
Rachel pun melangkakan kakinya keluar rumah karena tak ingin menanggapi keduanya. Sementar Kenzo dan Raka yang di tinggal pun mengejar Rachel dan menangkap tangan Rachel. Raka bagian kiri sementara Kenzo bagian kanan.
"Lepasin gak tangan Rachel?!"ucap Kenzo kepada Raka.
"Lo yang lepasin tangan Rachel"ucap Raka.
Namun seorang pria datang siapa lagi kalo bukan Revan, Revan hanya melirik tangan istrinya yang di pegang oleh dua laki-laki cemburu?jangan ditanya pastilah Revan cemburu.
"Lo murahan"ucap Revan kepada Rachel,seketika hati Rachel sakit saat Revan mengatainya murahan.
Sementara dari lantai atas Elisa tersenyum.
"Lo tuh kalo ngomong ati ati"ketus Raka membela Rachel.
Tidak membalas ucapan Raka, Revan malah tersenyum miring dan meninggalkan ketiganya.
Rachel pun mencoba melepaskan tangannya dan meninggalkan keduanya. Menangis?tentu saja ia menangis mendengar orang yang ia cintai mengatainya murahan.
"Rachel!!"triak keduanya mengejar Rachel yang berlari sangat kencang.
Keduanya pun berpencar untuk mencari Rachel Raka arah ke kiri dan Kenzo arah ke kanan.
"Seperti itu aku dimatamu?"batin Rachel.
Rachel lelah,ia berhenti dan menangis sekencang mungkin. Kenzo yang melihat Rachel pun langsung menghampiri Rachel.
"Kamu gak perlu denger omongan dia"ucap Kenzo kepada Rachel mencoba menenagkan Rachel.
"Chel kamu gak pantes buat nangisin dia"lanjut Kenzo.
Rachel pun menghapus air matanya lalu menatap Kenzo.
"Bawa aku pergi dari kota ini"ucap Rachel.
"Ya, gue akan bawa lo jauh dari sini bahkan jauh dari orang itu"ucap Kenzo lalu memeluk Rachel mencoba menenangkan Rachel.
Sementara Raka yang belum ketemu Rachel pun kembali kerumah Rachel.
"Argg sialan si kunyuk pasti udah bawa Rachel"gumamnta kesal.
🍁🍁🍁
Revan melihat jamnya terus menerus, jam sudah hampir malam tapi Rachel belum pulang. Apa dia marah?
"Ngapain gue cari dia"ucap Revan mencoba tenang dan tak mencari Rachel.
Namun,kenapa hatinya merasa tak tenang. Ia pun mencoba menelfon hp Rachel dan sialnya hp Rachel masih di dalam kamar ini tepatnya berada di atas meja.
"Apa gue keterlaruan ya tadi?"gumannya mulai tak tenang.
"ARGh"trianya frustasi mulai mengacak acak benda sekitarnya sampai hancur berkeping-keping.
Dari arah pintu munculah Elisa, Elisa pun mencoba menenangkan Revan.
"Revan kamu kenapa?"tanyanya kepada Revan.
"Apa gue keterlaruan?"bukannya menjawab Revan malah berbalik tanya, yang jelas Elisa tau betul yang di bahas Revan.
"Enggak,lo gak keterlaruan dia yang keterlaruan sama lo"ucap Elisa.
"Gue keterlaruan sama dia El,dia pergi ninggalin gue"ucap Revan yang hatinya mulai tak tenang.
"Gue hars cari dia"putusnya langsung menyambar kunci mobilnya.
Tok...tok...tokk
Rachel mengetuk rmah Bungan dengan gusar,Bunga pun membuka pintunya dan menatap bingung Revan yang terlihat panik.
"Rachel ada disini?"tanya Revan.
"Enggak"jawab Bunga.
"Jangan bohong"ucap Revan sedikit meninggi menyalurkan emosinya.
"Gue gak bohong"ucap Bunga"jangan bilang Rachel pergi dari rumah!?!"lanjutnya mulai khwatir.
Revan hanya diam tak berani menatap Bunga.
"Revan jawab gue!!"ucap Bunga Emosi.
"Lo kenapa sih bodoh banget?lo tau sekarang Rachel hamil dan lo biarin Rachel pergi?!!"ucap Bunga penuh emosi.
Jleb
Bagai di sambar petir, Revan lemas mendengarnya. Hamil, Rachel hamil anaknya dan ia tidak tau.
"Apa lo bilang?Rachel hamil?!"ucap Revan bertanya kembali.
"Iya Rachel hamil, dia pengen ngasih tau lo dan tegenya lo ngejauhi dia"ucap Bunga.
Ini salahnya,seharusnya dia tidak menjauhi Rachel. Seharusnya ia dengar perkataan Rachel.
"Dia udah oergi Revan?dia gak akan kembali"ucap Bunga menetesian air matanya.
"Enggak, dia bakal kembali sama gue"ucap Revan menyangkal semua perkataan Bunga.
Revan pun langsung pergi dari rumah Bunga dan mulai mencari keberadaan Rachel. Rumah orang tua Rachel adalah tujuan terakhirnya.
Sesampainya di rumah orang tua Rachel pun.
"Rachel"
"Sayang"
Ucap Revan terus memanggil Rachel namun yang muncul hanyalah kedua orang tua Rachel.
"Rachel tidak ada disini"ucap ayah Rachel menatap Revan dengan tatapan kemarahan.
"Dia sudah pergi, dan gak akan kembali"timpal ibu Rachel.
"Enggak Rachel pasti ada disini"Revan menyangkal semua perkataan kedua orang tua Rachel dan mulai mencari Rachel di kamarnya namun nihil.
"Chel, kamu dimana?"
"Jangan sembunyi!"
"Aku minta maaf"
Gumamnya terus menerus mengelilingi rumah Rachel.
"Sampai kapan pun kamu mencari di sini Rachel gak akan pernah ada"ucap ayah Rachel membuat Revan diam seribu bahasa.
"Ini kesalahanmu dan ini adalah hukuman, kamu harus menerimanya"ucap Ayah Rachel.
"Enggak, Rachel gak mungin ninggali saya"ucap Revan yang mulai gila dan meninggalkan rumah ini dan mencari kembali Rachel.