
Arthur kembali ke kamar setelah berbicara dengan Gio. Dia tampak melihat istrinya sedang tidur dengan nyenyak.
"Semoga Kiara tidak memikirkan tentang kedatangan Selena tadi di sini?"
Arthur kembali menutup pintunya dengan pelan, dan dia pergi ke ruang kerjanya untuk menghubungi seseorang.
"Kabari aku secepatnya jika kamu sudah mendapatkannya."
"Baik, Pak."
Arthur tampak memilin kepalanya, entah kenapa dia sekarang memikirkan tentang kesehatan istri dan bayinya.
****
Di dalam mobilnya, Selena yang sedang membersihkan baju tampak kesal karena apa yang sudah Kiara lakukan padanya.
Tak lama ponsel miliknya berbunyi dan dia melihat nama seseorang yang dia kenal ada di sana.
"Halo, Tante."
"Selena, apa kamu sudah bertemu dengan putraku?"
"Sudah, dan kenapa Tante tidak mengatakan jika Arthur sudah menikah dan bahkan istrinya itu hamil."
"Sayang, Tante tidak mau membuat kamu sedih mendengar hal itu, lebih baik kamu mengetahuinya sendiri dari Arthur."
"Aku benar-benar tidak menyangka Arthur menika dengan gadis yang masih muda dan bahkan terlihat sama sekali tidak pantas bersamanya."
"Tante sendiri baru mengetahui jika putraku itu menikah dengan seseorang yang sama sekali tidak pantas menjadi bagian dari keluarga Lucas. Dia teman sekolahnya Mega yang ayahnya mati bunuh diri karena ketahuan mencuri uang perusahaan, dan sekarang anaknya itu ingin menguasai semua harta kekayaan yang dimiliki putraku."
"Oh my God! Arthur benar-benar harus disadarkan jika dia salah mencari istri."
"Arthur sudah dijebak oleh gadis itu agar dia dinikahi oleh anakku. Sebelumnya dia adalah kekasih calon suami Mega, tapi calon suami Mega bisa disadarkan oleh mamanya sehingga tidak sampai menjadi korban dari gadis itu, tapi Arthur--." Alexa bingung mau mengumpat apa soal, kenapa bisa putranya sampai menikahi gadis bernama Kiara.
"Tante tau tidak tadi apa yang dilakukan oleh gadis miskin dan tidak tau diri itu?"
"Apa yang dia lakukan? Dan kenapa kamu terdengar marah begitu?"
"Dia muntah di bajuku, Tante! Mana ini baju mahal yang Arthur dulu belikan untukku!"
"Oh Tuhan! Dia benar-benar keterlaluan sekali. Dia juga menjijikan."
"Aku akan membuat Arthur sadar akan kesalahan yang sudah dia lakukan dan aku yakin jika Arthur masih sangat mencintaiku."
"Tante lebih setuju jika Arthur bersama kamu waktu itu, tapi sayangnya kamu malah meninggalkan putraku dan mungkin karena itu dia rapuh dan akhirnya dengan mudah dirayu oleh Kiara yang memang gadis murahan yang pandai sekali merayu para pria kaya."
"Aku minta maaf jika sudah membuat Tante kecewa, tapi aku dulu benar-benar dibutakan oleh rasa cintaku yang masih besar untuk mantan kekasihku, tapi nyatanya aku salah besar dan sekarang aku menyesal dan akan memperbaiki semuanya dengan baik. Aku akan menjadi menantu dari keluarga Lucas dan aku senang jika hal itu bisa terwujud."
"Tante juga sangat senang jika kamu yang menjadi menantuku daripada gadis miskin yang pastinya hanya akan membawa nama buruk untuk keluargaku dan aku pasti akan sangat dibuat malu jika banyak orang yang mengetahui siapa yang menjadi menantu di keluargaku."
"Tante tenang saja karena aku akan kembali mendapatkan Arthur dan Tante akan melihat Artur dan aku akan hidup bahagia."
"Tentu saja Tante yakin kamu bisa melakukan hal itu, Sayang."
"Ya sudah kalau begitu aku mau pulang dulu dan membersihkan diri."
Mega yang dari tadi duduk di dekat mamanya tampak mendengarkan semua yang mamanya bicarakan dengan Selena.
"Mama serius ingin Selena yang menjadi menantu Mama?"
"Tentu saja tidak, Sayang. Selena sudah membuang kesempatannya waktu itu dan dia tidak memiliki lagi kesempatan untuk menjadi menantu keluarga kita."
"Lalu, kenapa tadi Mama berkata seolah ingin mendukung Selena kembali merebut Kak Arthur dari Kiara?" Mega melihat mamanya bingung.
"Ayolah, Mega! Itu tadi mama hanya berpura-pura agar membuat Selena mau membantu rencana mama secara tidak langsung. Jika Selena berhasil memisahkan kakak kamu dengan Kiara, maka hal itu adalah hal yang luar biasa karena waktu Mama melihat kakak kamu marah pada Mama saat mengetahui mama yang membuat Kiara keluar dari apartemen, mama melihat ada cinta yang begitu besar yang Arthur rasakan untuk Kiara. Mama tidak tau bagaimana gadis itu bisa membuat Kakak kamu sampai seperti itu."
"Aku juga tidak menyangka jika rencanaku sampai membuat Kiara menikah dengan Arthur," kata Mega lirih sembari memikirkan sesuatu.
"Kamu bicara apa, Mega?"
"Oh! Aku tidak bicara apa-apa. Ma, kalau sampai kak Arthur meninggalkan Kiara dan kembali dengan Selena. Itu artinya Selena akan menikah dengan Kak Arthur dan dia menjadi menantu Mama."
"Sayang, Selena dan Kiara itu memiliki perbedaan. Selain perbedaan status sosial yang paling mencolok ada lagi perbedaan mereka. Kiara sulit diiming-iming dengan uang karena dia lebih pintar, tapi Selena beda, dia lebih bodoh dan mudah sekali mama menyingkirkannya nanti."
Mega tersenyum mendengar apa yang mamanya katakan. "Lalu, rencana Mama yang waktu itu Mama bilang padaku bagaimana?"
"Biar Selena saja yang mewujudkan keinginan mama. Mama tidak perlu bersusah payah."
"Aku akan mendukung semua yang Mama lakukan." Mega beranjak dari tempat duduknya, dan sekarang dia mengambil tasnya.
"Kamu mau ke mana, Mega?"
"Aku mau pergi dengan Elang?"
"Wow! Apa Elang yang mengajak kamu keluar? Ini hal yang luar biasa."
"Aku tadi yang menghubungi Elang dan meminta dia mengantarkan aku pergi ke toko buku untuk mencari buku yang aku butuhkan."
"Oh ... aku kira dia mengajak kamu keluar." Alexa ini merasa jika Elang masih belum bisa menerima putrinya dengan baik.
"Tapi aku senang karena Elang sebenarnya hari ini ada pekerjaan di kantor ayahnya, tapi dia menundanya karena dia mau mengantarku katanya dia tidak mau aku keluar sendirian karena dia akan menjadi calon istrinya." Terlukis senyum yang sangat bahagia pada wajah Mega.
"Wow! Awal yang baik untuk kalian, Sayang. Mama yakin jika nanti kalian menikah, kamu akan bisa membuat Elang bahagia dan jangan biarkan Kiara bisa mendekati Elang lagi karena Elang bisa saja nanti Kiara goda lagi."
"Tentu saja hal itu tidak akan terjadi, Ma. Makanya, aku berharap Kiara bisa segera pergi dari kehidupan Kak Arthur dan pergi sejauh-jauhnya."
"Kamu pasti akan mendapatkan semua yang kamu inginkan, Sayang."
Terdengar suara orang datang dengan mobilnya dan itu adalah mobil Elang. Mega segera berpamitan pada mamanya dan berlari kecil menuju di mana Elang sudah menunggunya.
"Hai, Lang!"
"Hai! Kamu sudah siap?"
"Tentu saja. Ayo kita pergi sekarang."
Elang membukakan pintu mobilnya dan bahkan dia memasangkan sabuk pengaman untuk Mega.
"Sebentar lagi kita akan bertunangan dan tidak lama kita akan menikah. Apa kamu takut?"