
Seorang gadis dengan balutan gaun pengantin yang melekat pas ditubuhnya. Air matanya terus berlinang,walaupun sudah berkali-kali sudah di hapus dan berkali-kali di perbaiki.
"Achel,jangan nangis"ucap Riana sambil menghapus air mata anak semata wayangnya"mama tau ini berat untuk kamu"lanjutnya.
"Achel,ga bisa ma"ucapnya Rachel dengan air mata yang semakin deras.
"Kamu pasti bisa merubah dia"ucap Riana"kamu jangan nangis!mama benerin ya make up nya"lanjutnya.
Riana pun membenarkan make up sang putri yang tadinya luntur. Rachel tak bisa kabur dari pernikahan ini,jika ia kabur mungkin nasib keluarganya akan lebih parah.
Sementara Revan saat ini memakai jam tangan hitam sebagai sentuhan akhirnya.
Dia melihat pantulan dirinya dari kaca yang sedari tadi tersenyum. Semua orang jika melihat senyumnya akan terpesona karena ia sangat jarang tersenyum.
"Sebentar lagi"batin Revan.
Revan pun beranjak dari kamarnya untu melaksanakan acara pernikahannya yang sudah lama ia tunggu-tunggu.
🌹🌹🌹
"saya terima nikah dan kawinnya Rachel putri Abraham binti Dani Abraham dengan seperangkat alat solat dibayar tunai"ujarnya Revan dengan mantap.
"Bagaimana saksi,sah?"
"Sah"
"Alhamdulillah"Raut kebahagian itu terlihat dari wajah Revan dan Rachel bisa lihat itu dengan sangat jelas.
Cup
Revan mencium kening Rachel dengan sangat lembut Rachel bisa merasakan kelembutan itu.
Rachel pun membawa tangan Revan lalu menciumnya, Revan tersenyum atas perlakuan Rachel kepadanya saat ini.
Sementara Riana mama Rachel meneteskan matanya dan bersandar ke bahu suaminya.
🌹🌹🌹
Ceklek
Suara pintu terbuka,suasana menjadi sangat canggung ketika Revan memasuki kamar pengantin,membuat para pelayan memberhentikan aktifitasnya yang sedang melepas semua aksesoris dari tubuh Rachel.
Revan melepas kalung yang ada di leher Rachel sambil menatap Rachel di pantulan cermin.
"Aku sudah bilang kamu akan menjadi milikku"ucap Revan sambil menaruh kalung tersebut ke meja.
Cup
Kecupan yang mendarat di leher Rachel membuatnya menutup mata merasakan ciuman tersebut.
"Iya,gue emang udah jadi milik Lo"ucap Rachel menatap mata elang Revan dari kaca"tapi hati bukan"lanjutnya.
"Aku-kamu sayang bukan lo-gue" ucap Revan hanya menggap angin lalu perkataan Rachel yang sebenarnya kenyataan yang sangat menyakitkan untuknya.
Revan mengangkat paksa tubuh Rachel yang masih terbalut gaun pernikahan.
"Revan lepas"ucap Rachel sedikit trial dan merontok minta untuk di lepaskan.
Revan pun membawa Rachel ke ranjangnya dan ia mengunci pergerakan Rachel yang berada di bawahnya. Tang tentunya berhasil membuat Rachel kelabakan.
Revan mendekat ke arah Rachel yang merontok agar Revan menjauhinya.
"Berhenti jangan mendekat!atau gue akan..."ucap Rachel terjeda ia sendiri bingung akan melakukan apa.
"Kamu mau teriak?gak akan ada yang berani ganggu kita malam ini"ucap Revan tersenyum miring kepada Rachel.
Cup
Kecupan Revan menjadi lumatan yang menutut,Rachel pun merontak menjambak rambut Revan supaya melepas pautannya. Namun,sebesar apa tenaganya ia tidak bisa mengalahkan tenaga Revan.
Revan berusaha melepas paksa gaun yang Rachel pakai sampai beberapa bagian yang robek dan rusak lalu melemparkannya asal.
Rachel menitihkan air mata karena paksaan Revan.Dan pada saat itu terjadilah hal yang tak diinginkan Rachel.
"Kamu sudah menjadi milikku sepenuhnya"batin Revan.
***Tbc
Jangan lupa komen dan votenya
Terimakasih🐱***