Be Mine

Be Mine
Mama Alexa Sakit part 1



Kiara tersenyum malu sendiri. Arthur menarik pelan tangan Kiara dan menyuruhnya duduk di pangkuannya.


"Aku mau makan dulu, Mas. Nanti malam saja." Kiara mengusap rambut suaminya dengan lembut.


"Aku juga lapar, bahkan sangat lapar, tapi aku mau makan kamu dulu."


"Mesum."


"Sama istri sendiri itu kan tidak masalah."


"Memang tidak masalah." Mereka berdua saling berciuman.


Tidak lama kegiatan ciuman mereka terhenti karena ponsel Arthur berdering dan Arthur melihat ada nama Mega di sana.


"Mega? Ada apa dia menghubungiku?"


"Kamu jawab saja, Mas. Siapa tau itu penting."


Arthur sebenarnya malas apa lagi sekarang sikap adiknya sudah berubah tidak seperti dulu.


"Halo, Mega, ada apa?"


"Kak, Kak Arthur bisa datang ke rumah sakit sekarang. Mama tadi pingsan dan aku membawanya ke rumah sakit, sekarang aku di rumah sakit sendirian."


"Mama? Mama kenapa bisa pingsan?"


"Aku tidak tau, Kak. Elang aku hubungi, tapi dia ada di luar kota dengan ayahnya. Ayah juga sudah aku hubungi dan akan segera datang dengan penerbangan pertama. Kak, aku takut ada apa-apa sama Mama," terdengar suara Isak tangis Mega.


"Mega, aku akan segera ke sana, kamu tenang dulu ya. Share lokasinya dan aku segera ke sana."


"Iya. Cepat ke sini ya, Kak."


"Iya, kamu tenang dulu, aku akan segera ke sana." Arthur segera menutup panggilan teleponnya.


Kiara yang melihat kecemasan suaminya tampak ikut panik. "Mas, ada apa?"


"Aku ikut sama kamu ya, Mas?"


"Iya, Sayang."


Setelah berganti baju Kiara dan Arthur langsung menuju ke rumah sakit dan kebetulan rumah sakitnya di mana ibunya Kiara dulu dirawat.


"Semoga tidak ada hal buruk terjadi pada mama kamu, Mas."


"Iya, semoga saja, Kiara. Aku sendiri sangat heran, kenapa mama tiba-tiba bisa pingsan? Mama juga sering melakukan medical check up karena ada dokter pribadi yang selalu datang ke rumah tiap bulan untuk melakukan pemeriksaan."


"Namanya penyakit itu tidak ada yang tau, Mas. Mungkin mama kamu kelelahan atau terlalu keras memikirkan Mega yang menikah."


"Bisa saja, Sayang, nanti aku akan tanyakan dokter di sana."


Tidak lama mereka sampai di rumah sakit dan segera menuju ke ruangan di mana mama Alexa masih diperiksa.


"Kak!" Mega memeluk Kakaknya itu dengan erat.


"Mega, bagaimana keadaan Mama?"


"Aku belum tau karena dokter masih memeriksanya."


"Mega, kamu tenang saja, mama kamu pasti baik-baik saja," ucap Kiara mencoba menenangkan Mega, tapi sikap Mega malah seperti tidak memperdulikan perhatian Kiara.


Tidak lama dokter keluar dan Arthur segera bertanya keadaan mamanya.


"Tekanan darah mama kamu sangat rendah dan itu bisa juga yang membuatnya tiba-tiba pingsan. Ibu Alexa juga seperti sedang memikirkan hal yang berat. Dia butuh banyak istirahat."


"Mama beberapa hari yang lalu bilang jika dia sangat kecewa dengan Kak Arthur karena menikah dengan gadis yang tidak pantas berada di keluarga kita." Mega melihat ke arah Kiara.


"Mega, tolong jaga sikap kamu."


"Apa yang aku katakan itu benar, Kak. Kiara penyebab mamaku seperti ini. Mama ingin menjadi ibu sambung yang baik untuk Kakak, dia ingin melihat Kakak memiliki keluarga yang benar-benar sesuai dengan impiannya, tapi Kiara membuat semua itu hancur." Sekali lagi Mega menatap Kiara dengan marah.