Be Mine

Be Mine
Perasaan Para Lelaki part 2



Elang ini sebenarnya bimbang antara mengatakan pada Mega jika Kiara dirawat di rumah sakit atau tidak karena Elang tau pasti Mega akan senang jika mendengar Kiara sedang tidak baik, tapi dia juga penasaran dengan keadaan wanita yang masih sangat dia cintai itu, walaupun Morgan sudah mengatakan jika Kiara dalam keadaan baik. Elang tetap saja ingin melihat Kiara dengan mata kepala sendiri, tapi dia tidak mungkin melihat sendiri datang ke klinik karena hal itu bisa membuat dia dalam masalah dan yang paling buruk, apa yang dia rencanakan untuk Mega dapat terbongkar.


"Kiara, ada yang mengetuk pintu."


"Biar aku yang membukanya." Kiano berjalan menuju pintu, dan saat membuka pintu, Kiano dihadapkan oleh Elang.


"Siapa kamu?" tanya Elang seketika.


"Aku teman kuliahnya Kiara, kalian siapa?"


"Aku keluarganya Kiara."


Mega segera menyelonong masuk dan dia melihat Kiara sedang duduk di atas tempat tidur dengan Momo di sampingnya.


"Mega?" Kiara agak terkejut melihat ada Mega di sana, padahal tadi Arthur bilang agar Mega tidak sampai tau dirinya dengan dirawat, tapi kenapa sekarang Mega malah datang ke sana?


"Kiara! Kamu kenapa?" Mega segera memeluk Kiara dengan erat.


"Aku tidak apa-apa, Mega."


"Tidak baik-baik saja, tapi kenapa malah dirawat di sini? Apa bayi kamu ada masalah?"


"Bayiku baik-baik saja, hanya saja kemarin saat pulang dari acara pesta mama kamu, perutku sakit sekali dan akhirnya Arthur membawaku ke sini, ternyata aku memang harus dirawat."


"Ya Tuhan! Kamu pasti kecapean kemarin."


"Iya, mungkin saja, tapi aku sudah baik, kok. Kamu jangan khawatir."


"Lalu, kakak aku di mana?" Mega celingukan mencari sosok Arthur.


Momo mengulurkan tangannya mengajak Mega berkenalan. Pun dengan Elang dan Kiano mereka saling berkenalan.


"Momo, Mega ini adiknya Mas Arthur dan Elang ini calon suaminya. Mega dan Elang ini juga temanku waktu SMA dulu."


"Wow! Jadi, kalian sudah kenal dari SMA dan sekarang akan menikah? Manis sekali. Kalian berpacaran dari SMA?" tanya Momo yang membuat Mega sedikit kesal.


"Tidak, aku dan Elang baru saja berpacaran."


"Oh ... aku kira kalian berpacaran dari saat sekolah, tapi lucu sekali."


"Apanya yang lucu?"


"Lucu saja, kalian kenal dari SMA, tapi baru berpacaran sekarang, tapi kalian tetep sweet sih karena akhirnya berjodoh dan akan menikah."


Kiara tampak merasa tidak enak saja tentang hal yang dibahas oleh Momo.


"Kalian berdua pacaran?" tanya Mega menunjuk pada Momo dan Kiano.


Momo malah terkekeh. "Kiano itu bukan pacarku, dia itu saudara sepupuku dan sebenarnya dia kakak angkatan dari aku dan Kiara, dia aku ajak ke sini untuk mengantarkan aku bertemu Kiara, lagi pula Kiano juga kenal baik dengan Kiara."


"Kenal baik?" Mega bertanya sembari melihat heran pada Momo.


"Iya, Kiano pernah menyelamatkan Kiara beberapa kali saat Kiara pingsan di kampus dan saat Kiara terkena hukuman. Aku kira Kiara waktu itu belum menikah, sampai aku malah jodohkan dengan Kiano, tapi setelah tau, aku jadi malu sendiri."


Elang langsung melihat Kiano dengan tatapan tidak sukanya. Beda dengan Kiano yang malah bersikap biasa saja sembari menggelengkan kepalanya mendengar ocehan Momo.


"Memangnya kamu menyukai Kiara, Kiano?" tanya Mega seketika.