
Setiap hari Revan menjenguk Rachel tapi Rachel hanya diam tak menatap Revan. Rachel seperti tak menganggap Revan ada. Apa seburuk itu Revan di mata Rachel?
Hari ini adalah hari Rachel terakhir di rumah sakit dan rencananya Revan akan membawa Rachel pulang kerumahnya. Revan tak perduli jika Rachel tidak mau tinggal bersamanya ia akn memaksanya.
"Kamu udah makan?"tanya Revan sesampainya di tempat Rachel. Rachel hanya diam tak menatap Revan.
"Kita akan pulang ke rumah kita"ujar Revan membuat Rachel menatap Revan dengan tatapan tak sukanya.
"Aku gak perduli kamu mau atau tidak"ucap Revan.
"Emang kamu gak pernah perduli sama aku kan"ujar Rachel merebahkan tubuhnya lalu membelakangi Revan. Revan hanya menghembuskan nafasnya kasar.
Revan menyiapkan semua keperluan Rachel untuk pulang.
🍁🍁🍁
Kemana Raka dan Kenzo! Mereka bedua sudah di bereskan oleh Revan. Mereka berdua sudah tidak ada di Indonesia itu semua karena Revan.
Rachel saat ini sudah rapi dengan pakaiannya, ia duduk di kursi roda yang di dorong Revan. Saat Rachel ingin masuk ke mobil Revan akan mengangkat Rachel. Namun Rachel berdiri dan masuk ke mobil tanpa memperdulikan Revan yang menatapnya. Revan pun langsung masuk dan duduk di sebelah Rachel.
"Kamu bisa tidak melakukan tadi, kamu tidak boleh berjalan Rachel"ujar Recan sesikit membentak.
"Dan gue tidak mau di sentuh lo"balas Rachel.
"Rachel---"ucap Revan terjeda.
"Cukup tuan Revan, kita lanjutkan masalah ini di rumah"ujar Rachel.
Revan pun menganut ia diam, sendiri tadi Revan hanya menatap Rachel sedangkan yang di tatap menatap jalanan, entah ada apa di jalan.
Sesampainya di rumah mereka, Rachel pun langsung turun dan berjalan. Revan yang melihat itu pun langsung berjalan menuju Rachel dan menggendongnya.
"Aku sudah bilang kamu tidak boleh berjanlan untuk saat ini"ucap Revan sementara Rachel terus memberontak.
"Dan aku sudah bilang jangan menyentuhku"ujar Rachel. Revan sama sekali tak menanggapi ucapan Rachel ia hanya fokus menggendong.
Sesampainya di kamar mereka bedua Revan pun membaringkan Rachel di atas kasur. Rachel pun tidur membelakangi Revan. Revan pun membaringkan tubuhnya di kasur dan Rachel pun mengubah posisinya membelakangi Revan.
"Kenapa tidur disini?"ucap Rachel.
"Ini kamarku juga"ujar Revan.
Rachel pun tak menanggapi Revan ia tidur. Revan melihat Rachel yang sudah tidur pun akhirnya memeluk Rachel dari belakang. Entah kenapa ia sangat rindu dengan wangi ini. Sungguh ini akan menjadi tidur ternyamannya.
🍁🍁🍁
Ia pun beranjak dari kamar tidur dan mandi. Selesai mandi ia beranjak untuk turun ke bawah, ia sangat lapar.
Rachel pun memasak soup yang gampang untuk ia makan.
"Nyonya biar saya yang masak"ujar bibi Sofia.
"Tidak perlu bibi Sofia, Rachel ingin memasak"ucap Rachel menolak halus bibi Sofia.
Revan yang melihat Rachel memasak pun turun terburu-buru. Revan pun langsung menggendong Rachel.
"Sofia lanjutkan"peritah Revan datar kepada Sofia.
Revan pun membawa Rachel ke kamar keduanya. Dan Revan mengunci pintu kamar mereka.
"Kamu gila, aku akan mengunci kamu disini Rachel"ucap Revan dengan wajah yang marah Rachel tau itu.
"Lo ga bisa lakuin itu Revan"ujar Rachel marah,karena Revan seenaknya saja menguncinya di dalam kamar ini.
"Aku kamu Rachel"ucap Revan" aku bisa lakuin itu dan itu demi kebaikan kamu"lanjut Revan.
"Terserah lakuin sesuka lo,puas"ujar Rachel dan ia langsung merebahakan badannya untuk tidur tak mempedulikan Revan.
Getaran ponsel Revan membuatnya mau tak mau harus mengangkat.
"Ada apa?"
"...."
"Saya akan segera kesana"
Revan pun beranjak untuk mandi dan mengantinya dengan pakaian kantornya. Ia harus segera ke kantor karena ada sedikit masalah di sana.
Revan yang melihat Rachel sudah tidur.
Cup
"Aku akan segera pulang"ucapnya sebelum pergi.