matanya.


🌹🌹🌹


Rachel terbangun dan melihat sisnya tidak ada Revan, sungguh Rachel merasa sedih saat Revan tak ada. Rachel meraba tempat tidur Revan,ia sangat menyesal apa yang ia lakukan dulu.


Saat ini Rachel sudah rapi dengan seragam sekolah,tapi kantung matanya hitam iaa mencoba menutupinya dengan kacamata hitamnya. Dan bibir pucatnya di olesi dengan sedikit bibir.


"Huek"Rachel pun berlari menuju kamar mandi untuk memutahkan isi dari perutnya,namun yang keluar hanya cairan bening.


"Huek"Rachel memutahkan lagi tapi yang keluar hanya cairan bening,sungguh perutnya saat ini sangat mual. Apa ia masuk angin?mungkin saja karena tadi malam ia kurang tidur. Terlihat sekali kalo kantung matanya menghitam.


"Nyonya"


"Nyonya,baik baik saja?!"gedor dari luar kamar mandi,siapa lagi kalau bukan bibi Sofia.


"Rachel baik-baik saja"ujar Rachel saat membuka pintu kamar mandi.


"Huek"Rachel berlari ke kamar mandi,sungguh perutnya sangat mual hari ini.


"Nyonya sebaiknya tidak sekolah, istirahat saja di rumah"ujar Bibi Sofia,larena takut keadaan Rachel semakin buruk.


🌹🌹🌹


Revan terbangun dari tempat kerjanya,saat ini ia berada di kantor. Kemarin malam ia sangat kalut dan pergi ke kantor untuk menenangkan diri.


Betapa sakit hatinya saat melihat tablet obat itu,sugguh sekotor itukah dia sampai-sampai Rachel tak mau mengandung anaknya. Ia tau Rachel belum sepenuhnya cinta kepadanya,tapi mengapa ia lakukan ini?sungguh hal ini adalah hal paling di bencinya.


"Tuan,apa tuan tidak makan?"ucap Angga menatap sedih bosnya yang sendari tadi diam dan tatapannya kosong.


"Rachel,seburuk itukah aku"gumamnya sendari tadi.


Angga hanya menatap sedih bosnya yang sedang bersedih itu lalu ia pergi untuk meninggalkan bosnya mungkin bosnya itu butuh istirahat.