
Rachel mencoba menghubungi Revan namun Revan tak kunjung mengangkatnya. Dasar Rachel bodoh wajarlah Revan tak mengangkatnya, Revan pastimasih marah kepadanya.
"Tenang chel, pasti Revanbaik-baik saja"ucap Rachel mencoba menenangkan dirinya sendiri.
Rachel pun berhenti menelfon dan menaruh ponselnya diatas meja.
Tok...tokk...tok
"Masuk"ucap Rachel mendengar ketokan itu. Ternyata yang mengetuk adalah bibi Sofia yang membawa makanan.
"Nyonya makanlah, supaya kandungan nyonya baik-baik saja"ucap Bibi Sofia, yap Bibi Sofia sudah tau bahwa Rachel hamil.
"Terimakasih Bibi Sofia"ucap Rachel.
Bibi Sofia keluar dari kamar Rachel namun Rachel menceghnya.
"Bibi Sofia temani aku makan"ucap Rachel.
Bibi Sofia pun menemani Rachel makan. Rachel pun memakan makanannya walaupun terasa sedikit mual ia harus memaksanya.
"Sepertinya aku tidak akan di maafkan bi"ucap Rachel setelah memakan makanannya.
"Perlu nyonya tau tuan sangat mencintai nyonya"ucap Bibi Sofia.
"Sepertinya aku harus pergi dari hidupnya"ucap Rachel.
"Tuan pasti sedih jika nyonya pergi"ucap Bibi Sofia menyakinkan Rachel agar tidak pergi meninggalkan Revan.
"Saya pamit pergi"lanjutnya keluar dari kamar Rachel.
🌹🌹🌹
Kenzo kini sedang memandangi wajah cantik Rachel,ia sangat merindukanya. Minggu ini ia tak bertemu dengan Rachel. Kenzo tau Rachel mempunyai suami,itu bukan berarti ia harus menyerah mendekati Rachel.
"Seharunya kamu milikku bukan si berengsek itu"ucapnya kesal,ia tau kalo Revan akhir-akhir ini memperlakukan Rachel rudak baik.
Pyar
Seorang pria datang dan memecahkan foto Rachel siapa lagi kalo bukan Alvin.
"Sadar Ken, dia udah nikah"ucap Alvin menyadarkan Kenzo.
"Lo tau gue udah suka dia lama, biarin gue ngejar dia"ucap Kenzo pergi meninggalkan Alvin sambil membawa foto Rachel.
🌹🌹🌹
Pagi ini Rachel bangun dan lagi-lagi Revan tak bersamanya di pagi hari. Rachel rindu Revan?sangat ia sangat merindukan suaminya yang tercinta itu.
Rachel pun beranjak dari tempat tidurnya untuk segera merapikan badannya dan pergi sekolah.
"Rachel semangat"ucapnya menyemangati dirinya sendiri.
Kini Rachel sudah rapi dengan menggunakan seragam sekolahnya, betapah mengejutkannya saat ia turun sudah ada dua cowok menunggunya di bawah.
Mereka adalah Kenzo dan Raka, keduanya tersenyum ke arah Rachel.
"Kenapa kalian kesini?"tanya Rachel kepada keduanya.
"Mau jemput lo"
"Mau jemput kamu"
Ucap mereka berbarengan
"Mendingan kalian pulang"ucap Rachel karena ia tidak mau memilih di antara keduanya.
"Apa ini gara-gara dia kesini?"ucap Raka sambil menunjuk Kenzo.
"Lo siapanya Rachel sih, belagu amat" ucap Kenzo kesal dengan Raka.
Rachel pun melangkakan kakinya keluar rumah karena tak ingin menanggapi keduanya. Sementar Kenzo dan Raka yang di tinggal pun mengejar Rachel dan menangkap tangan Rachel. Raka bagian kiri sementara Kenzo bagian kanan.
"Lepasin gak tangan Rachel?!"ucap Kenzo kepada Raka.
"Lo yang lepasin tangan Rachel"ucap Raka sambil memaksa tangan Kenzo agar terlepas dari tangan Rachel.