Be Mine

Be Mine
Tanda Merah Milik Elang part 1



Elang menjelaskan jika dia tadi di kamar mandi digigit oleh serangga dan tidak menyangka akan meninggalkan tanda merah seperti ini.


"Serangga? Mana mungkin di dalam hotel ada serangga?"


"Mungkin saja, kamu lupa hotel ini terletak di tempat yang masih dekat dengan banyak pepohonan. Kita ini masih di suatu pedesaan dan pasti banyak serangga berterbangan. Kamu pikir aku digigit oleh seseorang? Aku bukan seperti kamu yang suka main dengan banyak gadis," terang Elang dengan nada marah.


"Hm ... kenapa kamu marah begitu?"


"Aku tidak marah, aku hanya kesal sama kamu yang seolah mencari kesalahan sahabatnya sendiri." Elang tiba-tiba berjalan pergi dari sana.


"Lang!" panggil Morgan, tapi Elang tidak memperdulikannya.


Mega yang baru saja mau menghampiri Elang, mendadak bingung melihat Elang pergi lagi.


"Morgan, Elang mau ke mana lagi?"


"Di mungkin kembali ke kamar untuk mencari salep obat."


"Salep obat? Untuk apa?"


"Lehernya ada bekas merah dan aku bilang dia habis dicium siapa. Eh, dia marah dan bilang jika bekas merah itu karena digigit oleh serangga saat di dalam kamar mandi."


"Bekas merah? Dia bukannya tadi di kamarnya."


"Iya, dia dari kamarnya untuk mengambil sesuatu. Aku tadi hanya bercanda sebenarnya, eh ... ternyata dia marah."


"Kamu juga, sih! Elang itu pria yang baik, bukan seperti kamu yang suka nyosor sana nyosor sini. Dia itu setia."


"Kalau setia, dia tidak mungkin berciuman dengan sahabat kekasihnya. Kiara tau tidak kalau kalian pernah berciuman saat Elang masih menjadi kekasih Kiara."


Mega tampak terkejut mendengar apa yang baru saja Morgan katakan.


"Kamu tau dari mana kejadian itu?"


"Sebenarnya waktu itu aku dan Elang hany terbawa suasana. Lagian salah Kiara sendiri yang sok menjaga diri, Elang itu kan sangat mencintainya, tapi sepertinya Kiara biasa saja."


"Bisa ya kamu menjelekkan sahabat kamu sendiri."


"Apa maksudmu? Aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya. Sudahlah! Lebih baik aku mencari Elang."


Mega pergi dari sana, dan dia mencari di mana Elang berada. Elang ada di dalam kamarnya mencoba menghilangkan bekas merah pada lehernya karena dia tidak mau kalau sampai Mega melihat hal itu.


"Elang," panggil Mega dari luar pintu kamar hotel Elang.


"Oh God! Kenapa dia malah ke sini? Bagaimana ini?"


Elang tampak bingung dan dia mencoba berpikir untuk membuat bekas merah itu seolah-olah itu bekas digigit serangga.


Elang mencubit tanda merah itu dengan sangat kuat, dan dia mencoba menahan agar tidak berteriak karena merasakan sakit.


"Damn! Sakit sekali, tapi hasilnya lumayan tidak terlihat seperti bekas ****** seseorang."


Elang berjalan menuju pintu dan membukanya. Mega tampak senang melihat Elang.


"Ada apa kamu ke sini, Mega?"


"Kata Morgan kamu sedang mencari salep obat untuk luka merah pada lehermu. Apa itu benar?"


"Iya, leherku digigit serangga dan ini gatal sekali." Elang berpura-pura tanda merah itu bekas digigit serangga.


"Lang, aku membawakan kamu salep agar gigitan serangga itu menghilang." Mega menunjukkan apa dia bawa di dalam tangannya."


"Mega, kenapa kamu malah repot-repot seperti ini?"