
Rachel sendari tadi mondar mandir,ia menunggu Revan yang tak kunjung memasuki kamar. Padahal ini sudah satu jam ia pergi dari meja makan. Rachel pun akhirnya memutuskan untuk menuju ke dapur dan berjalan ke arah meja makan. Namun disana sepi tak ada Elisa maupun Revan.
Rachel melihat Bibi Sofia merapikan makanan,ia pun berjalan ke arah Bibi Sofia.
"Revan kemana?"tanya Rachel kepada Bibi Sofia.
"Mungkin tuan ada di ruang kerjanya"ucap Bibi Sofia.
"Makasih Bibi Sofia"ucap Rachel,lalu melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Revan yang berada di atas.
Sesampainya di depan pintu ruangan Revan,Rachel bingung harus membuka atau tidak. Saat ini Revan marah besar padanya. Namun Rachel tidak bisa membiarkan hubungannya dengan Revan merenggang seperti ini.
"Ayo Rachel lo pasti berani"ucap Rachel menyemangati dirinya sendiri,lalu membuka pintunya pelan-pelan.
Hal yang pertama ia lihat adalah Revan yang tertidur di kursi kerjanya. Rachel pun mendekat ke arah Revan dan menatap wajah lelah suaminya itu.
Rachel pun memutuskan yntuk mengambil selimut dari kamarnya,lalu meletakannnya di tubuh suaminya tersebut.
"Kamu pasti capek?tidur yang nyenyak"ucap Rachel lembut.
Cup
"Maafin aku"ucapnya setelah mencium pipi Revan lalu meninggalkan Revan.
Setelah Rachel keluar dari ruangan kerja,Revan mengerjapkan matanya. Ia terbangun sejak kedatangan Rachel tapi ia memilih untuk pura-pura tidur.
"Aku maafin kamu chel"ucap Revan"tapi aku masih kecewa sama kamu"lanjut Revan.
🌹🌹🌹
Rachel pergi ke sekolah diantar supir, sementara Elisa dan Revan berangkat ke kantor berdua. Cemburu?jangan tanya jelas Rachel cemburu dengan kedekatan keduanya.
Flashback on
"Sebegitu tidak berartinya dirinya di hadapan Revan"batin Rachel saat melihat keduanya yang tertawa bersamaan.
Rachel pun melangkahkan kakinya untuk keluar rumah tanpa melihat arah keduanya.
"Rachel,kamu tidak sarapan?"tanya Elisa kepada Rachel saat berjalan melalui meja makan.
"Tidak,aku harus berangkat lebih pagi hari ini"ucap Rachel melanjutkan langkahnya.
"Tidak bisa kah kamu berpamitan dengan lebih baik"ucap dingin Revan membuat Rachel memberhentikan langkahnya.
"Maafkan aku,aku sungguh terburu-buru"ucap Rachel"aku bengkat"lanjut Rachel.
Rachel pun melanjutkan langkahnya.
"Tidak punya sopan santun"itulah ucapan yang samar samar ia dengar dari mulut Elisa.
Flashback off
Sesampainya di Kelas Rachel pun langsung meletakan kepalanya di meja sungguh kepalanya sangat pusing dan memejamkan matanya.
"Chel,lo kenapa?"tanya Bunga yang baru saja sampai di sekolah. Rachel pun memaksakan menatap wajah sahabatnya itu dengan wajah pucatnya.
"Enggak,gue gak papa"ujar Rachel tersenyum ke arah sahabatnya itu.
"Lo gak bisa bohong sama gue,wajah lo pucet"ucap Bunga"kita ke rumah sakit ya"lanjut Bunga.
"Enggak usah gue gak papa"ucap Rachel tersenyum lembut ke arah sahabatnya itu.
"Gue gak tanggung jawab ya kalo lo kenapa napa"ucap Bunga.
"Iya..iya bawel deh"ucap Rachel lalu kembali meletakan kepalanya ke meja dan memejamkan matanya.