
Kenzo menatap Revan dengan tatapannya. Revan pun tak mau kalah ia menatap tajam Kenzo.
"Lo beneran bakal jagain Rachel?"tanya Kenzo.
"Tanpa lo minta pun gue bakal jagain Rachel"ujar Revan tanpa ada keraguan sama sekali.
"Gue bakal pergi, dan ikhlasin Rachel buat loΒ Β asal lo jagain Rachel kalo gue tau Rachel nangis gue bakal rebut Rachel dari lo"ujar Kenzo menatap tajam Revan.
"Itu yang gue tunggu lo ninggalin Rachel buat gue"ucap Revan.
Kenzo pun meninggalkan Revan tanpa pamit, sementara Revan tersenyum lega karena Kenzo sudah menyerah dan pergi dari Rachel. Tanpa ba bi bu Revan juga ikut pergi meninggalkan Cafe tersebut. Ia sangat khawatir meninggalkan Rachel di rumahnya.
πππ
Sepeninggalan Revan Rachel tidak tidur ia hanya diam di kamar. Lalu pintunya terbuka seorang perempuan dia adalah Elisa. Elisa tersenyum kepada Rachel.
"Hai Rachel"ucap Elisa namun Rachel hanya diam menatap Elisa.
"Gue mau minta maaf sama lo"ujar Elisa dengan mata yang berkaca-kaca"gue salah udah mau ngehancurin rumah tangga lo danΒ Revan"lanjutnya.
Sementara Rachel hanya diam dan tak menatap Elisa. Ia menatap ke sembarang tempat.
"Chel gue hamil"ujar Elisa membuat Rachel kembali menatap Elisa.
"Dan ini anak Revan"lanjut Elisa.
Rachel tak menjawab apa-apa dia hanya diam tapi hatinya sakit saat mendengar itu. Perempuan mana yang tidak sakit mendengar kalo suaminya menghamili perempuan lain.Rachel menghapus air mata Elisa.
"Kenapa nangis bukanya ini kabar baik"ujar Rachel.
"Chel Revan ga mau nerima anak gue"ujar Elisa sambil menangis.
"Dia pasti nerima, lo tenang aja"ujar Rachel"Gue lelah lo bisa pergi"lanjut Rachel.
"Lo istirahat aja, gue bakal pergi"jawab Elisa lalu melngkahkan kakinya pergi meninggalkan Rachel dalam kamar.
Sementara Rachel diam ia hanya menangis dalam diam supaya titak ada yang mendengar nya.
πππ
"Belum tuan"ujar Bibi Sofia.
Revan pun melangkahkan kakinya menuju kamar Rachel. Revan pun bernafas legah karena Rachel masih tidur.
Revan mendekat ke wajah Rachel lalu mencium kening Rachel dengan lembut. Mata Rachel terbuka lebar dan menatap mata Revan.
"Aku ganggu kamu ya?maaf"ujar Revan sementara Rachel langsung membalikan badannya membelakangi Revan.
"Tidur lagi ya"ucap Revan dengan kecewa karena sikap Rachel masih sama yaitu menjauhinya.Revan pun melangkahkan keluar dari kamar Rachel.
"Tunggu"ucap Rachel menghentikan langkah Revan. Revan pun berhenti.
"Tidur sini"ujar Rachel menepuk ranjang sebelahnya.
Revan mengangkat sebelah alisnya karena Rachel manawarinya tidur di sebelahnya. Rachel tersenyum sambil menganngukan kepalanya.
Revan pun membalas senyuman Rachel lalu beranjak menghampiri Rachel dan tidur di sebelah Rachel. Revan pun tidur di sebelah Rachel lalu memeluk Rachel.
"Terimakasih"bisik Revan di telinga Rachel membuat Rachel geli. Lalu Revan pun menutup matanya.
Sementara Rachel masih membuka matanya, ia ragu ingin memeluk Revan atau tidak. Akhirnya ia memutuskan untuk memeluk Revan. Sekarang ia harus mengalah untuk mendapatkan sesuatu.
"Pada akhirnya aku yang akan pergi dari hidupmu"batinnya lalu menutup matanya.
πππ
"Lo udah nemuin Rachel?"tanya Elisa kepada pria yang saat ini ia telfon.
"Belum"ujar seseorang dari sebrang sana.
"Gue udah jalanin tugas gue sekarang tinggal lo yang jalanin tugas lo"ucap Elisa sambil tersenyum menyeringai.
"Lo tenang aja"balas seorang pria dari sana.
Telfon pun terputus sampai disitu.