
"Kak"Panggil Rachel lembut sambil membelai rambut Revan,Revan yang terusik pun akhirnya membuka kedua kelopak matanya. Ia menatap Rachel dengan tatapan bertanya.
"Makan dulu ya"ucap Rachel dan di angguki oleh Revan,Rachel pun membantu Revan untul duduk.
Rachel menyuapi Revan dengan telaten,Revan
Menatap Rachel dalam diam.
"Udah,aku kenyang"tolak Revan ketika Rachel menyodorkan makanan kembali.
Setelah itu datanglah seorang dokter dan susteruntuk memeriksa Revan.
"Anda sudah boleh pulang sore ini"ucap dokter itu setelah memeriksa keadaan Revan.
"Terimakasih"ujar Rachel tersenyum ramah ke dokter tersebut membut Revan jengkel melihatnya.
Setelah itu dokter dan kedua suster itu pergi meninggalkan ruangan Revan. Rachel pun juga beranjak ingin pergi menggunakan tas selempang nya membuat Revan curiga.
"Kamu mau kemana?mau nyamperin dokter tadi"tuduh Revan.
"Enggak,aku mau ngurus administrasi"jawab Rachel.
"Ga usah biar Angga saja,kamu tetep disini"ujar Revan mau tak mau Rachel harus menurut dan kembali duduk.
🌹🌹🌹
Rachel mencoba meraih lengan Revan agar Revan hisa leluasa bejalan,namun Revan menempisnya entah karena masih marah atau tidak ia tak tau.
"Biar aku bantu"ucap Rachel yang melihat Revan berjalan dengan susah payah.
"Enggak usah"tekan Revan.
Sesampainya di parkiran mereka pun memasuki mobil Revan yang di kemudikan oleh supir pribadi Revan.
Sesampainya di rumah Rachel membantu Revan turun dan menuju kamar mereka ,kali ini Revan tak menolak.
Rachel membantu membaringkan tubuh Revan di atas kasur. Setelahnya ia duduk di tepian kasur sambil menatap Revan tanpa suara.
"Sakit"lirih Revan sambil memejamkan matanya.
"Sakit?apanya yang sakit?tangannya sakit lagi?kepala kamu pusing?Aku obatin ya"panik Rachel.
"Iya,mana yang sakit?"tanya Rachel.
Revan membuka matanya lalu menatap Rachel dalam. Dan membawa tangan Rachel kedadanya.
"Hati aku yang sakit,liat orang yang aku sayang sama yang lain"ujar Revan.
"Aku sama dia cuma temen"ucap Rachel membela diri.
"Iya cuma temen, gatau kedepannya kayak gimana. Bisa aja kamu suka sama dia terus ninggalin aku" Sinis Revan.
"Jangan ngawur,mendingan kamu tidur"ucap Rachel.
"Enggak,aku gak mau tidur nanti kamu ninggalin aku"ujar Revan.
"Enggak aku gak akan ninggalin kamu"ucap Rachel"kamu tidur ya?"lanjut Racel.
Rachel pun merebahkan badannya disamping Revan dan membelai lembut rambut Revan agar segera tertidur dan tak lama Revan pun tertidur juga.
"I love you"gumam Rachel sambil mencium pipi suaminya itu.
Revan mendengar gumaman Rachel tersebut sedikit mengangkat bibirnya,karena ini pertama kali Rachel menyatakan cinta kepadanya. Ia tak mau merusak momen ini. Revan pun memeluk erat tubuh istrinya itu seakan-akan tak mau Rachel meninggalkannya.
🌹🌹🌹
Rachel menyeka tubuh suaminya, Revan hanya menatap wajah cantik istrinya itu dengan senyumannya.
"Jangan menatapku seperti itu"ujar Rachel.
"Apa salah menatap istri sendiri"ucap Revan membuat Rachel tak bisa berkutik.
"Apa kamu mau pergi bersama?"tanya Revan kepada Rachel.
"Kemana?"tanya Rachel.
"Taman"jawab Revan.
"Jangan di rumah saja,kamu masih belum sembuh"ucap Rachel karena keadaan Revan sekarang masih sakit,lukanya saja belum kering.
"Apa kamu sudah mencintai ku?"tanya Revan kepada Rachel.