
Jam pulang sekolah pun berbunyi semua para siswa pulang,begitu juga dengan Rachel saat ini menunggu jemputan. Bunga tadi sudah pulang duluan jadi tinggal ia sediri. Hati ini hujan Rachel terjebak di halte ini.
Terlihat mobil sport berhenti tepat di depannya. Dan pintunya terbuka terlihat Kenzo dengan menggunakan payung menghampiri Rachel.
"Yuk pulang bareng gue?"tawar Kenzo kepada Rachel.
"Enggak,gue nunggu supir"ucap Rachel memikirkan kalo sampai ia di antar Kenzo pasti Revan makin marah padanya.
"Chel,ini udah mau malam"ucap Kenzo"lebih baik lo bareng gue"lanjut Kenzo.
Kepala Rachel tersa berat dan Rachel memegangi kepalanya.
"Tuh kan lo mau pingsan"ucap Kenzo sambil mentangga Rachel yang ingin pingsan.
Kenzo pun membawa Rachel ke mobilnya dan akhirnya mengantarkan Rachel untuk menuju Rumah Rachel. Rachel tau ini pasti karena kehamilan awalnya,yap Rachel tau dari tadi siang bahwa ia hamil. Tepatnya saat Bunga mengantarnya ke rumah sakit saat istirahat.
Flashback on
*"Rachel,kita ke rumah sakit ya?"ucap Bunga"gue khawatir lo hamil"ucap Bunga kecil namun jelas di dengar Rachel.
Rachel pun memikirkan itu,ia sudah telat beberapa bulan. Bagaimana kalau ucapan Bunga benar?ia harus gimana?hubungannya dengan Reyhan sedang kacau saat ini aplagi ditambah kemuculan jalang perempatan itu.
"Yaudah,gue mau ke rumah sakit"ujar Rachel.
Keduanya pun akhirnya meminta ijin ke guru BK untuk pergi ke rumah sakit. Dan tentunya guru BK menyetujui merkeka ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit pun Rachel segera memeriksakan dirinya.
"Selamat,anda sudah hamil satu bulan"ucap dokter perempuan itu"tapi kandungan anda sekarang lemah"lanjut dokter itu.
"Jadi apa yang harus saya lakukan?" Tanya Rachel.
"Kamu harus ngurangin setres,jangan capek-capek,jaga pola makan"ujar dokter itu"ini resep obat,yang harus di tebus"lanjut dokter itu.
"Terimakasih"ucap Rachel lalu keluar dari ruangan itu menghampiri Bunga.
"Bunga gue hamil"ujar Rachel bahagia sambil memeluk Bunga.
"Selamat,jaga kandungan lo"ucap Bunga.*
Flashback off
Sesampainya di Rumah,hujan pun sudah berhenti. Rachel pun turu dari mobil. Kenzo membukakan pintu untuk Rachel.
"Makasih"ucap Rachel.
"Jaga kesehatan ya"ucap Kenzo samil mengelus kepala Rachel.
"Gue pulang"ucap Kenzo.
"Hati-hati"ucap Rachel saat Kenzo hendak masuk.
Kenzo pun mengendarai mobilnya menjahui rumah Rachel. Sementara Rachel memasuki rumahnya dan di suguih pandangan tajam Revan.
"Revan,itu gak seperti yang kamu liat"ucap Rachel menghampiri Revan yang saat ini menatapnya tajam.
"Terus apa yang aku lihat tadi?"tanya Revan dingin.
"Baru saja cehel...baru saja aku akan memaafkan kamu"ucap Revan.
"Dia hanya nganter aku,gak lebih"ucap Rachel.
"Aku membiarkanmu bersama dia"ucap Revan dingin menatap Rachel yang ada di depannya saat ini.
"Apa maksudmu?"tanya Rachel yang tak mengerti apa yang di maksud Revan.
"Aku nyarah chel,kamu gak pernah cinta sama aku kan?"ucap Revan dengan wajah datarnya.
"Enggal aku cinta sama kamu"tanya Rachel yang tak percaya kepada Revan yang ingin merelakannya.
"Setelah kamu buat aku jatuh cinta sama kamu"ucap Rachel"dan sekarang kamu nyrah"lanjur Rachel tak sanggup menahan air matanya.
Revan pun tak mendengarkan lagi ucapan Kiara ia pun langsung meninggalkan Kiara yang menangis. Kiara mengejar Revan yang memasuki mobilnya.
"Revan,kamu gak bisa lakuin ini sama aku"ujarnya mengejar Revan,namun kecepatan kalah cepat dengan Revan. Revan pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Rachel pun memasuki ke rumahnya.
"Tinggalin Revan"ucap Elisa saat melihat Rachel.
"Apa maksud kamu?"tanya Rachel.
"Tinggalin Revan buat gue"ucap Elisa"lo gak cocok sama dia"lanjutnya.
"Enggak,aku gak akan ninggalin Revan"ucap Rachel sambil menggelngkan kepalanya.
"Awh"Ringis Rachel saat Elisa menjambak rambutnya dengan keras.
"Elisa lepasin "ucap Rachel,namun Elisa malah menjambak lebih karas rambut Rachel.
"Gue bakal nyiksa lo terus"ucap Elisa melepas kasar rambut Rachel, lalu meninggalkan Rachel yang dalam kedaan miris. Rambut berantakan dan wajah yang penuh air mata. Siapa pun yang melihatnya pasti miris.