
selamat membaca
"Rachel"panggil Bu Rika menghampiri Rachel yang duduk bersama Bunga"tolong ambilkan buku di meja perpustakaan"lanjutnya.
"Baik bu"ucap Rachel dengan sopan.
Rachel pun segera keluar kelas dan menuju ke perpustakaan untuk mengambilkan buku. Sesampainya di perpustakaan Rachel pun langsung mengambil setumpuk buku di meja perpustakaan yang di maksud Bu Rika.
"Tuh guru tega banget sama gue"gerutu Rachel karena buku yang di bawa sangat banyak. Rachel pun berjalan menuju kembali ke sekolah.
Bruk
Rachel bertabrakan dengan seorang pria berbadan tinggi darinya. Buku yang di bawa Rachel pun jatuh berserakan. Pria itu pun membatu mengambil buku yang jatuh.
"Makasih"ucap Rachel berterimakasih kerena pria tersebut menolongnya.
"Kenzo"ucapnyamengulurkan tangannya kearah Rachel padahal Rachel tau namannya dari Bunga.
"Rachel"ucap Rachel membalas uluran tangan Kenzo.
"Bukunya mau taruh mana?biar gue bantu bawa"ucap Kenzo mengambil alih buku yang di bawa Rachel.
"Bener gak papa?"ucap Rachel.
"Iya,mau dibawa ke mana?berat ini"tanya Kenzo sekali lagi.
"Kelas IPA 3"ujar Rachel memberi tahukan kelasnya. Keduanya pun berjalan menuju Kelas IPA 3.
Di tengah perjalanan Rachel melihat Revan dari arah depannya dan menatap tajam ke arahnya. Rachel reflek memberhentikan langkahnya membuat Kenzo bingung.
"Kenapa berhenti?"tanya Kenzo sambil menatap Rachel di sampingnya tampa melihat arah dari depan.
"Rachel,ikut aku!"ucap Revan menatap dingin lalu menyeret Rachel.
"Siapa lo?"ucap Kenzo sedikit membentak kepada Revan.
"Kenzo tolong kasih buku itu ke bu rika"ucap Rachel"biar gue ngurus masalah ini"lanjutnya.
Kenzo pun menuruti semua perkataan Rachel. Revan menarik paksa Rachel.walaupun di hatinya ada rasa khawatir kepada Rachel.
Revan membawa Rachel ke ruangan pribadi Revan. Lalu Revan pun mengunci pintunya dari dalam.
"Siapa dia?"tanyanya sedikit membentak ke arah Rachel"apa dia pacarmu?"lanjutnya menatap Rachel tajam.
"Bukan,hanya teman"ucap Rachel yang sepenuhnya berkata jujur.
"Aku sudah bilang jangan dekat sama pria lain selain aku"ucap Revan"apa kamu tidak mengerti?"lanjutnya dengan penuh penekanan.
"Aku meng--"ucap Rachel terpotong karena ciuman kasar Revan membuatnya kualahan membalas ciuman Revan.
Revan pun memberhentikan ciuman kasarnya dan kini bibir Rachel bengkak karenanya.
"Itu hukuman karena kamu deket sama cowok"ucap Revan.
"Dia hanya bantu aku kak"ucap Rachel membela dirinya.
"Apapun alasannya,aku tidak bisa melihatmu berjalan bersama orang lain Rachel"ucap Revan mengutarakan semua perasaan yang ia rasakan jika Rachel berjalan riang bersama Revan.
Rachel pun memeluk Revan dan Revan pun membalas pelukan hangat Rachel.
"Sangat...Aku sangat cemburu"ucap Revan masih berada di pelukan Rachel"jangan lakukan lagi"lanjutnya.
"Maafkan aku"ucap Rachel melepas pelukannya dan menatap mata Revan.
"Ok dimaafkan"ucap Revan"sebagai gantinya kamu harus disini terus bersama aku sampai pulang sekolah nanti"lanjut Revan.
"Tapi aku harus masuk kelas"ucap Rachel.
"Apa kamu lupa aku pemilik sekolah ini"ucap Revan membuat Rachel tak bisa berkata lagi.
"Kamu kenapa gk pulang aja?"tanya Rachel.
"Apa kamu mau berduaan dengan dia kalau gak ada aku?"tuduh Revan.
"Bukan itu maksud aku"ujar Rachel.
"Terus?"ucap Revan yang mulai marah lagi.
"Kamu lagi sakit,seharusnya kamu istirahat saja di rumah"ujar Rachel sambil mengelus rambut suaminya itu.
"Beneran itu maksud kamu?gak ada yang lain"ucap Revan.
"Iya sayang"ucap Rachel gemas dengan Revan yang terus curiga kepadanya.
Revan hanyavtersenyum mendengar ucapan 'sayang'dari Rachel jarena Rachel jarang sekali memanggilnya sayang. Apa ini di namakan bucin? entalah pokoknya dia sangat bahagia.
"Kamu kesambet?"tanya Rachel melihat Revan tersenyu tak jelas,apa dia tadi salah ngomong?preasaan biasa saja.
"Iya kesambet cinta kamu"ucap Revan.
"Bukannya kamu kesambet rohnya mimi peri?"ucap Rachel sambil menahan tawanya.
"Kamu doain aku kesambet rohnya mimi peri?"tanya Revan sambi menggelitiki Rachel di ranjang yang ada di Ruangan tersebut. Keduanya pun tertawa tampah henti.
"Kak udah"ucap Rachel meminta agar Revan berhenti menggelitiki Rachel.
"Kamu harus bilang"ucap Rachel"Rachel sayang Revan"lanjut Revan masih menggelitiki Rachel.
"Rachel sayang Revan"ucap Rachel membuat Revan memberhentikan gerakannya menggelitiki Rachel.
Cup..cup..cupp
Kecupan bertubi-tubi di bibir Rachel. Sementara Rachel yang di cium hanya pasrah.
"Revan sayang Rachel"ucap Revan setelahnya.
"Kamu tidur ya sekarang?"lanjut Rachel menyuruh Revan tidur di kasur yang sudah ada di ruangan ini.
"Temenin"ucap Revan membuat Rachel mengangguk pasrah.
Keduanya pun tertidur dengan keadan Rachel memeluk Revan dan begitu pula Revan memeluk erat Rachel.
**jangan lupa like dan komen
terimakasih 🐱**