Be Mine

Be Mine
BAB 6 Perhatian Rachel



Selamat membaca


Kini Rachel duduk berdua dengan Bunga di salah satu bangku kantin. Yap, sekarang jam istirahat banyak para siswa siswi berhamburan di kantin. Tadi Rachel pergi bersekolah tanpa berpamitan dengan Revan karena Revan masih memejamkan matanya rapat. Obat Revan sudah di belikan Bibi Sofia.


"Chel lo di lihatin tuh sama kak kenzo"ucap Bunga membuyarkan lamunannya tentang Revan.


"Emang gue cantik pantes dia ngelihatin gue"ucap Rachel pede tingkat dewi.


"Nyesel gue ngasih tau"ucap Bunga"chel beneran deh kak Kenzo dari tadi ngeliatin lo"lanjutnya.


"Biarin kan emang gue cantik"ujarnya tak memperdulikan tentang Kenzo.


Dret...drett...drett


Getaran ponsel Rachel membuat ia mengankannpanggilan tersebut. Panggilan tersebut dari Bibi Sofia.


"Keadaan tuan semakin buruk nyonya"


Ucap pertama kali Bibi Sofia membuat Rachel sedikit khawatir dengan keadaannya sekarang.


"Apa dia sudah minum obat?"


"Dari tadi tuan sulit di bangunkan dan sering memanggil nama nyonya"


"Ya udah Bibi sofia tenang,Achel pulang"


Rachel pun mematikan telfonnya lalu segera bangkit dari duduknya.


"Kayaknya gue harus pulang"ucap Rachel lalu melangkahkan kakinya untuk keluar kantin.


"Achel,lo mau kemana?"triak Bunga yang melihat Rachel berlari.


Rachel pun segera pulang menuju rumah,namun sebelum pulang ia harus ijin. Entah kenapa setelah menikah dengan Revan ia mudah sekali meminta Ijin kepada guru BK untuk pulang.


🌹🌹🌹


Rachel pun sudah sampai di rumahnya sekarang,ia pun berjalan untuk ke atas yaitu kamarnya. Sesampainya di kamar ia melihat Bibi Sofia yang stay mengompres Revan.


"Saya permisi"ucap Bibi sofia dan diangguki Rachel.


"Rachel"gumam lurih dari mulut pucat Revan.


Rachel pun mengusap lembut Rambut Revan membuat sang pemilik rambut membuka matanya.


"Makan ya?"ucap Rachel meminta agar Revan mau makan.


"Apa perdulimu?"ucap Revan dengan wajah datarnya.


"Aku akan mengambilkan makanan"ucap Rachel mengabaikan ucapan Revan.


Rachel pun segera turun menuju dapur dan menyiapkan makanan untuk suaminya itu. Sesampainya di dapur Rachel melihat Bibi Sofia yang sedang memasak.


"Bibi sofia,tolang bantu aku membuat bubur"ujar Rachel karena jujur saja Rachel tak pernah memasak bubur.


"Baik nyonya"Bibi Sofia pun membantu Rachel memasak bubur dengan senang hati.


Di tengah memasak keduanya saling berbicara.


"Bibi boleh aku bertanya?"tanya Rachel kepada Bibi Sofia.


"Tentu nyonya"balasnya.


"Saya tidak berhak menjawab itu nyonya, kenapa nyonya tidak tanya sendiri kepada tuan"ucap Bibi Sofia"Cobalah untuk menerima tuan"ucap lanjutnya kepada Rachel.


Rachel semakin penasaran tentang semua itu,apa ia harus bertanya kepada Revan sendiri?mungkin kalau waktunya sudah tepat.


"Rachel akan coba"balas Rachel mengakhiri pembicaraan.


Bubur yang di buat Rachel pun sudah jadi. Rachel pun segera menghidangkannya di mangkok.


Rachel berialan menuju ke kamarnya. Revan masih menutup matanya mungkin karena pusing di kepalaanya.


"Kak Revan"Rachel mengoba membangunkan Revan,namun yang dibangunkan masih tertidur.


Lalu Rachel pun mencoba mengusap kepala Revan seperti tadi supaya Revan bangun. Revan pun terbangun, sulit untuknya untu membuka matanya karena sangat pusing.


"Makan ya"bujuk Rachel.


"Apa aku harus sakit dulu biar kamu seperti ini?"ucap Revan kepada Rachel.


Jleb


Perkataan Revan membuat ia sadar bahwa selama ini ia tak pernah menganggap Revan. Rachel pun membantu Revan untuk bangun dan bersender di Ranjangnya.Rachel pun menyuapi Revan dengan telaten.Revan pun menerima suapan Rachel.


"Sudah"ucap Revan menolak suapan ke tiga Rachel.


"Ini yang terakhir"bujuk Rachel dan sukses Revan pun menerima suapan terakhirnya.


"Apa kamu mencintaiku?"tanya Revan membuat Rachel hanya diam,jujur Rachel juga bingung bagaimana perasaannya terhadap Revan.


"Belajarlah mencintaiku Rachel"lanjut Revan.


"Sekarang minum obat ya"Rachel mengabaikan perkataan Revan.


Revan pun meminum obatnya, Rachel pun beranjak dari duduknya untuk menaru piring kotor bekas Revan ke dapur.


"Temani aku disini"ujar Revan mencegah Rachel untuk pergi.


"Sebentar mau naruh ini"ucap Rachel memegang mangkok yang ia bawa.


"Taruh saja itu di sana"ucap Revan menunjuk meja yang berada di kamarnya tersebut.


Rachel pun menuruti perkataan Revan dengan menaruh mangkoknya di meja terebut.


"Tidurlah di sebelahku dan peluk aku"pinta Revan kepada Rachel. Ya beginilah Revan kalo sakit sangat manja.


Rachel hanya diam bingung harus melakukannya atau tidak.


"Apa sulit untukmu?"ujar Revan.


"Rachel kamu harus belajar menerima Revan"batin Rachel.


Rachel pun menggelang sebagai jawaban tidak, Rachel segera tidur di samping Revan dan memeluknya. Revan pun tersenyum dalam tidurnya karena Rachel menurut kepadanya.


Tbc


Jangan lupa like &. Komen


Terimakasih 🐱