Be Mine

Be Mine
BAB 16 Rachel terluka



Rachel bergegas untuk menasuki mobil Revan pasti Revan sudah menunggunya lama,karena tadi Rachel harus menyelesaikan tugas terlebih dahulu. Namun saat ia memasuki mobil tidak ada Revan hanya ada Angga asisten Revan.


"Kak Revan kemana?"tanya Rachel saan sudah duduk di samping Angga.


"Pak Revan masih ada sedikit rapat jadi saya di utus untuk menjemput nyonya"jelas Angga.


"Apa rapatnya lama?"tanya Rachel.


"Tidak nyonya mungkin sebentar lagi selesai"ujar Angga.


"Kalo begitu kita ke kantor saja"ucap Rachel.


"Tidak nyonya,tuan meminta saya untuk mengantar nyonya karena mungkin sekarang anda butuh istirahat"ucap Angga membuat Rachel mendengus kesal.


"Ayolah antar aku kesana"ijar Rachel memohon agar Angga mengantarnya ke kantor untuk bertemu Revan.


"Tapi nanti tuan marah kalo anda tidak istirahat dengan benar"ucap Angga.


"Biar nanti Rachel yang tanggung jawab kalo kak Revan marah"ujar Rachel membuat Angga tak bisa mengelak lagi.


Angga pun mengantar Rachel menuju kantor Revan sesampai di kantor Rachel pun turun dan diikuti Angga.


"Biar aku pergi sendiri"ucap Rachel.


"Tapi nyonya---"ucap Angga terpotong.


"Ayolah pak Angga ijinin Rachel pergi sendiri anda hanya menujukan dimana letak ruangan kak Revan"ujar Rachel memohon.


"Lantai 3 ruangan paling pojok sendiri"ucap Angga dan diangguki Rachel.


Rachel memasuki Kantor,banyak sekali orang yang memperhatikannya pasalnya dia masih memakai seragam sekolah.


"Mbak pak Revannya ada?"tanya Rachel kepada serkertaris yang duduk di depan ruangan Revan.


"Apa adek sudah buat janji?"tanyanya kepada Rachel sinis.


"Tidak,apa harus buat janji dulu?"tanya Rachel.


"Sebaiknya adek pulang saja, Pak Revan mungkin tidak punya waktu untuk mengurus gadis kecil sepertimu"ujarnya sinis membuat Rachel geram dengan kelakuan tante-tante menor di depannya ini.


"Tapi saya ingin bertemu dengan pak Revan"ujarnya sedikit meninggikan suaranya.


"Dasar gak punya sopan santun berani triak di depan orang tua,kamu belajar jadi cabe?"ujar sekretaris itu tak trima karena Rachel membentaknya. Sekertaris itu pun memanggil satpam untuk mengusir Rachel.


"Bawa dia keluar"ujar Sekretaris itu menujuk Rachel.


"Lepasin"ucap Rachel merontak ingin di lepaskan oleh dua satpam itu semua mata karyawan menatap adegan itu.


"Ada apa ini"ucap seorang pria yang baru saja keluar dari ruangannya siapa lagi kalau buakan Revan.


Tatapan Revan mengarah kearah Rachel yang kedua tanganya di pegang dua satpam pun mengeraskan rahangnya,tidak ada seorang pun memegang Rachel.


"Lepaskan kedua tanganmu itu dari istriku"ucap dingin dan penuh amarah menatap kedua satpam yang memegang tangan istrinya.


Semua karyawan yang menyaksikan kaget atas ucapa Revan,begitu pula dengan sekertaris tadi yang memerintahkan satpam mengusir Rachel. Sekertaris serta satpam merasa kedudukannya sedikit lagi akan tersingkirkan melihat amarah dari Revan.


"Apa kamu baik-baik saja sayang ?"tanya Revan sambil melihat kedua tangan Rachel yang memerah karena cekalan keras kedua satpam yang sedang menunduk ketakuta saat ini.


"Aku baik-baik saja"ujar Rachel tersenyum membuktikan bahwa dia baik-baik saja.


"Kalian berdua saya pecat"ujar Revan penuh amarah kepada kedua satpam itu.


"Bukan salah mereka kak, mereka hanya disuruh"ujar Rachel.


"Bu Linda"ucap keduanya sambil menatap Linda sekertaris Revan.


"Atas dasar apa kamu ngusir istri saya"tanya Revan menghampiri Linda sambil menatap tajam Linda yang saat ini hanya menunduk ketakutan.


"Saya tidak--"ucap Linda terpotong.


"Mulai saat ini kamu saya pecat,dan saya jamin kamu tidak akan di terima di perusahaan mana pun"ujar Revan.


"Kak Revan gak perlu memecat dia, ini cuma masalah kecil lagian Rachel baik-baik saja"ucap Rachel mencoba meredakan emosi Revan.


"Rachel kita pulang"ucap Revan menatap lembut Rachel dan membawa Rachel pergi dari kerumunan.


Sesampainya di mobil pun keduanya memasuki mobil. Yang di dalamnya sudah ada Angga.


"Angga kita ke rumah sakit"ucap Revan membuat Rachel membulatkan matanya,tangannya haya memar kenapa sampai dibawa ke rumah sakit.


"Kak Revan, Rachel baik-baik saja"ucap Rachel"gak perlu sampai ke rumah sakit"lanjut Rachel.


"Enggak kita harus ke rumah sakit"ujar Revan yang tak mau di bantah Rachel pun hanya diam.


"Tapi ini cuma memar biasa"ucap Rachel menyempelehkan memar itu.


"Aku gak akan membiarkan sedikit pun merasakan sakit"ucap Revan dan Rachel pun hanya diam dan menurut saja kepada Revan.


Sesampainya di rumah sakit pun Revan bersi kekeh mencari dokter perempuan, untung saja ada dokter perempuan jika tidak urusannya bakal ribet.


Dokter itu pun mengolesi salep ke pada tangan Rachel.


"Ishh"ringis Kiara saat dokter itu mengoleskan salep.


"Mbak bisa pelan-pelan gak,istri saya kesakitan"protes Revan kepada dokter perempuan itu.


"Kak Rachel gak papa,jangan di marahin dokternya"ucap Rachel.


Setelah itu dokter itu oun melilitkan perban ke tangan Rachel.


"Ini obatnya supaya lukanya gak sakit lagi"ujar dokter itu memberikan beberapa obat.


"Terimakasih dokter"ucap Rachel dengan tersenyum sopan kepada sang dokter.


Setelah itu pun keduanya langsung pergi dari rumah sakit dan bergegas untuk pulang.Sesampainya di rumah Rachel dan Revan pun menuju kamar keduanya.


"Apa kamu tak merindukanku sayang?"tanya Revan mengisap leher Rachel sampai meninggalkan bekas kissmark.


"Kak Revan"ujar Rachel mersa terganggu.


"Iya sayang"balasnya tapi masih berada di cerkuk leher Rachel.


Revan mencium rakus bibir merah muda Rachel. Rachel pun mengikuti setiap gerakan bibir Revan dan membalasnya. Revan pun melakukan hal itu lagi kepada Rachel dan Rachel pun melayani Revan.


Ini adalah kenikmatan yang tak pernah ia rasakan di dunia dan hanya Rachel saja yang bisa memberikan kenikmatan yang luar biasa ini.


"Kak sudah cukup, Rachel capek"ujar Rachel dan Revan pun memberhentikan gerakanyan dan menatap lembut Rachel.


"Maafkan aku sayang,membuatmu lelah"ucap Revan.


Cup


Revan mencium lembut kening Rachel,lalu tidur di sebelah Rachel dan memeluk Rachel. Rachel pun menyenderkan kepalanya di dada bidang Revan. Mereka pun tertidur setelah melakukan kegitan yang sangat panjang tadi.